Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022
Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022
Senin 23 May 2022 13:18 WIB
Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Kompleks Masjid Al Aqsa. Fatwa larangan kunjungi Masjid Al Aqsa pernah dicetuskan sejumlah ulama
REPUBLIKA.CO.ID, SEPANG – KTT Cendekiawan Muslim 2022 telah merekomendasikan agar dilakukan peninjauan pada fatwa yang melarang umat Islam mengunjungi Masjid Al Aqsa, karena daerah tersebut berada dalam wilayah yang diduduki Israel.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite programnya, Datuk Dr Mohd Khairuddin Aman Razali. Dia mengatakan proposal peninjauan ini merupakan salah satu di antara 24 resolusi, yang dicapai melalui konferensi tiga hari, 20-22 Mei lalu.
Adapun kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan MyAQSA dan Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia, dan dihadiri lebih dari 150 cendekiawan Muslim dari lebih dari 50 negara.
“Umat Islam Al Aqsa sangat membutuhkan dukungan moral dari umat Islam di seluruh dunia. Kami menyerukan peninjauan kembali terhadap fatwa yang melarang umat Islam pergi ke tanah Al Aqsa dengan alasan itu adalah pengakuan diplomatik atas pendudukan Zionis,” kata dia dikutip di Bernama, Senin (23/5/2022).
Dengan perkembangan saat ini, terlebih ketika umat Islam di Al Aqsa membutuhkan dukungan dunia, para peserta KTT tersebut menyerukan peninjauan kembali terhadap fatwa, yang didasari atas perubahan dan situasi saat ini.
Menurut Mohd Khairuddin, KTT juga menyepakati untuk menerbitkan ensiklopedia khusus terkait Palestina. Langkah ini disebut bertujuan untuk menampilkan informasi ilmiah terkait sejarah dan perjuangan Palestina.
Lebih lanjut, dia mengatakan penerbitan ensiklopedia oleh para ulama juga sangat diperlukan mengingat saat ini ada upaya untuk memberikan informasi palsu tentang Palestina di tingkat global.
Di antara resolusi lain yang dicapai pada konferensi tersebut adalah mendorong penggunaan media sosial, termasuk di kalangan non-Muslim, untuk mengekspos kekejaman Zionis di tanah Palestina.
“Kami mengimbau kepada masyarakat menggunakan media sosial semaksimal mungkin agar dapat mengungkap kekejaman yang terjadi di Palestina, atas dasar kemanusiaan,” lanjut dia.
Mohd Khairuddin mengatakan sebuah komite di bawah naungan Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional akan dibentuk dalam waktu dekat untuk membahas masalah Palestina.
Dia juga mengatakan meski berbasis di Kuala Lumpur, komite itu akan bekerja secara khusus untuk menyatukan semua serikat Muslim di seluruh dunia, di bawah satu forum. Pada saat yang sama, komite akan memastikan semua 24 resolusi yang diputuskan dalam konferensi dapat dicapai.
Sumber: bernama
Dapatkan Update Berita Republika
Inggris Terapkan Karantina 21 Hari Penderita Cacar Monyet
Studi Ungkap Hubungan tak Terduga Intermittent Fasting dan Kanker
WHO: Tidak Ada Bukti Virus Cacar Monyet Bermutasi
Cegah Hepatitis Akut, Pola Hidup Bersih Jadi Kunci
14 Kasus Dugaan Hepatitis Akut di Indonesia Negatif Adenovirus
Jawa Timur
Ini sebagai upaya mewujudkan SDM profesional dan mengurangi pengangguran.
Dunia Kampus
Bus listrik ini merupakan pengembangan lanjutan dari bus listrik PT INKA, Inobus.
Umum
Pada 2021, masih ada 941 desa yang belum dapat aliran setrum.
Keuangan
Penurunan jumlah SBN yang dipegang asing berdampak positif berupa stabilitas.
Info Sehat
Warga Inggris yang berisiko kontak erat dengan pasien juga wajib karantina.
12 PHOTO
5 PHOTO
6 PHOTO
3 PHOTO
6 PHOTO
Selasa , 24 May 2022, 00:20 WIB
Senin , 23 May 2022, 22:16 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved