TIMES HAJI, MADINAH – Bekerja jadi kuli bangunan di Malaysia, tak menjadi hambatan bagi Mastura bersama suaminya untuk bisa naik haji khusus atau ONH Plus. Keduanya, kini sudah berada di tanah suci. "Alhamdulillah bisa naik haji plus bersama suami," katanya.
Memang banyak yang mengira jika daftar haji khusus hanya bisa dilakukan oleh orang kaya yang punya duit banyak. Sebab, biaya yang harus dikeluarkan untuk haji khusus berkali lipat dari jemaah reguler.
Tetapi tidak bagi Mastura dan suaminya. Suami istri asal Bawean Gresik Jawa Timur itu nekat bertahun-tahun menabung hanya untuk bisa naik haji plus. Masrura tak mau menunggu waktu belasan tahun seperti daftar haji reguler.
Keduanya memilih haji khusus karena waktu tunggu tidak selama haji reguler mencapai puluhan tahun. Alasan lainnya, mereka ingin mendapatkan fasilitas yang lebih nyaman sehingga rangkaian ibadah haji bisa dilakukan dengan khusyuk.
"Saya pilih haji khusus karena sudah faktor usia sudah tua dan lebih cepat karena kejar usia juga," tutur Mastura, Rabu (15/6/2022).
Luapan syukur dan bahagia dilakukan Mastura dan suami dengan cara sujud syukur, ketika keluar dari pintu terminal Internasional Bandara AMMA Madinah. Keduanya masih tak menyangka bisa menjadi tamu Allah. Karena hanya bekerja sebagai kuli bangunan di Negeri Jiran, Malaysia. Tapi, justru menjadi titik awal jalannya dimudahkan memenuhi panggilan Allah ke Tanah Suci.
"Saya dan suami istri, kerja jadi kuli bangunan, di Malaysia. Saya syukur pada Allah bisa sampai ke Madinah dengan selamat," katanya sambil meneteskan air mata.
Keduanya selalu berdoa, mudah-mudahan bisa laksanakan ibadah dengan khusyuk dan menjadi mabrur. "Selalu diberikan kemudahan menjalankan ibadah haji," harapnya.
Cerita Mastura, ia dan suaminya sudah menunggu tujuh tahun untuk berangkat ke Tanah Suci. Meski keberangkatannya sempat tertunda karena pandemi.
"Saya selalu sabar menunggu. Sebab, masih diberi sehat sampai pada akhirnya bisa berangkat haji di tahun 2022," ucapnya dengan nada penuh syukur. "Semoga keluarga saya dan seluruh umat Islam juga berkesempatan menjadi tamu Allah," doa Mastura.
Sementara itu, menurut Kabid Pengawasan Haji Khusus, PPIH Arab Saudi 2022, Mujib Roni, kedatangan jemaah khusus itu yang perdana yang tiba di Madinah. "Total jemaah haji khusus, untuk hari ini, Rabu (15/6/2022) sebanyak 39 jemaah, ditambah tiga dari petugas," katanya.
Total jemaah khusus ada 7.226 jemaah. Yang sudah melunasi 7219 sampai 14 Juni. Adapun Koutanya, untuk petugas ada 562. Kouta untuk jemaah ada 6.664. "Kita akan terus dikawal hingga Makkah nanti. Jika ada yang melenceng, jelas ada sanksi. Tapi sanksinya akan ditentukan di tanah air. Jika memang ada yang melanggar ketentuan," tegas Mujib Roni.
Haji khusus dikelola oleh pihak swasta. Sementara, haji reguler dikelola oleh pemerintah. "Memang pernah ada sanksi. Izinnya kita cabut. Setelah ada pemeriksaan lebih lanjut. Tapi proses sanksinya ditetapkan di tanah air," tegasnya.(*)