STORY
Kondisi pandemi yang membuat kondisi ekonomi keluarga menurun membuat sejumlah ibu hamil di Kota Solo khawatir tak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi untuk mencegah stunting.
SOLOPOS.COM – Ibu-ibu antre mengakses layanan pemasangan metode kontrasepsi jangka panjang gratis di Klinik Pratama Annisa Husada, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo, Rabu (15/6/2022). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Kondisi ekonomi keluarga yang terdampak pandemi Covid-19 membuat ibu hamil di Kota Solo khawatir tidak punya biaya untuk pemenuhan asupan nutrisi yang sangat penting untuk mencegah stunting pada anak.
Seperti yang dialami Ema Apriana, 24, yang tengah mengandung anak pertama dengan usia kandungan kini memasuki bulan keenam. Pengalaman mengandung anak pertama dirasa sungguh luar biasa bagi Ema sebab dia pernah pingsan akibat anemia.
PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!
Ema menjelaskan kader Hb-nya 9,8 g/dL waktu itu. Sementara kader Hb ibu hamil trimester pertama paling tidak harus lebih dari 11 g/dL. “Trimester pertama enggak mau makan mual terus,” katanya kepada Solopos.com, Jumat (17/6/2022).
Ema tinggal bersama suaminya di Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo. Sumber penghasilan keluarga Ema dari suaminya saja. Suami Ema yang biasanya libur sehari dalam sepekan pernah masuk dua hari dan libur dua hari ketika ada ledakan kasus Covid-19 di Solo.

Kondisi itu membuat penghasilan keluarganya yang setara UMK Solo harus berkurang. Padahal pendapatan itu di antaranya untuk mencukupi kebutuhan nutrisi. Untungnya para tetangga dan pendamping keluarga mengetahui kondisi keluarga Ema sehingga ibu hamil asal Kota Solo itu terbantu dalam upaya mencegah stunting.
Baca Juga: Angka Stunting Solo Tertinggi Kedua Se-Jateng, Ini Kata Selvi Ananda
Mereka menyalurkan pemberian makanan tambahan (PMT) dari program pemerintah melalui Puskesmas, antara lain biskuit dan susu. Selain itu, ada suplementasi dari perusahaan swasta, antara lain Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold.
Berbagai intervensi itu membuat Hb Ema naik menjadi 10,3 g/dL. Meski demikian masih butuh upaya supaya Ema tidak mengalami anemia serta janin yang dikandungnya bisa lahir dengan sehat.
Kini Ema lebih memahami pentingnya gizi bagi kesehatan ibu hamil dan janinnya. “Ya sekarang lebih hati-hati,” ujarnya. Curhatan serupa juga disampaikan Nosy Three Muharsi, 32, yang tengah mengandung anak ketiga.
Warga Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Solo, itu menyadari penghasilan suaminya pas-pasan. Kondisi itu membuat keluarganya berpikir ulang untuk membeli nutrisi tambahan yang sangat diperlukan oleh ibu hamil asal Solo itu untuk mencegah stunting.

Baca Juga: Waduh, 50% Keluarga di Gilingan Solo Berisiko Stunting, Kenapa Ya?
Lebih-lebih hari kerja suaminya yang bekerja di toko itu berkurang satu hari akibat pandemi Covid-19. Hari kerja yang berkurang mengurangi jumlah penghasilan setiap bulan. Namun Nosy ada upaya untuk mencukupi kebutuhan gizi.
“Sebelum dan selama hamil kan saya aktif nabung. Untuk nutrisi anak lebih dipentingkan,” katanya kepada Solopos.com. Pemerintah Kota atau Pemkot Solo, Jawa Tengah, menargetkan nol kasus stunting pada 2024.
Untuk itu, Pemkot Solo terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan hingga kelurahan untuk bisa terus menekan angka stunting. Stunting secara definisi menurut Kementerian Kesehatan adalah gagal tumbuh akibat akumulasi ketidakcukupan gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan.
Data yang dihimpun Solopos.com saat pemaparan dalam Rembug Stunting Tingkat Kota bersama Camat dan Lurah se-Kota Solo di Balai Kota Solo, Rabu (18/5/2022) lalu, hasil penimbangan serentak ada 1,87 persen bayi atau setara 494 bayi di Kota Solo yang menderita stunting pada 2022.
Baca Juga: Kunjungi Warga Solo, Gibran Dapati Bayi Stunting, Bergejala TBC Pula
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Solo, Purwanti, mengatakan Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menujukkan hasil yang berbeda. Ada 20,4 persen kasus stunting di Kota Solo.

Dia mengatakan hasil penimbangan serentak dengan SSGI berbeda sebab metode pengukurannya juga berbeda. SSGI mengambil sampel dari blok sensus di Kota Solo kemudian dilakukan sesaat dan kemungkinan sampel yang diambil pada blok sampel dengan banyak risiko stunting.
Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi stunting atau tengkes, antara lain kondisi lingkungan dan pengetahuan keluarga mengenai perencanaan kehamilan. Namun yang menjadi catatan kegiatan posyandu di Kota Solo sempat setop sementara saat terjadi banyak kasus Covid-19.
“Otomatis deteksi tidak maksimal meskipun ada jemput bola untuk penimbangan namun kader itu kalau menemui anaknya enggak ada atau orang tua enggak ada harus kembali lagi. Berbeda dengan datang serentak ke layanan Posyandu ditimbang diukur,” paparnya.
Baca Juga: 4 Rumah Sakit Rujukan Ini Dapat Alat Skrining Stunting, Soloraya Ada?
Menurutnya, hasil penimbangan serentak atau hasil survei merupakan konsekuensi dari pandemi Covid-19. Sejumlah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) serta orang tua yang tidak bekerja.
“Kami sudah gawat darurat stunting, artinya kalau sudah darurat perlu prioritas. Manajemen keroyokannya arah mengatasi stunting. Termasuk CSR [tanggung jawab sosial perusahaan diarahkan untuk percepatan penurunan angka stunting di Kota Solo],” ujarnya.
Direktur Program Gita Pertiwi, Titik Eka Susanti, menjelaskan upaya Pemkot Solo Bersama organisasi swasta mengurangi potensi stunting ketika daya beli masyarakat turun selama pandemi Covid-19, salah satunya pemberian PMT dan vitamin. Namun itu tidak lah cukup.

“Vitamin bukan satu-satunya cara bisa melengkapi. Edukasi mengkonsumsi makanan sehat, periksa kandungan ke Puskesmas, dan komunikasi dengan kader kesehatan atau pendamping keluarga itu penting. Kami mengerahkan seluruh kader dan pendamping keluarga supaya vitamin diminum dan kalau ada keluhan segera konsultasi ke puskesmas,” paparnya.
Baca Juga: Pemkot Solo Targetkan Nol Kasus Stunting pada 2024, Begini Caranya
Sementara itu Blackmores menggandeng FoodCycle Indonesia dan Yayasan Gita Pertiwi untuk berkolaborasi menghadirkan Program Blackmore Peduli Nutrisi Bunda. Program ini ditujukan guna mendukung ibu hamil dan ibu menyusui di Kota Solo dalam memenuhi kebutuhan nutrisi.
Kerja sama ini diwujudkan melalui suplementasi Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold sebanyak 12.000 botol kepada 2.000 ibu hamil dan menyusui yang kurang mampu di Kota Solo.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Solo, Sumilir Wijayanti, mengatakan ada anggaran sekitar Rp5 miliar dari tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Solo 2020 dan sekitar Rp20 miliar pada 2022 untuk sejumlah program layanan publik.
Menurutnya, layanan OPD itu masih umum dan OPD terkait didorong untuk fokus dalam analisis untuk penanganan stunting. Selain itu, ada upaya mendorong Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan untuk ikut membantu Pemkot Solo supaya 2024 nol kasus stunting melalui Rembug Stunting.
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram “Solopos.com Berita Terkini”. Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Pelestarian bahasa daerah harus mengoptimalkan media digital. Media ini efektif menjangkau generasi muda penutur bahasa daerah
Simak prakiraan cuaca hari ini Senin (20/6/2022) mengacu informasi dari BMKG.
Berikut prakiraan cuaca wilayah Kabupaten Boyolali sepanjang hari ini.
Prakiraan cuaca Boyolali hari ini Senin 20 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.
Prakiraan cuaca Klaten hari ini Senin 20 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.
Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Senin 20 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.
Anggota DPR dari PKB Luluk Nur Hamida menyinggung pihak-pihak yang tidak menghargai parpol, memanfaatkannya hanya untuk kendaraan politik saja.
Ada beberapa wujud penampakan hantu yang dilihat oleh pekerja proyek Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, mulai bayangan putih hingga wujud kepala.
Pekerja proyek di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, mengaku kerap melihat penampakan makhluk halus saat bekerja pada malam hingga pagi hari.
Warga Solo menilai layanan kesehatan mental seperti psikiater atau konsultasi psikolog biayanya terlalu mahal dan tak terjangkau bagi sebagian besar masyarakat.
Universitas Terbuka (UT) Surakarta mendapatkan status perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) pada Dies Natalis Ke-38 tahun ini.
Sejumlah warga Solo mempertanyakan tidak adanya layanan kesehatan jiwa atau mental seperti jasa konsultasi psikologi yang mudah dijangkau masyarakat misalnya di puskesmas.
Kabupaten Wonogiri ternyata menyimpan banyak air terjun.
Sebanyak 382 orang calon haji asal Sukoharjo yang terbagi menjadi dua kloter berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (19/6/2022).
Solo dikukuhkan menjadi Kota Nasi Liwet dalam acara yang diwarnai pembagian 1.000 pincuk nasi liwet di halaman Balai Kota Solo, Minggu (19/6/2022).
Sebanyak 24 klub sekolah sepak bola (SSB) se-Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ambil bagian dalam festival sepak bola Piala Komandan Depo Pendidikan Latihan dan Pertempuran Resimen Induk Kodam IV/Diponegoro (Dandodiklatpor Rindam IV/Diponegoro).
Menu olahan daging kambing banyak ditemui di wilayah Kabupaten Klaten.
Copyright © 2007-2022, Solopos Digital Media – Panduan Informasi & Inspirasi. All rights reserved.

source