Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) akan segera diselenggarakan bulan Mei mendatang. Bunda siap-siap cek buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) ya.
Coba lihat lagi jadwal imunisasi anak, apa ada yang terlewat atau tidak nih. Bila ada yang terlewat, Si Kecil bisa ikut BIAN untuk mendapatkan imunisasi kejar.
“Di samping sikap waspada terhadap virus COVID-19 yang terus dijaga, layanan imunisasi pada anak harus tetap diberikan untuk menghindari risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang diakibatkan oleh Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I),” ujar Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, dr. Prima Yosephine MKM dalam acara Konferensi Pers Pekan Imunisasi Dunia 2022 di Hotel Manhattan, Kuningan, Senin (18/4/22).
Pada BIAN bulan Mei nanti, Kemenkes akan fokus pada tiga strategi, yakni:
Sebelum membawa anak imunisasi di fasilitas kesehatan, Bunda perlu pahami dulu nih serba-serbi imunisasi. Jangan sampai salah informasi dan anak tidak mendapatkan perlindungan maksimal ya, Bunda.
Nah, berikut telah HaiBunda rangkum 7 fakta seputar imunisasi anak, menurut Dokter Spesialis Anak dan Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Prof. DR. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K):
Anak usia 9 tahun tetap bisa mengejar imunisasi bila tidak mendapatkannya sama sekali sejak kecil. Contohnya adalah imunisasi MR untuk campak dan rubella.
Meski begitu, ada imunisasi yang tidak bisa diberikan pada anak di atas 7 tahun, yakni DPT-Hib-Hepatitis. Jenis vaksin tersebut nantinya akan diganti dengan Td, yakni tetanus dan difteri.
Sementara itu, bila ingin mendapatkan imunisasi BCG, anak harus menjalani pemeriksaan terlebih dulu. Intinya, sebelum mendapatkan imunisasi, Bunda sebaiknya konsultasi dulu ke dokter ya.
Baca halaman berikutnya yuk, Bunda.
Simak juga 6 pertolongan pertama atasi demam anak pasca imunisasi, dalam video berikut:
[Gambas:Video Haibunda]