JOMBANG – Permintaan DPRD Jombang agar pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk perbaikan jalan, belum bisa dipastikan. Selain masih dibahas dengan kalangan legislatif, perbaikan jalan juga melihat kemampuan P-APBD 2022 nanti.
Agus Purnomo Sekdakab Jombang menyampaikan pemerintah sebelumnya memang sudah membahas P-APBD 2022 yang akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan. Permintaan anggaran Rp 100 miliar untuk perbaikan jalan itu bisa saja teralisasi, dan bahkan alokasi anggarannya bisa lebih atau bisa juga tidak sebesar itu.
“Tentu kita akan bahas kembali dengan DPRD nanti,” terangnya. Karena itulah pelaksanaannya nanti, tetap melihat kemampuan keuangan P-APBD 2022. Apakah mencukupi untuk perbaikan jalan atau sebagian atau malah lebih. “Nanti bisa juga diambilkan dari Silpa,” bebernya.
Meski begitu, pada pembahasan lebih lanjut nanti menurutnya tidak boleh mengenyampingkan program lain bersifat urgen. Program infrastruktur lain itu semisal perbaikan gedung sekolah dan sarana pelayanan kesehatan. “Jadi mana nanti yang diprioritaskan segera dilakukan,” pungkas Agus.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi mendorong anggaran bersumber dari P-APBD 2022 difokuskan untuk pembangunan infrastruktur. Tidak tanggung-tanggung, alokasi yang diminta mencapai Rp 100 miliar untuk perbaikan jalan.
Masukan dari masyarakat banyak yang menghendaki perbaikan jalan. Untuk itu anggaran P-APBD 2022 nanti harus disiapkan paling sedikit Rp 100 miliar yang digunakan untuk perbaikan jalan rusak. Anggaran perbaikan jalan itu sangat rasional karena semua jalan kabupaten rusak sedang hingga berat. (yan/bin/riz)
JOMBANG – Permintaan DPRD Jombang agar pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk perbaikan jalan, belum bisa dipastikan. Selain masih dibahas dengan kalangan legislatif, perbaikan jalan juga melihat kemampuan P-APBD 2022 nanti.
Agus Purnomo Sekdakab Jombang menyampaikan pemerintah sebelumnya memang sudah membahas P-APBD 2022 yang akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan. Permintaan anggaran Rp 100 miliar untuk perbaikan jalan itu bisa saja teralisasi, dan bahkan alokasi anggarannya bisa lebih atau bisa juga tidak sebesar itu.
“Tentu kita akan bahas kembali dengan DPRD nanti,” terangnya. Karena itulah pelaksanaannya nanti, tetap melihat kemampuan keuangan P-APBD 2022. Apakah mencukupi untuk perbaikan jalan atau sebagian atau malah lebih. “Nanti bisa juga diambilkan dari Silpa,” bebernya.
Meski begitu, pada pembahasan lebih lanjut nanti menurutnya tidak boleh mengenyampingkan program lain bersifat urgen. Program infrastruktur lain itu semisal perbaikan gedung sekolah dan sarana pelayanan kesehatan. “Jadi mana nanti yang diprioritaskan segera dilakukan,” pungkas Agus.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi mendorong anggaran bersumber dari P-APBD 2022 difokuskan untuk pembangunan infrastruktur. Tidak tanggung-tanggung, alokasi yang diminta mencapai Rp 100 miliar untuk perbaikan jalan.
Masukan dari masyarakat banyak yang menghendaki perbaikan jalan. Untuk itu anggaran P-APBD 2022 nanti harus disiapkan paling sedikit Rp 100 miliar yang digunakan untuk perbaikan jalan rusak. Anggaran perbaikan jalan itu sangat rasional karena semua jalan kabupaten rusak sedang hingga berat. (yan/bin/riz)
PT JOMBANG INTERMEDIA PERS
JALAN AIRLANGGA NOMOR 10,
KEPANJEN, JOMBANG
TELEPON / FAX / WHATSAPP: (0321) 875137/081336610001

source