Merdeka.com – Jemaah haji gelombang pertama akan terbang perdana ke Tanag Air pada tanggal 15 Juli besok. Ada enam kloter pertama yang akan diberangkatkan dari Bandara King Abdulaziz Internasional Airport (KAIA), Jeddah.
Sesampainya di Tanah Air, jemaah diminta terus memantau kesehatan. Terhitung sejak hari pertama tiba hingga 21 setelahnya.
Jika mengalami gangguan kesehatan, jemaah diimbau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi mengingat pandemi masih melanda Tanah Air.
“Jemaah haji yang dinyatakan sehat saat kedatangan ke Indonesia tetap akan dipantau kesehatannya. Jemaah dipantau di daerah masing-masing selama 21 hari oleh dinas kesehatan masing masing. Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan, diharapkan agar segera melapor ke faskes setempat,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS, di Makkah, Rabu (13/7).
Pemantauan ini dimaksudkan sebagai deteksi dini terhadap penyakit menular. Seperti Covid-19, Mers-Cov, Meningitis, polio, dan penyakit yang berpotensi menimbulkan Public Health Emergency of International Concern (PHEIOC).
Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. HK.02.02/C/2782/2022 Tentang Pemeriksaan dan Pengawasan Jemaah Haji di Embarkasi dan Debarkasi
Budi menambahkan, untuk jemaah yang akan pulang ke Tanah Air nantinya akan dibekali dengan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah haji (K3JH). Jika dalam kurun waktu 21 hari masa pemantauan terdapat demam atau gejala sakit lainnya, maka jemaah segera ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JH.
“Tentunya selama 21 hari jika timbul gejala sakit, jemaah harus segera lapor dan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JH,” jelas Budi.
“Tetapi apabila dalam kurun waktu 21 hari gejala penyakit tidak muncul, maka jemaah tetap diminta untuk menyerahkan K3JH kepada puskesmas terdekat,” sambung Budi.
dr. Budi berpesan kepada jemaah haji agar tetap Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) sepulangnya dari Tanah Suci. Seperti istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang bergizi, dan jaga kebersihan selama proses pemantauan kesehatan.
“Untuk memastikan jemaah tetap sehat sekembalinya ke Tanah Air.” ujar Budi.
Budi menjelaskan, sebenarnya setibanya jemaah haji di Bandara Internasional (debarkasi) akan langsung dilakukan skrining kesehatan. Seperti pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jemaah di asrama haji debarkasi.
Apabila didapati jemaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan test antigen. Apabila hasil reagen menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain skrining kesehatan, Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan posko kesehatan di bandara untuk pelayanan rawat jalan, emergency, dan rujukan. Selain itu juga menyediakan mobil ambulans dan tenaga medis sebagai antisipasi terhadap penyakit menular.
Kemenkes juga menyiapkan sistem surveilans kesehatan terhadap jemaah haji Indonesia yang tiba di tanah air bersama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota. [ray]
Baca juga:
Jemaah Haji RI Diminta Tak Coba-Coba Bawa Zamzam ke Bagasi, Ternyata Ini Bahayanya
Puluhan Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar
Enam Kloter Jemaah Haji Pulang pada 15 Juli 2022, Ini Waktu Tibanya di Tanah Air
Seluruh Jemaah Sudah di Makkah, Bus Shalawat Kembali Beroperasi
Dapat Ganti Rugi Pembangunan Tol, Warga Satu Kecamatan di Aceh Tamiang Daftar Haji
Advertisement
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami
Siap-Siap, Naik Pesawat di Bandara-Bandara ini Bakal Lebih Mahal Mulai Besok
Begini Modus Pegawai BPN 'Nakal' Gandeng Mafia Tanah Serobot Lahan Warga
Dilema Irjen Ferdy Sambo, Antara Kasus Pelecehan dan Anak Buah Tewas di Rumah Dinas
Pilpres 2024, Manuver Demokrat Mencari Partai Sefrekuensi
OKU Timur Sumsel Siaga Karhutla
DPR Saran Kadiv Propam Dinonaktifkan selama Pengusutan Kasus Baku Tembak Anak Buah
Syarat Parpol Gabung KIB: Asal Tak Minta Jatah Cawapres
Survei Indopol Cawapres Potensial: Anies, Ganjar, Ridwan Kamil dan Prabowo
3 Polisi Intimidasi Jurnalis di Sekitar Rumah Kadiv Propam, Pimpinan Minta Maaf
Satpam Sebut CCTV Kompleks Rumdin Kadiv Propam Rusak Tersambar Petir
Nikita Mirzani 2 Kali Mangkir Panggilan Polisi, Pakar: Harusnya Sudah Bisa Ditahan
Korlantas Polri Usul Biaya Balik Nama Kendaraan Gratis, Ini Penyebabnya
Truk Tangki Seruduk Trailer di Tol Merak-Jakarta, Satu Orang Tewas
Jokowi Tunjuk Mahfud MD Jadi Plt Menpan-RB
Update 15 Juli 2022: Bertambah 3.331 Kasus Covid-19 Baru
Jamaah Haji Kloter 1 Debarkasi Solo Mendarat di Adi Soemarmo Malam ini
Survei Indopol: Elektabilitas Ganjar, Anies, Andika dan Puan Meningkat
Soal Kursi Menpan RB, PDIP: Ada Ganjar, Olly dan Hasto
Masih Berduka, Airlangga Sebut Koalisi Belum Bahas Pengganti Tjahjo Kumolo
Mengenang Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Sosok Kakek yang Hangat dan Dekat dengan Cucu
Daftar PR Menteri Baru Jokowi
Luhut Bongkar Rahasia, Kisah di Balik Jokowi Sering Merotasinya Sebagai Menteri
Momen Jokowi Lupa Sapa Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto di Sidang Kabinet Paripurna
Daftar PR Menteri Baru Jokowi
Cerita Reshuffle Kabinet Jokowi
Survei Indopol: Kepercayaan Publik Terhadap Jokowi Merosot 6,51 Persen
Pesan Jokowi ke Perwira Muda TNI-Polri: Terus Kawal Pancasila dan NKRI
Jokowi Minta Perwira TNI-Polri Baru Dilantik Kuasai Teknologi Masa Depan
Jokowi Anugerahkan Adhi Makayasa kepada 4 Lulusan Terbaik TNI-Polri
Update 15 Juli 2022: Bertambah 3.331 Kasus Covid-19 Baru
Pemerintah Terapkan Skrining Berlapis saat Kepulangan Jemaah Haji
Satgas: BOR RS Rujukan Covid-19 Konsisten Naik Sepekan Terakhir
Jokowi Tanya Potensi BBM Naik jika APBN Tak Kuat Subsidi, Ini Jawaban Pedagang Pasar
Menghapus Subsidi BBM yang Tinggal Janji
Sri Mulyani: Harga Pangan Bakal Terus Melonjak Hingga Akhir 2022
Ukraina Minta Orang Kaya Rusia Ganti Rugi Pembangunan Imbas Perang
Advertisement
Advertisement
"Kalau Perlu Kami akan Bertahan di Sini Bertahun-Tahun, Sampai Presiden Turun"
Kontroversi Jejak Cinta Raden Brotoseno Hingga Dipecat dari Polri
Sang Pahlawan Perang yang Berujung Jadi Pelarian Memalukan