Gabung dengan Kami
Hidayatullah.com–Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta memberi klarifikasi terkait laporan bahwa 149 tenaga kerja Indonesia (TKI) meninggal dunia di Pusat Tahanan Imigrasi (DTI) Sabah. Kedubes Malaysia menyebut bahwa angka tersebut tak sepenuhnya benar.
Melalui pernyataan di jejaring sosial pada Selasa (28/6/2022), Kedubes Malaysia menyebut bahwa angka 149 buruh itu tak semuanya warga Indonesia.
“[Angka] 149 adalah jumlah keseluruhan warga negara asing (WNA) yang meninggal dunia sejak 2021 hingga bulan Juni 2022,” demikian pernyataan resmi Kedubes Malaysia.
Lebih rinci mereka menerangkan, 18 tahanan WNI dilaporkan meninggal dunia sepanjang 2021. Mereka terdiri dari 17 lelaki dan 1 perempuan.
Pada Januari hingga Juni 2020, tercatat tujuh WNI meninggal, yaitu enam laki-laki dan satu perempuan.
Kedutaan Besar Malaysia lantas meminta maaf atas kekeliruan di dalam keterangan sebelumnya.
Berita ini menjadi sorotan setelah Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) merilis laporan yang bertajuk “Seperti di Neraka: Kondisi Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia” pada pekan lalu.
Dalam laporan tersebut, KBMB mengutip data yang mereka klaim didapat dari Kedutaan Malaysia di Jakarta. Berdasarkan data itu, total 149 TKI meninggal di DTI Malaysia.
Secara rinci, laporan itu mencatat 101 WNI meninggal pada 2021. Pada Januari hingga Juni 2022, sebanyak 48 WNI meninggal di seluruh pusat tahanan imigrasi.
Di laporan itu, tertuang pula soal kondisi kesehatan buruh, pengalaman penyiksaan, dan buruh migran yang keguguran.
Menyikapi laporan tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono, membantah laporan 149 buruh migran asal RI tewas di DTI.
“Itu yang di Sabah, kalau data yang kita punya dan hasil verifikasi dengan imigrasi dari empat depot selama 2020 sampai 2022, yang meninggal itu 27,” kata Hermono, dilansir CNN Indonesia.
Hermono juga membantah buruh migran Indonesia mengalami penyiksaan selama di tahanan imigrasi Malaysia. Namun, ia mengonfirmasi bahwa kondisi sanitasi di DTI memang buruk.
“Nah, kalau memang kekurangan alat sanitasi itu benar, dan selama ini KBRI mengirimkan seperti sabun, sampo,” ujar dia lagi.
Terkait laporan tersebut, Kementerian Luar Negeri RI telah buka suara. Mereka mengatakan akan menindaklanjuti laporan itu ke pihak terkait. Jika data itu terkonfirmasi, pemerintah akan melakukan tindak lanjut secara bilateral.*
Rep: Fida A.
Editor: –
Kontroversi Mahathir Ingin Klaim Kepri, Muhammadiyah Minta Malaysia – Indonesia Tinggalkan Konflik Lampau
Pakar Yerusalem Islam: Semua Ilmuwan Berbagai Latar Belakang Perlu Duduk Bersama Mengkaji Baitul Maqdis
Ramai Hoaks Daftar 180 Penceramah Radikal, Pengamat Terorisme Kritik Sikap Ambigu BNPT
Pemerintah Targetkan Pembayaran Ganti Rugi Wadas Rampung Sebelum Idul Fitri
MUI Yakin Idul Fitri Bisa Serentak
Forum Pemuda Lintas Agama: Myanmar Bisa Belajar Keberagaman dari Indonesia
Subur dan Isteri-isterinya Bisa Terancam Lima Tahun Penjara
Video Ceramah Soal Wayang Jadi Kontroversi, Khalid Basalamah Beri Klarifikasi
Asep ‘Melawan’ Asap di Riau
Xi Jinping: Satu Negara Dua Sistem akan Dipertahankan di Hong Kong
Gigi Emas Pahlawan RD Kongo Patrice Lumumba Dikuburkan 60 Tahun Setelah Pembunuhannya
Penduduk Australia Dulu 90% Kristen Sekarang 44%
Gay Pedofil Dihukum Rajam di Bauchi Nigeria
Holywings Digugat Rp 100 Miliar Buntut Promosi Miras Pakai Nama Muhammad
Viral Produk Makanan Berlabel Halal Mengandung Alkohol, MUI Beri Penjelasan
Penghapusan Mejelis Syura Mesir Disetujui Komite Konstitusi
PKS: Pemerintah Harus Berikan Dukungan Dana bagi Pesantren
Diduga Nodai Agama, Ge Pamungkas Dilaporkan FUIB
Rumah Sakit Suriah Bawah Tanah untuk Menghindari Serangan Rusia
Bangsa Indonesia Peduli Palestina
Dinasti Bush Kembali Masuk Di Panggung Politik Amerika
Protes di Istanbul atas Keputusan Charlie Hebdo Kencetak Ulang Kartun Mengolok Nabi Muhammad
Pejuang Palestina Pukul Mundur ISIS dari Kamp Yarmuk
UEFA Diprotes karena Tidak Sensitif Soal Palestina
Saat Sidang Bertanya soal Sepatu dan Gorengan, PH Ahok Dinilai tak Fokus
Janin 8 Bulan Tewas karena Peluru Sniper Assad Menembus Otaknya
Mesir Menolak Perjalanan Tokoh Hamas
Khutbah Jumat: Hikmah dan Keutamaan Berkurban
Buya HAMKA dan Perbedaan Idul Adha
Perbedaan Hari Raya Idul Adha, Muhammadiyah Usulkan Kalender Hijriyah Global
Kisah Buya Hamka dan Seputar Pelaksanaan 2 Hari Raya Idul Adha di Indonesia
Viral Video Wanita Berhijab Makan Babi dan Pertanyakan Dalil, KH Luthfi Bashori: Jamannya Modus