Merdeka.com – Jemaah haji Indonesia gelombang pertama terus mendatangi Madinah, Arab Saudi. Kedatangan jemaah haji gelombang pertama akan berlangsung sampai tanggal 18 Juni mendatang.
Jemaah haji Indonesia ditempatkan di sejumlah hotel di wilayah Markaziyah saat berada di Madinah. Wilayah ini memang kompleks perhotelan yang jaraknya cukup dekat dengan Masjid Nabawi.
Salah satu hotel yang menjadi tempat menginap para jemaah adalah Hotel Pullman Zam-Zam Madinah. Ada empat kloter atau lebih kurang 1.300 jemaah akan menempati hotel bintang lima ini.
“Empat kloter yakni JKS, SUB 2 kloter dan BTH. Total 1.300 jemaah,” kata Kasie Akomodasi Madinah Ichsan Faisal kepada Media Center Haji (MCH) di Madinah, Selasa (13/6).
Di hotel ini tersedia 507 kamar dengan 4 bed per kamar. Dikarenakan hotel tersebut bintang lima, kata Ichsan, tentunya fasilitas yang disediakan standar internasional, termasuk kamar supermewah.
“Alhamdulillah kita bisa tempatkan jemaah di sini. Hotel standar pelayanan internasional, fasilitas rata-rata standar internasional bintang lima,” katanya.
Kelebihan lain dari hotel ini, jarak ke Nabawi cukup dekat. Lebih kurang 50 meter. Hotel juga memiliki banyak lift sehingga memudahkan jemaah yang akan melakukan aktivitas keluar menuju ataupun setibanya dari Masjid Nabawi.
“Alhamdulillah hotel ini lift banyak dan sangat hightech. Insyaallah pengaturan naik turun jemaah cukup aman,” katanya.
“Dan petugas stand by ada empat orang dikali 4 kloter. Kalau petugas lainnya ada petugas sektor tiga karena hotel ini ada di wilayah sektor 3,” tutup Ichsan. [yan]
Baca juga:
Pria Ini Bersepeda hingga Arab Saudi selama 7 Bulan Lebih, Demi Naik Haji
Cerita Jemaah Haji Kakinya Melepuh karena Kehilangan Sandal di Masjid Nabawi
Seorang Jemaah Haji Asal Lamongan Meninggal karena Gangguan Irama Jantung
Data Pasien di Klinik Kesehatan Haji Indonesia Madinah: 35 Orang Dirawat Inap
Banyak Jemaah Haji RI Tak Tahu Arah Pulang ke Hotel, Ini Tips agar Tidak Tersesat
Jemaah Haji Indonesia Diingatkan Tak Berfoto Bawa Spanduk di Masjidil Haram
Advertisement
Ichsan menekankan, penempatan empat kloter jemaah di Hotel Pullman Zam-Zam Madinah bukan karena hal-hal tertentu. Dia pastikan, jemaah yang menginap di Hotel Pullman Zam-Zam Madinah membayar sama dan mendapatkan katering yang sama. Dia juga menegaskan, tidak ada layanan lain yang bisa dinikmati jemaah di hotel tersebut selain layanan kamar.
“Jadi kita tempatkan bukan like dislike atau berbasis kedekatan. Tapi sesuai jadwal kedatangan dan ketibaan kloter,” kata Ichsan.
“Bayaran sama, tidak ada perbedaan, standar konsumsi juga sama dapat layanan juga seksi katering dalam bentuk nasi boks. Dan ini hanya kamar saja, layanan lainnya tidak,” tegas Ichsan.
Di kesempatan yang sama, Ichsan menjelaskan bagaimana proses penempatan jemaah saat berada di Madinah. Menurutnya, ada dua sistem yang dipakai pertama sistem full musim. Artinya, penginapan yang disewa dari awal sampai akhir untuk jemaah haji Indonesia reguler. Tidak ada jemaah lain termasuk jemaah haji khusus Indonesia.
Sistem lainnya yang dipakai adalah model blocking time. Yang artinya, penginapan disewa dengan memesan kamar di waktu tertentu bekerja sama dengan Majmuah. Majmuah adalah pihak yang ditunjuk Saudi untuk membantu pengaturan akomodasi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah. 
“Kebetulan hotel bintang kita pakai sistem blocking time, kita kerja sama dengan majmuah. Majmuah ini kita sediakan hotel yang kita sewa yang kebetulan pada tanggal hari ke 9,10,11 kedatangan itu masuk blocking time,” katanya
Ichsan mencontohkan penginapan yang didapat jemaah kloter JKS 13 di Pullman Zam-Zam Madinah.
“Kenapa dapat di Pullman, karena hotel yang tersedia saat itu dan bertepatan dengan jadwal kedatangan jemaah adalah Pullman. Jadi blocking time itu ketersediaan hotel mana yang kosong dan pas dengan kedatangan jemaah itu.”
“Jadi kalau mungkin sistem itu persepsi khalayak seperti dibedakan, padahal tidak. Karena penempatan jemaah di Madinah itu berdasarkan jadwal kedatangan dan keberangkatan,” tegas Ichsan.
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami
Mengenal Mata Uang Digital, Kripto Legal dari Bank Sentral
Penampakan Rumah Pensiunan Jenderal Polisi yang Dikuasai Preman
Daftar 10 Kota Besar Terbaik Dunia 2022
Mengungkap Keterlibatan Gereja Unifikasi dalam Motif Pembunuhan Shinzo Abe
Polisi Deteksi Penggalangan Dana Tebusan untuk Simpatisan Anak Kiai Jombang
Menag: Fasilitas Armuzna Cukup Baik, tapi Belum Sesuai Ekspektasi
Pemilu 2024, PDIP: Lebih Berat Karena Tanpa Dukungan Petahana
Kapolri Bentuk Tim Khusus Usut Polisi Tembak Polisi di Rumdin Irjen Ferdy Sambo
BNN Benarkan 3 Oknum TNI Ditangkap Terkait Penyelundupan Narkoba
PDIP: Kalau Ganjar Maju dari Partai Lain, Dapat 30 Persen di Jateng Sudah Hebat
Tangis Haru Warnai Serah Terima Siswa Baru SMKN Jawa Tengah Pati
Lagi, Polres Jakbar Gerebek Kampung Boncos
Jokowi Ingin Santri Ponpes Shiddiqiyyah Jombang Dapat Trauma Healing
Ajudan Tak Mendampingi Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Ini Jawaban Polisi
JPU Diminta Konfrontir Saksi Ngaku Terima Gratifikasi Hakim Itong
Soal Kursi Menpan RB, PDIP: Ada Ganjar, Olly dan Hasto
Masih Berduka, Airlangga Sebut Koalisi Belum Bahas Pengganti Tjahjo Kumolo
Mengenang Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Sosok Kakek yang Hangat dan Dekat dengan Cucu
Daftar PR Menteri Baru Jokowi
Luhut Bongkar Rahasia, Kisah di Balik Jokowi Sering Merotasinya Sebagai Menteri
Momen Jokowi Lupa Sapa Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto di Sidang Kabinet Paripurna
Daftar PR Menteri Baru Jokowi
Cerita Reshuffle Kabinet Jokowi
Jokowi Ingin Santri Ponpes Shiddiqiyyah Jombang Dapat Trauma Healing
CEK FAKTA: Hoaks Mata Uang Pecahan Rp100 Bergambar Jokowi
Mahfud MD: Kalau KPK Gagal, Orang Nyorot ke Presiden Jokowi
Edy Rahmayadi: Konflik Lahan Pertanahan Terbesar di Sumatera Utara
16 Persen Tempat Tidur Rujukan Pasien Covid-19 di Jakarta Terpakai
Update Kasus Covid-19 Hari Ini 12 Juli 2022
Kasus Covid-19 Meningkat, Pempov DKI masih Terapkan PTM
Jokowi Tanya Potensi BBM Naik jika APBN Tak Kuat Subsidi, Ini Jawaban Pedagang Pasar
Menghapus Subsidi BBM yang Tinggal Janji
Putin Keluarkan Dekrit Permudah Prosedur Orang Ukraina Jadi Warga Negara Rusia
Presiden Volodymyr Zelenskiy Pecat Lima Dubes Ukraina
Advertisement
Advertisement
Junta Myanmar Kian Otoriter, Kota-Kota Dipasangi CCTV Pengenal Wajah Buat Awasi Warga
Menelisik Ikan Terkuat Hadapi Limbah Keok di Sungai Kali Baru Kramat Jati
Muslim Ukraina Rayakan Iduladha: Kami Berdoa Agar Menang Perang Lawan Rusia

source