Ngaji pikir dan dzikir
Selanjutnya
Tutup
SEPUTAR AIR SUSU IBU DAN IMUNISASI
Randusanga Kulon Brebes, Selasa (14/6/22) kegiatan Sosialisasi Bulan Imuniasai Anak Nasional (BIAN) dari team Puskesmas Kaligangsa, Brebes yang bertempat di Balai Desa Randusanga Kulon.
Acara BIAN yang dimulai dari jam 09.00 sampai dengan 12.15 WIB ini dihadiri oleh Kepala Puskemas Kaligangsa dr. Shandi, dan didampingi bidan-bidan dari Puskemas Kaligangsa dan Puskesmas Pembantu Desa Randusanga Kulon.
Hadir pada acara tersebut, Kepala Desa Randusanga Kulon H. Afan Setiaono, S.E. Ketua BPD, ketua TP PKK, kader kesehatan dan lembaga lain desa lainnya seperti, Ketua FMPP, Direktur Bumdes, LPM, RW dan RT serta beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama desa.
Dari hasil sosialisasi BIAN ini, ada beberapa hal yang penulis catat, sebagai pengetahuan untuk diri penulis pribadi dan mungkin dapat digunakan untuk tambahan informasi kepada peserta sosialisasi BIAN, agar teringat kembali materi yang didapat dan dapat disampaikan kembali kepada masyarakat. Dengan harapan ketika kegiatan imunisasi dilaksanakan akan berjalan dengan lancar dan sukses, khususnya di Desa Randusanga Kulon.
Hanya beberapa catatan poin-poin kecil dan sederhana yang dapat ditangkap dan tuangkan kembali oleh penulis dan mudah-mudahan bermanfaat pula bagi pembaca.
Pertama, ada sebuah kalimat yang dapat dikatakan menarik masyarakat agar mau melakukan imunisasi. Salah satunya adalah “Lebih baik anak sakit sesaat dari pada akan sakit parah dan lama serta membahayakan perkembangan dan pertumbuhan anak” maka imunisasilah. Mencegah lebih baik dari pada mengobati, begitu semboyannya.
Kedua, melaksanakan imunisasi kepada anak dengan salah satu tujuannya, agar anak terhindar dari penyakit sesuai dengan imunisasi yang diberikan. Seperti Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan infeksi tetanus pada bayi baru lahir. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan dari infeksi tetanus yang ditimbulkan.
Sebagai tambahan, tetanus tidak hanya disebabkan karena penggunaan gunting berkarat atau terkena paku berkarat saja. Kurang hati-hati yang mengakibatkan terjadinya luka karena patahan kayu, duri ikan yang tajam, atau juga gigitan hewan dan luka yang dalam.
Tetanus sering ditemukan pula pada bayi baru lahir yang disebabkan oleh penggunaan alat bersalin yang tidak steril atau karena ibu bayi tidak mendapatkan imunisasi tetanus lengkap