TIMESINDONESIA, JEMBER – Sebagai kampus vokasi, Politeknik Negeri Jember (Polije) terus menyumbang berbagai inovasi-inovasi yang diinisiasi oleh program studi yang dimilikinya. Salah satunya, Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) d/h Rekam Medik.
Dalam mata kuliah pengembangan perangkat lunak bidang kesehatan, MIK menggelar workshop dan gelar hasil karya mahasiswa MIK dan mahasiswa Program Alih Jenjang.
Angga Rahagiyanto, ketua panitia kegiatan tersebut mengatakan bahwa gelaran hasil karya atau yang kerap disebut pameran, menjadi salah satu nilai dasar bagi mahasiswa semester enam dan juga Program Alih Jenjang untuk mendapatkan nilai akhir pada mata kuliah tersebut.
"Kegiatan ini merupakan hasil dari apa yang telah mereka peroleh dari semester satu sampai semester enam, kemudian berdasarkan dari pengalaman mahasiswa ketika magang di lapangan, praktikum dan lain sebagainya. Dari yang mereka amati dan cermati, kemudian mereka buat suatu produk inovasi yang menurut mereka itu bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di industri atau khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan," terangnya, Jumat (17/6/2022).
Tujuannya dari mata kuliah ini, lanjut Angga, mahasiswa bisa memfasilitasi stakeholder, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan yang memang berminat dengan produk yang dibuat oleh mahasiswa. "Khususnya mahasiswa MIK Polije," imbuhnya.
Terlihat juga pelayan dari berbagai rumah sakit turut hadir dalam gelaran acara tersebut. Hal tersebut dibenarkan Angga, menurutnya, menunjukkan hasil kreasi dan kreativitas mahasiswa MIK sangat perlu untuk dilakukan.
"Siapa tau nantinya dari industri maupun fasilitas pelayanan kesehatan berminat dan juga tertarik dengan hasil karya mahasiswa MIK, nantinya bisa diproses lebih lanjut, dan akan disesuaikan dengan kebutuhan," ungkapnya.
Kendati demikian, ia mengharapkan skema ini akan menjadi produk unggulan mahasiswa MIK Polije dan akan terus berlanjut setiap tahunnya. "Sehingga akan menjadi salah satu penyumbang dari kemajuan teknologi dan kemajuan penyelesaian permasalahan yang kita hadapi, khususnya di bidang kesehatan," tutup Angga.
Sementara itu, Alya Rika, mahasiswi MIK yang turut berpartisipasi dalam gelar karya tersebut memperkenalkan aplikasi yang dibuat oleh kelompoknya, yaitu aplikasi booking kamar untuk rawat inap.
Aplikasi tersebut ia pilih untuk mempermudah pasien yang akan melakukan rawat inap, selain itu juga bisa menghindari penumpukan pasien di ruang tunggu. "Jadi bisa diakses ketika dirumah, sebelum ke rumah sakit," terang Alya, sapaannya.
Ia membeberkan, aplikasi tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang akan melakukan pendaftaran rawat inap di rumah sakit. "Jadi setelah melakukan pendaftaran, tinggal verifikasi ke rumah sakit yang bersangkutan untuk mendapatkan kamar yang telah ia booking melalui aplikasi itu," jelas mahasiswi Polije tersebut.
Nantinya, bagi pasien yang akan mengakses aplikasi tersebut akan diminta untuk mengisi data diri, asuransi yang digunakan, kamar yang dipilih dan akan disesuaikan sesuai asuransi yang digunakan, serta mengisi tanggal rawat inap. (*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
10/11/2021 – 09:39
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 1.8798 seconds. Running in Unknown Platform