Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022
Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Selasa 03 May 2022 08:44 WIB
Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Polisi Ethiopia menggunakan gas air mata untuk membubarkan pemuda Muslim selama sholat Idul Fitri di Addis Ababa
REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA — Polisi Ethiopia menggunakan gas air mata untuk membubarkan pemuda Muslim selama sholat Idul Fitri di Addis Ababa pada Senin (2/5/2022). Insiden itu terjadi di luar stadion internasional Meskel Square ketika beberapa jemaah tidak bisa masuk karena stadion penuh.
Seorang anggota Dewan Tinggi Urusan Islam Addis Ababa mengatakan penyebab konfrontasi tidak jelas. Namun dikutip dari Aljazirah, ketegangan meningkat di negara itu setelah kematian sedikitnya 20 orang bulan lalu di Gondar, sebuah kota di wilayah barat laut Amhara. Seorang Muslim diserang oleh ekstremis Kristen bersenjata berat.
Seorang polisi menembakkan gas air mata ke arah kerumunan, menurut pejabat, kondisi itu terjadi karena tidak disengaja. “Polisi itu dievakuasi oleh polisi lain, tetapi orang-orang terkejut dan beberapa mulai meneriakkan slogan-slogan … situasi menjadi tidak terkendali,” ujarnya.
Polisi Addis Ababa mengeluarkan pernyataan yang mengatakan kerusuhan telah disebabkan oleh beberapa orang dan menyebabkan kerusakan properti, tetapi ketertiban sekarang telah dipulihkan. “[Polisi] meminta masyarakat untuk tetap tenang,” katanya.
Para pengunjuk rasa yang melempar batu memecahkan jendela di museum nasional di Meskel Square sebelum ketenangan kembali pulih. Pejabat Addis Ababa mengatakan,  salat Idul Fitri telah berlangsung di kota itu setiap tahun sejak berakhirnya pemerintahan Derg militer-Marxis pada 1991.
“Ini adalah pertama kalinya insiden seperti itu terjadi,” kata pejabat itu.
Pejabat setempat mengatakan, umat Islam yang menghadiri shalat Idul Fitri tersebut tidak bersenjata, karena semua orang digeledah oleh polisi sebelum memasuki tempat tersebut. “Muslim ingin perayaan ini berlalu dengan damai,” kata pejabat itu.
Ethiopia merupakan negara dengan campuran etnis yang heterogen. Penduduk negara ini  mayoritas Kristen sementara sekitar sepertiga dari populasi adalah Muslim.
Dapatkan Update Berita Republika
Lima Kebiasaan yang Perlu Dihindari Setelah Berusia 40 Tahun
Kompres Dingin atau Panas, Mana yang Terbaik Saat Cedera?
Ikan Terbaik untuk Kesehatan Otak
4 Makanan-Minuman Ini Bisa Picu Kebutaan Total
Kelelahan Saat Bagun Pagi Bisa Jadi Gejala Kanker
Timur Tengah

Belum diketahui siapa aktor di balik pembunuhan kolonel Garda Revolusi Iran
Kurusetra

Panitia salah memberikan amplop.
Kota Bandung

Pelaku dan korban sebelumnya sudah saling mengenal.
Umum

Empat orang meninggal akibat bus pariwisata menabrak bangunan di Panumbangan Ciamis.
Jawa Barat

Peternak di kota Bandung telah menyetok hewan ternak sejak Februari lalu
5 PHOTO
5 PHOTO
6 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
Senin , 23 May 2022, 04:05 WIB
Ahad , 22 May 2022, 18:36 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source