Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022
Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022
Kamis 28 Apr 2022 03:28 WIB
Rep: Rossi Handayani/ Red: Agung Sasongko
Muslim India menunggu untuk berbuka puasa pada hari pertama bulan suci Ramadhan di Masjid Jama di New Delhi, India, Ahad, 3 April 2021.
REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI — Jurnalis, presenter berita India, Karan Thapar memaparkan bagaimana menjadi seorang muslim di India.
“Bagaimana rasanya menjadi seorang Muslim di India saat ini? Sebenarnya, izinkan saya memperbaikinya. Saya tidak berbicara tentang orang kaya, berpengaruh, atau berpendidikan tinggi. Saya secara khusus mengacu pada Muslim miskin dan, seringkali, buta huruf, yang memiliki sedikit dukungan selain dari apa yang dapat mereka berikan untuk diri mereka sendiri. Mereka adalah mayoritas. Bagaimana rasanya menjadi salah satu dari mereka?,” kata Thapar dilansir dari laman the News pada Rabu (27/4/2022).
Thapar melanjutkan, dalam beberapa bulan terakhir mereka telah mendengar seruan untuk melakukan genosida dan pembersihan etnis. Dituduh terkait dengan kerusuhan, rumah mereka telah dihancurkan, dan lainnya. Bahkan para janda, yang merupakan penerima manfaat dari program pemerintah, Pradhan Mantri (PM) Awas Yojna, telah menderita. Anak-anak mereka yang masih kecil telah ditahan karena mendengarkan lagu-lagu Pakistan.
“Ini sama sekali bukan daftar yang lengkap. Ini hanyalah kumpulan hal-hal yang terpikir oleh saya ketika saya mulai menulis. Penelitian yang tepat akan menghasilkan lebih banyak lagi. Pertanyaannya adalah bagaimana rasanya jika ini terjadi pada Anda?,” kata Thapar.
“Bagian yang benar-benar aneh adalah, terlepas dari perlakuan tercela ini, banyak dari kita menganggap Muslim ‘ditenanangkan’. Andai kita tahu faktanya. Yang benar adalah bahwa di hampir setiap bidang representasi Muslim jauh di bawah proporsi populasi mereka. Sejauh tahun 2006, Komite Sachar menetapkan bahwa dalam hal ekonomi dan sosial Muslim lebih buruk daripada kasta dan suku yang dijadwalkan,” lanjut Thapar.
Dapatkan Update Berita Republika
Charta Politika Lihat Kode Jokowi Soal 2024, Ini Katanya…
Politisi Golkar: Kami Kehilangan Sosok Fahmi Idris
Pesan Erick Thohir ke Relawan Jokowi: Jangan ke Mana-Mana
Survei SMRC: Kebebasan Sipil Indonesia Memburuk
AHY Harap Demokrat Jabar Kembali Berjaya pada Pemilu 2024
Sains Trendtek
Palung Mariana berada pada kedalaman lebih dari 10 ribu meter.
Hikmah
Tidak ada jalan lain kecuali bersabar dalam menghadapi ujian keimanan.
Info Sehat
Usia 40 tahun kerap dianggap sebagai babak baru dalam hidup.
Sosial
Perempuan itu harus literat karena perempuan adalah tiang peradaban.
Situs Islam
Makam Baqi ada di Madinah.
5 PHOTO
5 PHOTO
6 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
Senin , 23 May 2022, 04:05 WIB
Ahad , 22 May 2022, 18:36 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved
source