Saya merupakan mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Airlangga yang memiliki minat pada bidang kesehatan, musik, dan tulisan.
Selanjutnya
Tutup

Halo teman-teman, apakah kalian tahu apa itu stunting?
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir. 

Sejak dahulu, stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang ada di Indonesia. Fokus penyelesaian permasalahan gizi dan stunting tidak hanya di Indonesia  tetapi juga sebagai peranan dan tugas pemerintah di seluruh dunia, terutama di negara berkembang. Tingkat ekonomi dan status gizi yang buruk menjadi faktor utama penyebab anak-anak mengalami stunting. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2021, Indonesia masih berada di tingkat atas dunia dalam upaya penurunan prevalensi stunting dengan persentase sebesar 24,4%. (Survei Status Gizi Balita Indonesia, SSGBI).

Stunting dapat dihentikan peningkatannya dengan optimalisasi gizi pada anak dan edukasi yang diberikan kepada orang tua. Pemanfaatan sumber daya pangan dan pola asuh orang tua kepada anak dalam pemenuhan gizi dapat menjadi cara untuk menekan peningkatan kasus stunting di Indonesia. Selain itu, keterlibatan penyuluh kesehatan sangat penting dalam membantu pemberian edukasi, meluruskan pola pikir, serta perilaku masyarakat. 
Proses edukasi yang dilakukan akan mendorong masyarakat untuk lebih inovatif dalam pemenuhan kebutuhan pangan bagi anggota keluarga. Masyarakat dapat diedukasi mengenai alternatif bahan pangan lain yang mudah didapat dengan gizi setara. Kader posyandu sebagai sarana pengetahuan bagi masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan informasi mengenai status gizi dan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, kader posyandu harus diberikan pembinaan, pemberdayaan, dan pelatihan agar informasi yang disampaikan jelas dan tepat kepada sasaran. 
Lalu, bagaimana peran mahasiswa sendiri dalam melakukan pembinaan kepada kader posyandu tersebut?

Kegiatan pembinaan atau sosialisasi kepada kader posyandu dilaksanakan pada Jumat 3 Juni 2022 di kelurahan Mulyorejo Utara, Surabaya. Kegiatan ini melibatkan 20 kader posyandu se-kecamatan Mulyorejo atas persetujuan dan perizinan yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Pengantar Kolaborasi Keilmuan. Sosialisasi dilaksanakan dengan kolaborasi berbagai disiplin ilmu studi yaitu kesehatan masyarakat, ekonomi dan bisnis, ilmu politik, keperawatan, sistem instrumentasi, dan nanoteknologi. 
Mulyorejo dipilih sebagai lokasi dilaksanakannya pembinaan kepada kader posyandu karena sebanyak 7 anak di daerah tersebut mengalami kondisi stunting. Kader posyandu dan pemerintah bersama-sama mengurangi jumlah anak stunting di Surabaya terutama di Kelurahan Mulyorejo dengan menjalankan sebuah program. Program yang dilaksanakan yaitu dengan memberikan makanan pokok kepada batita dan balita yang mengalami stunting tersebut selama 3x sehari setiap hari. 
Kader posyandu menjelaskan bahwa kondisi batita dan balita yang mengalami stunting sangat memprihatinkan. Tubuh anak tersebut tidak  sesuai dengan tinggi badan dan berat badan yang optimal. Melihat kondisi orang tua batita dan balita yang mengalami stunting tersebut, keadaan ekonomi  bukan menjadi faktor utama anak mengalami stunting. Stunting yang dialami batita dan balita di Kelurahan Mulyorejo dapat dipastikan karena kurangnya pengetahuan dan perhatian orang tua kepada anak tersebut. Para orang tua mengaku tidak mengetahui bagaimana cara pemenuhan gizi yang tepat kepada anak dan masih terpaku dengan ajaran tradisional. 
Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan pagi pukul 07.00 yang diawali dengan senam pagi oleh ibu-ibu kader posyandu. Setelah  melakukan senam pagi ibu-ibu kader posyandu mengisi pre-test untuk menguji seberapa besar pemahaman yang dimiliki oleh kader posyandu terkait stunting, melihat masih banyak anak-anak yang mengalami stunting. Sebanyak 35% kader posyandu belum sepenuhnya mengetahui penyebab stunting dan ciri-ciri anak dengan kondisi stunting. 

source