Friday, 18 Zulqaidah 1443 / 17 June 2022
Friday, 18 Zulqaidah 1443 / 17 June 2022
Kamis 16 Jun 2022 11:42 WIB
Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Sebuah buldoser menghancurkan rumah milik Muslim di Prayagraj, Uttar Pradesh, India, Ahad (12/6/2022). Rumah yang dihancurkan milik Muslim yang ikut unjuk rasa penghinaan Nabi Muhammad. Protes Meletus di India, Masyarakat tak Terima Rumah-Rumah Muslim Dibongkar
REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI — Aksi protes meletus di banyak kota di India. Mereka mengutuk pembongkaran rumah dan bisnis milik Muslim yang terjadi beberapa waktu lalu.
Para kritikus menyebut pembongkaran ini sebagai pola yang berkembang dari bulldozer justice atau ‘peradilan buldoser’ yang bertujuan menghukum para juru kampanye dari kelompok minoritas. Hal ini dilakukan oleh Partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) dengan pimpinannya PM Narendra Modi.
“Pembongkaran tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap norma dan etika konstitusional,” kata spesialis politik nasionalis Hindu dan penulis biografi Modi, Nilanjan Mukhopadhyay, dikutip di TRT World, Kamis (16/6/2022).
Pihak berwenang di negara bagian utara Uttar Pradesh mengendarai buldoser untuk meruntuhkan rumah Javed Ahmad, Ahad (12/6/2022). Langkah ini berkaitan dengan protes Muslim yang berubah menjadi kekerasan Jumat lalu, dengan polisi menangkap Ahmad sehari sebelum aksi pembongkaran.
Kendaraan berat itu juga menghancurkan properti pengunjuk rasa di dua kota lain di Uttar Pradesh, pekan lalu. Pada April, pihak berwenang di New Delhi menggunakan buldoser untuk menghancurkan toko-toko milik Muslim beberapa hari setelah kekerasan komunal di mana puluhan orang ditangkap. Insiden serupa juga telah dilaporkan terjadi di negara bagian lain.
Aksi protes yang dilakukan oleh Muslim India itu dipicu oleh pernyataan menghina tentang Islam dan Nabi Muhammad dan istrinya Aisyah, yang dibuat baru-baru ini oleh dua juru bicara BJP PM Modi. Setelah muncul banyak kritik, Partai BJP memutuskan menangguhkan salah satu dari mereka dan memecat yang lain. Mereka juga mengeluarkan pernyataan langka yang mengatakan sangat mencela penghinaan terhadap agama manapun.
Authorities in India’s Uttar Pradesh demolish houses of Muslims accused of protesting against Hindu nationalist Bharatiya Janata Party whose senior members made insulting comments about Prophet Muhammad.
Swipe 👉 to see a subsequent spike in tensions
— TRT World (@trtworld) June 14, 2022
Authorities in India’s Uttar Pradesh demolish houses of Muslims accused of protesting against Hindu nationalist Bharatiya Janata Party whose senior members made insulting comments about Prophet Muhammad.
Swipe 👉 to see a subsequent spike in tensions
— TRT World (@trtworld) June 14, 2022
Dapatkan Update Berita Republika
Nyeri di Punggung Bawah Bisa Jadi Tanda Kanker, Periksakan Jika Ada Gejala Lainnya
Manusia Cyborg Pertama di Dunia Tutup Usia Akibat Penyakit Saraf
Ini yang Terjadi Menit Demi Menit Usai Meneguk Minuman Soda Rendah Kalori
Mengenal Penyakit Ramsay Hunt Syndrome yang Diidap Justin Bieber.
Penyintas Omicron Berpotensi Kena Reinfeksi Subvarian BA.1 dan BA.2 Maupun BA.4 dan BA.5
Umum
Ombudsman menyebut ada operator yang meminta fee agar data honorer update di Dapodik.
Timur Tengah
Saat ini Saudi sudah mengizinkan udaranya dilalui penerbangan Israel ke UEA dan Bahrain.
Berita Jurnal Haji
Jamaah haji kloter 6 diminta selalu menjaga kekompakan dan saling tolong-menolong.
Mozaik
Miras merupakan hal yang haram didekati umat Islam.
Politik
Nama Ganjar diusulkan 29 DPW sebagai capres yang akan diusung Nasdem.
5 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
2 PHOTO
6 PHOTO
Jumat , 17 Jun 2022, 00:30 WIB
Jumat , 17 Jun 2022, 00:00 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved