Saturday, 19 Zulqaidah 1443 / 18 June 2022
Saturday, 19 Zulqaidah 1443 / 18 June 2022
Jumat 17 Jun 2022 20:48 WIB
Red: Nur Aini
Petugas medis memeriksa kondisi pasien anak penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandarlampung mencatat sejak awal 2022 hingga pertengahan Juni 2022, kasus terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) mencapai 868 kasus dengan kasus terbanyak pada Januari.
“Pada Januari kasus DBD di kota ini mencapai 217, terbanyak hingga kini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan Kota Bandarlampung, Desti Mega Putri di Bandarlampung, Jumat (17/6/2022).
Kemudian, kata dia, kasus DBD pada bulan Februari berjumlah 177, Maret 158, April 126, Mei 126. Sementara itu pada bulan Juni per tanggal 17 ada 64 kasus.
“Ya, kasus DBD memang tinggi di awal tahun tapi setelahnya terus menurun, diharapkan Juni ini juga turun angka keterjangkitannya,” kata dia.
Dia pun mengatakan, upaya pencegahan keterjangkitan oleh penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegepty tersebut terus dilakukan dengan pengasapan dua kali dalam sebulan di 126 kelurahan.
“Selain itu pihaknya juga tetap melakukan fogging focus berdasarkan laporan masyarakat,” kata dia.
Ia pun meminta masyarakat langsung melaporkan ke puskesmas terdekat bila didapati daerahnya terdapat kasus DBD sehingga langsung ditangani.
“Laporan bisa dilakukan melalui lurah atau datang langsung ke puskesmas terdekat,” kata dia.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi 3M plus dengan menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
“Selain itu kita juga mengerahkan kader juru pemantau jentik (jumantik) di tiap puskesmas untuk memantau jentik nyamuk di lingkungan masyarakat,” kata dia.
Ia mengimbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan. “Lingkungan yang bersih akan meminimalisir dan menghentikan perkembangbiakan nyamuk. Masyarakat juga bisa mendapatkan bubuk abate secara gratis di puskesmas terdekat untuk membubuhkan jentik nyamuk,” katanya.
Dapatkan Update Berita Republika
Imran Bin Hushain, Sahabat yang Diuji lewat Penyakit Selama 30 tahun
Said bin Amir, Sahabat Nabi yang Lebih Memilih Sedekah daripada Investasi
Ar-Rubayyi Berjuang dengan Pena dan Pedang
Cerita di Balik 3 Jumrah di Mina, Kisahkan Teguhnya Pendirian Keluarga Ibrahim AS
7 Adab dan Sunnah Muliakan Hari dan Pelaksanaan Sholat Jumat
Dunia Kampus
UI menggelar konferensi internasional sebagai upaya perkuat peran Presidensi G20
Eropa
Agen Rusia menyamar magang di ICC dengan identitas palsu.
Jawa Tengah Diy
Kuliner khas Kulon Progo tak hanya sedap tapi juga punya nilai sejarah
Umum
Kapolri sebut hampir seluruh elemen bangsa berkomitmen bangun IKN.
Liga Italia
Meski sedang berlibur, Stefano Pioli tak sabar mengarungi Serie A musim depan
7 PHOTO
7 PHOTO
7 PHOTO
6 PHOTO
5 PHOTO
Sabtu , 18 Jun 2022, 00:07 WIB
Jumat , 17 Jun 2022, 19:46 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved