Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril menyebut menurut data Kemenkes RI per Rabu (6/7/2022) total subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia sudah mencapai 1.688 kasus.
“Total kasus BA.4 134 kasus, total kasus BA.5 sudah 1.554 kasus,” terang Syahril saat dihubungi detikcom Jumat (8/7/2022).
Ia berpesan agar masyarakat segera menerima vaksin COVID-19 dosis ketiga atau vaksinasi COVID-19 booster. Seperti diketahui, subvarian Omicron baru BA.4 dan BA.5 ditemukan pada 80 persen hasil genome sequencing dari total kasus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut data Kemenkes RI yang diterima detikcom pada Selasa (5/7), mengacu pada manifestasi klinis per 4 Juli pasien subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, sebagian besar kasus bergejala. Sebagian besar pasien sudah menerima vaksin COVID-19 lebih dari dua dosis.
Adapun dari laporan sebelumnya, gejala paling banyak dikeluhkan pasien subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 adalah batuk. Lebih lengkapnya, berikut ciri-ciri gejala Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia.
NEXT: Ciri-ciri Omicron BA.5