Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022
Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Jumat 01 Jul 2022 00:15 WIB
Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani
Sejumlah orang yang tergabung dalam koalisi buruh migran berdaulat melakukan aksi di depan kantor Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). Dalam aksinya mereka memprotes pihak Malaysia terkait penyiksaan dan kematian Buruh Migran dalam Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia.Prayogi/Republika
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI telah mempelajari laporan Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) 2022 dengan judul “Seperti di Neraka: Kondisi di Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia.” Laporan itu memuat bahwa 18 buruh migran meninggal dunia di tahanan imigrasi Sabah, Malaysia.
Para WNI juga dilaporkan ditangkap karena melanggar aturan imigrasi dan diduga ditahan dalam kondisi yang tidak layak. Kesehatan para migran dilaporkan oleh KBMB tidak bisa melakukan pengobatan lantaran tak ada akses ke kesehatan.
Kemenlu RI menghargai KBMB dalam upaya ikut melindungi WNI di luar negeri. Pemerintah dalam hal ini segera memproses laporan ini.
“Pemerintah memberikan perhatian yang sangat serius laporan tersebut dengan segera menindaklanjutinya kepada otoritas dan pihak-pihak terkait,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Teuku Faizasyah dalam press briefing secara virtual, Kamis (30/6/2022).
Faizasyah mengatakan, perwakilan RI di Malaysia telah melakukan tinjauan ke Sabah tempat imigrasi tersebut. Salah satu perkembangannya hingga kini bahwa perwakilan RI sudah melakukan pertemuan dengan otoritas Sabah dan sudah mendapatkan konfirmasi.
“Ada data klarifikasi, WNI yang meninggal dari 2021 – 2022 adalah 15 orang. Namun di luar itu menjadi perhatian pemerintah, harapan lebih baik penanganan WNI kita berbagai permasalahan memulangkannya,” ujar Faizasyah.
Pihak Kemenlu RI juga telah menghubungi KBMB untuk memperoleh data rinci WNI/PMI yang dinyatakan meninggal di rumah tahanan imigrasi di Sabah serta data para deportan yang mengalami penganiayaan selama berada di Depot Tahanan Imigresen (DTI) di Sabah. Dari pertemuan yang dilakukan pejabat dengan pihak imigrasi pemerintah menggarisbawahi untuk memperhatikan kesehatan dan keselamatan WNI.
“Sementara itu, Dubes RI di Kuala Lumpur langsung ke wilayah Sabah untuk melakukan pendalaman dan membahas laporan dari KBRI dengan pihak-pihak terkait di malaysia. Setelah pertemuan ini mudah-mudahan akan mendapatkan keterangan yang lebih komprehensif,” tandas Faizasyah.
Dapatkan Update Berita Republika
Kasus Harian Covid-19 Melonjak, Tetapi Angka Kematian Tetap Kecil Melandai
Ahli Prediksi RI Menuju Gelombang Keempat Infeksi Kala WHO Ingatkan Pandemi Belum Berakhir
Kritik untuk Anies yang Dinilai Nyelonong Aja Mengganti Nama Jalan
Menakar Pro dan Kontra Legalisasi Ganja Medis
RUU DOB Papua Disahkan dan Kekecewaan Majelis Rakyat Papua
Umum

Favipiravir, Remdesivir, Regdanvimab, dan Molnupiravir telah mendapat izin dari BPOM.
Sumatra

Danau Maninjau salah satu danau prioritas nasional untuk direvitalisasi.
Nasional Infografis

25 persen dari populasi warga Jawa Tengah mengalami gangguan kejiwaan skala ringan.
Aplikasi

TikTok dikhawatirkan mengambil data warga AS.
Internet

Good Games Labs bertindak sebagai inkubator dari proyek-proyek rintisan.
3 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
5 PHOTO
3 PHOTO
Jumat , 01 Jul 2022, 00:08 WIB
Kamis , 30 Jun 2022, 20:04 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source