TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bondowoso terus meningkat setiap hari. Pemkab melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) sudah mengajukan anggaran untuk penanganan penyakit yang menyerang ternak tersebut.
Kepala Disnakan Bondowoso, Moh Halil mengatakan, pihaknya tengah mengajukan Rp4 miliar untuk penanganan wabah PMK.
Menurutnya, dana tersebut nanti untuk berbagai kebutuhan. Diantaranya obat-obatan. "Serta tindak lanjut penanganan lainnya," kata dia.
Dalam penanganan ternak terpapar PMK, pihaknya memaksimalkan 5 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dengan menyebarkan kontak person. Kontak tersebut bisa dihubungi oleh masyarakat yang ternaknya butuh penanganan. Sementara Disnakkan sebagai posko utama.
"Kami akan segera ke provinsi untuk mengusulkan populasi ternak yang bisa segera divaksinasi. Karena dari provinsi diutamakan daerah sapi penghasil susu," paparnya, Jumat (17/6/2022).
Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin bersama Disnakan sudah meninjau kondisi sapi yang terpapar PMK.
Bupati mengaku turut prihatin dengan adanya wabah PMK tersebut. Pihaknya pun sedang mengupayakan segera menangani kasus yang terjadi di Bondowoso. Seperti vaksinasi dan sebagainya.
Ia mengimbau warga, jika terdapat ternak yang terpapar PMK untuk segera meminta penanganan kepada dinas terkait. "Lebih baik diobati jangan malah dijual, karena harganya sangat murah," imbuh dia.
Adapun data PMK di Kabupaten Bondowoso per Tanggal 15 Juni 2022 total ada 1.976 hewan ternak atau sapi terpapar PMK dari total populasi 237.407. Adapun 1.955 masih sakit, dijual/dipotong 13 ekor, mati 7 ekor dan sembuh 1 ekor.(*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
10/11/2021 – 09:39
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 0.5718 seconds. Running in Unknown Platform

source