TEMPO.CO, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Jumat 3 Juni 2022 pukul 00.31 WIB.
Dalam situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan pusat gempa itu berada di darat yang berjarak 66 kilometer timur laut dari Luwu Utara. Titik gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer dan lokasinya berada pada 2,12 lintang selatan dan 120,55 bujur timur.
Menurut BMKG, kekuatan gempa yang dirasakan setara indikator Modified Mercalli Intensity (MMI) IV di wilayah Masamba, setara indikator MMI III di Luwu Timur dan MMI II Palopo.
Gempa berskala MMI IV diartikan bahwa gempa dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Gempa berskala MMI III dalam penjelasan BMKG bahwa gempa dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sedangkan gempa skala MMI II, getarannya dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Sesar Baribis merupakan salah satu zona sesar mayor di Jawa bagian barat yang mengikuti pola pulaunya
Top 3 Tekno Berita Kemarin, Minggu 26 Juni 2022, dimulai dari artikel tentang multiverse, konsep yang kian diperbincangkan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Moh Insaf menyatakan dampak Sesar Baribis yang dapat menimbulkan gempa perlu menjadi perhatian.
Pusat Studi Gempa Nasional tengah memutakhirkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017.
Riset terbaru ungkap implikasi sesar gempa Baribis yang terkunci di bagian barat. Untuk mitigasi, dipandang perlu ada skenario buruk.
Kota kelahiran BJ Habibie, Kota Parepare, memiliki sejarah panjang yang menarik. Termasuk berdirinya Monumen Cinta Sejati Ainun Habibie.
BMKG mengonfirmasi pergerakan Sesar Baribis yang terletak di selatan Ibu Kota terbukti aktif. Hal ini membuat Jakarta terancam gempa
Top 3 dunia pada 24 Juni 2022, perkembangan terbaru gempa bumi di Afghanistan yang menewaskan seribu orang.
Gempa susulan mengguncang Afghanistan pada Jumat, 24 Juni 2022, dengan lima korban tewas dikonfirmasi oleh Pemerintah Taliban.
Korban selamat dari gempa Afghanistan terpaksa harus bertahan di tengah hujan tanpa makanan, tempat tinggal, dan air.

source