atau cari berdasarkan hari
Rasmus Paludan, mengancam akan menggelar demonstrasi lagi di Norrkping pada hari Minggu. Pengumuman itu mendorong para demonstran tandingan untuk berkumpul di sana. Foto : Instagram
TEMPO.CO, Jakarta -Pemimpin partai sayap kanan Denmark, Rasmus Paludan, kembali membakar Alquran di Swedia, pada Sabtu. Dilansir The Daily Sabah, Ahad 1 Mei 2022, Paludan mengumumkan telah membakar kitab suci umat Muslim di depan Masjid Raslatt, Kota Jonkoping, dalam unggahan di medis sosialnya.
Dia tetap nekat melakukan aksi tersebut meski tak mendapat izin dari kepolisian Swedia. Sebelumnya, kepolisian Swedia menolak izin dari Paludan untuk menggelar demonstrasi pembakaran Alquran yang sedianya digelar pada Ahad bertepatan dengan Hari Buruh Internasional. Aksi ini sedianya akan dilakukan serentak di beberapa kota Swedia.
Sekelompok Muslim di Malmo memprotes provokasi Paludan yang dilakukan di berbagai kota selama liburan Paskah. Kecaman juga datang dari politikus Swedia keturunan Turki, Mikail Yuksel, pendiri Partai Nyans (Warna Berbeda).
Dia menyerukan semua pihak untuk menghentikan provokasi Paludan. Pekan lalu, sekitar 500 orang turun ke jalan dalam demonstrasi yang digelar Nyans di depan parlemen Stockholm. Para pengunjuk rasa memegang spanduk bertuliskan “Hentikan pembakaran Alquran” dan “Berhenti menghina Muslim”.
Pada 14 April, Paludan membakar salinan Alquran di Linkoping dan kota lain, memicu demonstrasi dan kerusuhan di penjuru Swedia.
Baca juga: Pembakaran Alquran di Swedia: Dikecam Negara Muslim, Dibela Perdana Menteri
SUMBER: DAILY SABAH
Dapatkan ringkasan berita eksklusif dan mendalam sesuai dengan topik pilihan Anda dengan membaca newsletter pilihan Tempo
Pilih Topik
Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.
Tempo Media Group © 2017