Menyajikan artikel perkembangan ekonomi Jawa Barat terpercaya
Kabar dan situasi terkini kesehatan di Jawa Barat
Informasi terbaru dari dunia pendidikan dan kebudayaan
Pembaruan Jawa Barat resmi dari pemerintah
Menyajikan artikel perkembangan infrastruktur di Jawa Barat
Kondisi terbarukan tentang kesejahteraan sosial
Informasi terkait perkembangan teknologi di Jawa Barat
Urus Perizinan kependudukan dan tempat tinggal dengan mudah
Dapat informasi program pemerintah bagi siswa dan pelajar
Akses layanan untuk Legalisir STR dan STRTTK bagi Tenaga Kesehatan di Provinsi Jawa Barat
Cari semua informasi terkait perpajakan di Jawa Barat
Akses ke berbagai layanan bagi anak-anak, perempuan dan masyarakat
Cari lowongan kerja gratis dan terpercaya
Dapatkan informasi kesehatan terutama terkait Covid-19 di Jawa Barat
Dapatkan ragam informasi soal kependudukan di Jawa Barat
Dapatkan data ekonomi di Jawa Barat dari UMKM hingga keuangan daerah
Dapatkan ragam informasi terkait pendidikan di Jawa Barat
Kilas perjalanan Jawa Barat menuju Jabar Juara Lahir Batin
Akses dan unduh dokumen resmi yang dirilis pemerintah Jawa Barat
Cari tahu sejarah, pimpinan, dan pemerintahan Jawa Barat selengkapnya
GPR Widget
Selasa, 14 Juni 2022
Penulis: Humaspemkabgarut
Peliput: Humaspemkabgarut
34 kali
Berita ini dilihat
0 kali
Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. GARUT – Bupati Garut Rudy Gunawan memimpin Rapat Persiapan Uji Coba Pelayanan Posyandu Primer di Desa Talagajaya dan Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Selasa (14/6/2022).
Bupati Garut menyatakan, Kabupaten Garut terpilih sebagai lokasi uji coba yang akan dilaksanakan selama tiga bulan terkait integrasi pelayanan kesehatan primer yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
“Kita ini dijadikan percontohan pelaksanaan integrasi pelayanan kesehatan primer, yaitu penguatan posyandu dan dilakukan dalam transformasi kesehatan primer yang dilakukan oleh Kemenkes, Kementerian Desa, dan Kementerian Dalam Negeri,” ucap Bupati Garut.
Pelayanan posyandu primer sendiri merupakan kegiatan transformasi pelayanan kesehatan yangi akan mengkoordinir seluruh kegiatan posyandu di tingkat dusun/RT/RW sehingga lebih terintegrasi, lebih dekat, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Ia menyampaikan, Kabupaten Garut siap untuk melakukan percontohan uji coba persiapan pelayanan posyandu primer ini. Selain Kabupaten Garut, imbuh Rudy, uji coba ini juga dilaksanakan di sembilan kabupaten/ kota lainnya di seluruh Indonesia.
“Pulau Jawa sendiri hanya diwakili oleh Kabupaten Garut dan Kota Surabaya. Jadi kami ingin program ini berjalan dengan sukses, direplikasi secara nasional, dan direplikasi di Kabupaten Garut,” ungkapnya.
Rudy menyatakan, dalam uji coba ini pihaknya akan melakukan langkah-langkah konkret di antaranya penguatan kelembagaan, komitmen anggaran, dan partisipasi masyarakat dan pemerintah desa, sedangkan pengawasan dilakukan oleh puskesmas sebagai bagian dari fungsi pemerintah di bidang kesehatan yang terdekat dengan posyandu.
Sementara itu, Camat Banjarwangi, Bambang Hernowo melaporkan, kondisi terakhir pelayanan posyandu khususnya terkait stunting di Kecamatan Banjarwangi sudah mulai membaik, dengan data yang telah diperoleh angka stunting di daerahnya kini mengalami penurunan.
“Kondisi terakhir pelayanan posyandu ini yang diinstruksikan oleh bapak  (bupati) berkaitan dengan pencarian stunting, kami sudah mencapai 60 persen. Hasil akhir pada laporan kami yang teraplikasi di sistem,15 persen stunting dari 86 posyandu yang ada di kecamatan Banjarwangi,” kata Bambang.
Ia mengungkapkan, penurunan angka stunting ini juga didukung dengan adanya bantuan khusus stunting melaui CSR ( Corporate Social Responsibility) dari Yayasan PLN pusat, didampingi oleh Forum Gizi Nasional. Sehingga, hal ini dapat dijadikan tolak ukur terhadap pelaksanaan uji coba di lokus pelayanan posyandu primer.
“Mudah-mudahan ini menjadi gambaran kepada desa khususnya di 10 desa yang lain sebagai sampling untuk pelaksanaan, dan juga mendukung kepada program pelaksanaan yang insyaallah mungkin nanti sesuai arahan bapak kita akan menjadi lokus untuk pilot project,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Banjarwangi, Mahmud menyampaikan, puskesmas di Kecamatan Banjarwangi tersebar di 11 desa, namun untuk lokus pelayanan posyandu primer sendiri yaitu Desa Talagajaya dan Desa Wangunjaya.
Pada awalnya, imbuh Mah Mahmud, pihaknya telah mengajukan Desa Talagajaya dan Desa Mulyajaya untuk dijadikan lokus, namun dikarenakan ada syarat tertentu dari Kemenkes RI, maka untuk lokus yang diajukan mengalami perubahan.
“Karena ada syarat tertentu yang harus dipenuhi di mana pada lokus posyandu pelayanan primer itu harus ada poskesdes atau pustu yang aktif, bukan lagi dadakan diaktifkan tapi harus sudah aktif,” pungkasnya. (Humaspemkabgarut/FAU*)
Editor: Fau
Bagikan berita Bagikan Berita Via
Pemerintah Daerah Provinsi
Jawa Barat
Gedung Sate Bandung
Jl. Diponegoro No. 22, Citarum, Bandung Wetan,
Kota Bandung, Jawa Barat 40115
Surel
Umpan Balik
Media Sosial
Copyright © 2022
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. All Right Reserved
Saat ini portal jabarprov.go.id hanya bisa diakses melalui PC/Laptop. Nantikan pengembangan versi web mobile dari portal jabarprov.go.id dalam waktu dekat!

source