Laporan wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYAKredivo, platform kredit digital terkemuka untuk konsumen retail di Indonesia baru-baru ini resmi berkolaborasi dengan 1000 Days Fund, lembaga non-profit yang fokus memberikan pendidikan pencegahan stunting.
Komitmen ini dilakukan melalui pendistribusian Poster Pintar ke setiap rumah tangga sebagai bentuk peningkatan kualitas kesehatan ibu sekaligus mencegah stunting pada anak di Daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) di Indonesia.
Di tahun 2022 sendiri, VP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari mengatakan bahwa Kredivo dan 1000 Days Fund berkomitmen untuk mendistribusikan 200.000 Poster Pintar, sebuah inovasi berupa materi edukasi terkait pentingnya 1000 HPK dan cara-cara pencegahan stunting.
Bahkan, lanjutnya, hingga saat ini, Poster Pintar tersebut telah disalurkan melalui program kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Kesehatan RI, dan Pemerintah Kabupaten setempat.
“Selain berkomitmen untuk membuka akses keuangan seluas-luasnya, Kredivo juga percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan akses dan kesempatan yang sama untuk merealisasikan hidup yang sehat dan bahagia, dimanapun mereka berada.
Baca juga: Hasil Riset Kredivo dan Katadata: Transaksi Digital Inklusif hingga Paylater Semakin Diminati
Kami senang dapat bekerjasama dengan 1000 Days Fund untuk mewujudkan salah satu inisiatif CSR perusahaan yang berfokus pada bidang kesehatan,” ujar Indina, Rabu (22/6/22).
Sementara itu, Ketua Yayasan 1000 Days Fund, Jessica Arawinda menambahkan, melalui dukungan Kredivo, pihaknya mampu mendukung ekosistem kesehatan di daerah 3T dengan melatih lebih dari 5.200 Kader Posyandu, serta menutup kesenjangan informasi kesehatan kepada lebih dari 100.000 pengasuh dan anak di pelosok Indonesia.
“Kami bersemangat bersama Kredivo dapat secara aktif membagikan solusi yang inovatif, hemat biaya, dan terukur untuk stunting.
Bersama-sama, kami memberikan peningkatan signifikan pada literasi kesehatan masyarakat sehingga dapat mengarahkan pengasuh pada pengambilan keputusan yang lebih baik dan sehat,” ungkap Jessica.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

source