Pangdam II Sriwijaya dan Gubernur Sumsel Resmi Buka Liga Santri Piala Kasat
Sambut Hari Bhayangkara Ke-76, Polres Pamekasan Bersih-Bersih Tempat Ibadah dan Bagikan Sembako
Piala KASAD Liga Santri PSSI Tahun 2022 di OKU Timur Resmi Dimulai
Transaksi Digital Rambah Pelaku UMKM Hingga Pasar Tradisional di OKI
Kepala BNPT Ajak Masyarakat Hindari Ujaran Kebencian di Media Sosial
Heboh Tarif Masuk Candi Borobudur Rp 750 Ribu, Ini Penjelasan Gubernur Jateng
Borgibor Makanan Khas OKU Selatan, Mudah Untuk Disajikan
Libur Hari Raya Idul Fitri ,Wisata Kolam Renang Waterpark Cluring, Tempat Favorit Liburan Keluarga.
Kebumen Zero Covid-19, Masyarakat Dibolehkan Berwisata
Pos Pelayanan OKC 2022 di Area Candi Borobudur Dikunjungi Asisten SDM Kapolri
Emak-Emak Klaten Ghibah Vaksin, Masuk Nominator Terbaik Nasional
Video: Kebakaran di OKU Selatan Hanguskan 5 Unit Rumah Warga Kelurahan Bandar Agung
Jangan Lupa 28 Maret Ikuti #JASS9 di OKU Selatan
Oprasi Zebra Musi 2019 Satlantas Polres OKU Selatan Bantu Upaya Persalinan Gunakan Mobil Patroli
Rumah 3 Lantai di Tanah Sereal Jakarta Barat Hangus Terbakar
Taliabu Malut, wartaterkini.news–Gabungan beberapa Ormas/OKP yang ada di kabupaten pulau Taliabu menggelar aksi di kantor kejaksaan negeri (kejari) setempat. Senin (20/6/2022).
Pasalnya, sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi yang telah di laporkan ke kantor kejari Taliabu disinyalir mandek alias tak kunjung ditindak lanjuti
Di ketahui gabungan Ormas dan OKP tersebut terdiri dari DPD Barisan pemuda Nusantara (Bapera), Gerakan pemuda Marhaenis, dan Persatuan Alumni Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia Kabupaten pulau Taliabu
Koordinator lapangan (Korlap), Karnudin La kudu dalam orasinya menyampaikan ada beberapa laporan yang telah di masukan ke kejari Taliabu dan tak kunjung di tindaklanjuti
“Sebut saja salah satunya laporan dari teman-teman GPM Taliabu, terkait dugaan tindak pidana korupsi pada kasus pengadaan baju batik tradisional yang telah merugikan keuangan Negara sebesar 2 Milyar lebih dengan melibatkan mantan Kabag Umum Taliabu CPM.
Selain itu, kata korlap yang akrab di sapa bung udin ini, ada juga pembangunan Puskesmas desa Jorjoga, di Kecamatan Taliabu Utara
“Yang mana pencairan atas pekerjaan tersebut sudah 100% sementara progres fisiknya belum selesai hingga saat ini dan beberapa laporan lainnya”,katanya.
Menurut Karnudin, tidak adanya tindak lanjut terhadap laporan masyarakat ini menandakan bahwa integritas Kejari Taliabu patut di ragukan
“Aksi hari ini adalah Mosi ketidakpercayaan kami dan masyarakat Taliabu terhadap kinerja Kejaksaan Negeri Taliabu, untuk itu kami minta agar kepala kejari angkat Kaki dari Taliabu”,pungkas bung Udin dalam orasinya.
Sementara itu, orator lainnya Asis armin menambahkan bahwa dugaan tindak pidana korupsi yang tak bisa di tindak lanjuti oleh kejari ini juga patut untuk di ketahui publik.
“Ada apa sebenarnya, kami patut menduga bahwa semua ini ada perselingkuhan antara kejari dan pemerintah daerah pulau Taliabu”, Kata Asis.
Asis juga bilang bahwa aksi masa yang di lakukan hari ini bakal ada lanjutan dengan jumlah masa aksi jauh lebih banyak.
Pantauan media ini di lapangan, beberapa menit melakukan orasi, Kajari Taliabu terlihat meminta masa aksi untuk bisa melakukan hearing dengan mendelegasikan beberapa perwakilan masa aksi.
Dalam hearing tersebut, Kajari Taliabu, Alfred Tasik Palulungan mengungkapkan alasan hingga pihaknya tak bisa berbuat banyak.
“Jadi kami terkendala oleh anggaran, di DIPA kami itu hanya 2 Milyar lebih, dan itu untuk operasional di setiap proses hukum yang kami lakukan, anggaran ini hanya untuk 2 kasus pertahunnya. Kata kajari. (Ar/Red)
WartaTerkini.News adalah pilihan Informasi Terbaik untuk anda. Menyajikan Informasi Umum ataupun Khusus yang berdasarkan kode etik Jurnalisme secara Akurat dan terpercaya
© WartaTerkini.News 2018 – 2021