DEPOK POS –  Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh. Dimana HIV sendiri bila tidak diobati akan menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan fase selanjutnya dari HIV.
Hingga saat ini virus ini tidak ada obat yang efektif untuk menyembuhkannya. Maka, ketika orang terkena HIV, mereka akan memilikinya seumur hidup. Namun, hal ini dapat diatasi atau diatasi dengan perawatan medis yang tepat sehingga HIV dapat dikendalikan.
HIV sendiri dapat ditularkan melalui pertukaran beberapa cairan tubuh dari orang yang terinfeksi virus tersebut. Hal ini seperti dari darah, ASI, semen, dan cairan vagina. Selain itu juga HIV dapat ditularkan saat masa kehamilan seorang ibu kepada anak dalam kandungannya dan saat persalinan. Serta ditularkan juga dengan kehidupan sehari-hari virus ini juga dapat ditularkan melalui kegiatan mencium, berpelukan, berjabat tangan, makanan atau air. (WHO,2019)

BACA JUGA:  Tes Inspeksi Visual Asam Asetat: Langkah Tepat Deteksi Kanker Serviks

Dapat dikatakan data dari persebaran dan penularan HIV ini merupakan sesuatu yang fluktuatif dimana data di Indonesia ini menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada data terakhir sampai dengan Maret 2021, seperti yang dilaporkan oleh Ditjen P2P, Kemenkes RI, tanggal 25 Mei 2021, dikatakan bahwa jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Indonesia terdapat sebanyak 558.618 orang yang terdiri dari 427.201 HIV dan 131.417 AIDS.

Hasil

Sama seperti vaksin pada umumnya vaksin HPV (Human Papillomavirus) ini bekerja dengan melindungi tubuh dari virus. Imunisasi yang dilakukan ini dapat membuat vaksin membuat tubuh menghasilkan antibodi yang dapat mencegah dan melawan HIV. Vaksin bekerja dengan mengikat virus dan menghalangi mikroorganisme untuk memasuki tubuh. Dengan vaksin HPV ini maka dapat dikatakan dapat mengurangi angka penyebaran HIV di Indonesia karena pengobatan HIV sendiri hingga saat ini belum ditemukan pengobatan yang efektif yang dapat mengobati virus tersebut.

BACA JUGA:  Wujudkan Remaja Sehat dan Produktif Melalui Pemanfaatan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja

Vaksin HPV sendiri efektif diberikan kepada remaja putri yang berusia 12 tahun keatas dan belum aktif melakukan hubungan seksual. Maka, program imunisasi nasional vaksin HPV gratis ini dikhususkan kepada remaja putri kelas 5 dan 6 SD yang dimana dianggap merupakan usia yang pas dan diyakini bahwa mereka belum aktif dalam melakukan hubungan seksual. Program ini telah dilaksanakan di beberapa provinsi dan kota seperti DKI Jakarta, Gunung Kidul dan Kulon Progo untuk di DIY, Jawa Tengah terkhusus di Sukoharjo dan Karang Anyar, Bali di Badung dan Denpasar, Jawa Timur di Kediri, Lamongan dan Surabaya.

BACA JUGA:  Donor Darah, Kolaborasi Puskesmas dan PMI sebagai Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja

Program vaksin HPV ini telah menjadi program vaksinasi nasional yang dimana biaya vaksin ini ditanggung oleh pemerintah. Program ini merupakan program vaksinasi wajib yang dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2022 yang diharapkan dapat melindungi dan mencegah terjadinya peningkatan kasus HIV di Indonesia dengan target pada tahun 2022 ini dapat memperluas cakupannya ke 111 kabupaten kota di Indonesia. []
Dessya Suci Ramadhanti
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
Mengenal Penyakit Ramsay Hunt Syndrome yang Diderita Justin Bieber
Wujudkan Remaja Sehat dan Produktif Melalui Pemanfaatan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja
Penerapan Keluarga Sadar Gizi dalam Mengendalikan Stunting
Urgensi Pelayanan Kesehatan Tradisional dalam Meraih Kesehatan Nasional
Stop Bom Waktu dengan “One-Stop Shop” Layanan Kesehatan Jiwa
Jangan Sembarang Pasang Behel! Ahli Gigi dan Tukang Gigi Bukan Tenaga Kesehatan

source