Friday, 18 Zulqaidah 1443 / 17 June 2022
Friday, 18 Zulqaidah 1443 / 17 June 2022

Jumat 17 Jun 2022 16:30 WIB
Red: Irwan Kelana
Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi melaksanakan upacara tanggal 17 yang pertama setelah beralih status dari IAIN menjadi UIN, Jumat (17/6).
REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI — Upacara setiap tanggal 17 bulan berjalan di lingkup Kementerian Agama merupakan upacara rutin yang dilaksanakan pasca terbitnya Instruksi Menteri Agama Republik Indonesia No 2 tahun 2021 tentang Penghormatan Bendera Merah Putih dan Doa. Kegiatan ini sebagai bentuk Komitmen Kebangsaan bagi seluruh ASN Kementerian Agama. Wujud ikhtiar untuk memperkuat rasa nasionalisme, patriotisme serta semangat untuk mengabdi secara total kepada Bangsa dan Negara.
Tak terkecuali di Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Upacara kali ini menjadi istimewa karena menjadi Upacara Bendera pertama pasca perubahan status dari Institut menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), sesuai salinan Perpres Republik Indonesia nomor 85 tahun 2022 yang ditandatangani pada tanggal 8 Juni 2022 lalu oleh Presiden RI Joko Widodo.
Sebagaimana diketahui, proses transformasi ini memakan waktu yang tidak sebentar. Dengan segala kontribusi dari seluruh Civitas Akademika, pencapaian ini dianggap sebagai kado spesial atas perjuangan, keringat dan doa dari seluruh elemen jabatan yang ada di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
Tidak hanya soal transformasi alih status.  Kabar gembira juga datang dari pengukuhan Guru Besar Rektor UIN Sjech M Djamil Djambek Prof  Dr  Ridha Ahida M Hum atas capaian Jabatan Tertinggi di Bidang Ilmu Filsafat berdasarkan surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi nomor 35359/MPK/KP.05.1/2022 tanggal 3 Juni 2022.
Dalam amanat upacara, Rektor menyampaikan terima  kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi dari seluruh Civitas Akademika. “Pencapaian yang luar biasa ini bisa menjadi kenyataan berkat semua doa, kerja keras dan support dari seluruh Civitas Akademika”, tuturnya seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (17/6).
Ia menambahkan, dengan status baru setelah menjadi UIN, tentunya tantangan ke depan menjadi lebih berat dibandingkan sebelumnya. “Besar harapan agar ke depannya kita terus berupaya untuk memantaskan diri dengan predikat UIN yang telah disandang sekarang. Mari menunjukkan kontribusi yang lebih besar lagi bagi perkembangan dan kemajuan generasi bangsa melalui dedikasi tertinggi yang bisa diberikan kepada Universitas Islam tercinta ini,” ujarnya.
Dapatkan Update Berita Republika
Kenaikan Tarif Listrik Golongan 3.500 VA Bentuk Tarif Berkeadilan
Jokowi: Pemerintah Kesulitan Cari Peserta Booster
Besarnya Dukungan DPW Nasdem untuk Anies yang Sudah Diduga
Aturan Baru Pengangkatan Penjabat Kepala Daerah Pascabanyaknya Kritik
20 Pasien BA.4 dan BA.5 Sudah Sembuh, Hanya Satu Bergejala Sedang
Politik

Partai Nasdem akan bangun kesepahaman dengan partai lain mengenai tiga nama ini.
Umum

Rapat koordinasi (Rakor) kepala daerah PDIP resmi ditutup.
Bali Nusa Tenggara

Pemerintah sudah memberikan berbagai kelonggaran terhadap wisatawan asing.
Keuangan

Kemenperin menyebut Jerman buka peluang kembangkan pabrik semikonduktor
Islam Nusantara

Barang yang tak diperlukan dan berpotensi melanggar hukum seperti bendera.
3 PHOTO
6 PHOTO
5 PHOTO
7 PHOTO
6 PHOTO
Jumat , 17 Jun 2022, 18:41 WIB
Jumat , 17 Jun 2022, 19:46 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source