BOGOR-RADAR BOGOR, Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kota Bogor periode 2022-2027 resmi dilantik.
Sebanyak 40 pengurus YJI Kota Bogor dilantik langsung oleh Ketua Badan Pusat Kesehatan Jantung Provinsi Jabar, Komar Hanifi di ruang Paseban Sri Baduga, Minggu (17/7/2022).
Adapun pelantikan dikemas dalam beberapa kegiatan seperti gebyar senam, pelantikan dan rapat kerja itu merupakan pengurus perdana se-Jawa Barat.
Ketua YJI Kota Bogor, Najamudin mengatakan, sebanyak 46 orang dilantik menjadi pengurus YJI Kota Bogor selama lima tahun kedepan, sekaligus menjadi pelopor kesehatan jantung di wilayahnya masing-masing.
Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Disdik Kota Bogor Keluarkan Kebijakan PLS Secara Daring
“Alhamdulillah kami telah menentukan hari lahirnya Yayasan Jantung Indonesia Kota Bogor yakni 17 Juli 2022,” kata Naja, Minggu (17/7/2022).
Pelantikan YJI Kota Bogor dilakukan mengingat berdasarkan laporan data dari rumah sakit, jumlah penderita penyakit jantung terus bertambah.
Oleh karenanya, perlu ada akselerasi bagaimana membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menurunkan angka penderita penyakit jantung.
Sebelum melakukan pelantikan, pihaknya sengaja melakukan gebyar senam jantung sehat di pelataran Balai Kota Bogor yang menghadirkan 500 peserta yang berasal dari berbagai klub jantung sehat di Kota Bogor.
Baca juga: Virus Street Casual Wear Jangkit Remaja Bogor, Disebut Bentuk Ekspresi Diri
“Dalam kepengurusan ini ada empat bidang yang nantinya saling berperan, pertama bidang preventif, bidang komunikasi, bidang dana, dan bidang medis,” ucapnya.
“Semoga kami bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, dan Alhamdulillah YJI Kota Bogor perdana di 27 kota/kabupaten,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pusat Kesehatan Jantung Provinsi Jabar, Komar Hanifi mengapresiasi pengurus YJI Kota Bogor yang baru dilantik.
Penyakit kardiovaskuler seperti jantung setiap tahun terus meningkat dan menempati peringkat tertinggi penyebab kematian di Indonesia terutama pada usia-usia produktif.
Prevalensi penyakit jantung koroner di Jawa Barat sebesar 1,6 persen dari jumlah populasi yang artinya ada 80 ribu jiwa warganya yang memiliki penyakit jantung.
“Sangat banyak prevalensi penyakit jantung di Jawa Barat. Sementara di Indonesia hanya 1,5 persen, artinya Jawa Barat lebih tinggi dari angka nasional, dan Jawa Barat menempati 9 tertinggi jumlah penderita penyakit jantung,” paparnya.
Selain itu, data Riskesdas menunjukkan prevalensi penyakit jantung koroner pada tahun 2018 menunjukan prevalensi 15 dari 1.000 orang atau 4,2 juta orang secara angka nasional menderita penyakit jantung.
“Data lain menyebutkan 14,4 persen penyebab kematian di Indonesia adalah penyakit jantung koroner, dan ini sangat dipengaruhi gaya hidup, merokok, dan pola makan yang tidak baik sebagai kontributor utama penyebab penyakit jantung,” ungkap Komar.
Baca juga: Kegep Jual Miras Oplosan, Warung Kelontong di Alun-alun Kota Bogor Diacak-acak Polisi
Karenanya, dengan kehadiran KJI Kota Bogor diharapkan akan membantu akselerasi kesehatan warga di Kota Bogor khususnya dalam mencegah morbilitas dan mortalitas penyakit jantung.
“Tentunya ketercapayan morbilitas dan mortalitas jantung di Kota Bogor akan membantu menurunkan angka di Jawa Barat dalam upaya menurunkan angka pesakitan dan kematian akibat penyakit jantung,” ucapnya.
Selain menjadikan visi YJI sebagai pelopor gaya hidup sehat, juga terus mensosialisasikan agar masyarakat Kota Bogor dapat menyeimbangkan gizi, dan mengkonsumsi rendah kalori, rendah asupan lemak
Lalu mengurangi konsumsi garam, fast food, dan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.
“Kami meminta agar berupaya seoptimal mungkin menurunkan morbilitas dan mortalitas melalui kegiatan preventif penggerakan masyarakat melakukan aktivitas olah raga, seperti senam jantung sehat, senam lansia jantung sehat, jalan santai jantung sehat, dan sepeda santai kegiatan lainy yang menghindari stres,” tukasnya.(ded)
Editor: Rany