Jakarta, 02/06/2022 Kemenkeu – Indonesia melalui Kementerian Keuangan RI dan Kementerian Kesehatan RI melanjutkan penyelenggaraan Pertemuan G20 Joint Finance and Health Task Force (JFHTF) ke-4 secara virtual pada tanggal 31 Mei 2022. Pertemuan tersebut dihadiri Staf Ahli Menteri Keuangan RI Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Wempi Saputra dan Sekretaris Jenderal Menteri Kesehatan RI Kunta Wibawa yang bertindak sebagai co-chair Indonesia. Hadir pula Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan Italia selaku Ketua Bersama JFHTF.
Dalam pembukaannya, Wempi Saputra memberikan pemaparan mengenai agenda yang telah dibahas bersama seluruh anggota G20 sekaligus menyampaikan pidato pembukaan.
"Pertemuan ini adalah pertemuan terakhir kami menjelang pertemuan pertama FHTF tingkat Menteri pada bulan Juni dan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral berikutnya pada bulan Juli. Oleh karena itu, pertemuan hari ini merupakan tonggak penting dalam menyampaikan mandat dan memastikan dunia lebih siap untuk menghadapi pandemi berikutnya," jelas Wempi.
Salah satu pokok bahasan diskusi dalam pertemuan ini yaitu Proposal Dana Perantara Keuangan (Financial Intermediary Fund/FIF) untuk pencegahan, kesiapsiagaan dan respon (prevention, preparedness, and response/PPR) pandemi. Proposal ini merupakan salah satu isu yang perlu dibicarakan lebih lanjut dari hasil pertemuan JFHTF ketiga.
Mengenai perkembangan Dana Perantara Keuangan Bank Dunia atau FIF untuk PPR Pandemi, Pemerintah Indonesia merencanakan untuk turut berkontribusi, mengingat begitu pentingnya FIF sebagai bentuk konkret keluaran G20 yang juga memperkuat komitmen Indonesia sebagai Presidensi G20.
“Indonesia dapat memanfaatkan pendanaan yang tersedia di FIF untuk PPR pandemi sehingga dapat menerima manfaat langsung dari kontribusi yang akan dibayarkan untuk mendukung transformasi sektor kesehatan di Indonesia,” ujar Wempi.
Selain topik tersebut, isu lainnya yang menjadi pembahasan adalah update mengenai evolusi arsitektur kesehatan global dan kontribusi G20, serta pembentukan pengaturan koordinasi keuangan dan kesehatan untuk PPR pandemi.
Hasil dari pertemuan yang dihadiri oleh seluruh anggota G20, negara undangan, serta organisasi internasional, seperti Badan Kesehatan Dunia (WHO), Bank Dunia (WB), dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) akan menjadi bahan masukan pada Pertemuan Tingkat Menteri Keuangan dan Kesehatan yang akan diselenggarakan pada bulan Juni. Selain itu, hasil pertemuan ini juga akan menjadi bahan diskusi dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (3rd FMCBG meeting) yang akan diselenggarakan Juli mendatang. (ad/dep/hpy)