AMLAPURA, BALI EXPRESS – Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem kembali terima laporan bahwa terdapat warga yang diduga terkena virus Chikungunya di Karangasem. Kali ini keluhan demam disertai nyeri pada persendian tersebut merebak di Lingkungan Celuk Negara, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Karangasem.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama mengungkapkan, dari laporan yang ia terima pada Senin (13/6), terdapat enam warga yang mengalami gejala seperti terkena Chikungunya. Menindak lanjuti hal tersebut, pihaknya mengintruksikan petugas untuk melakukan pengecekan pada Selasa (14/6).
 
Terkait keluhan yang dialami warga menyerupai gejala Chikungunya, Pertama tidak berani memvonis bahwa yang bersangkutan terjangkit virus Chikungunya. Karena jika ingin memastikan tersebut, diperlukan pengecekan lebih lanjut. “Ini harus dipstikan sebenarnya, kalau masuk ke confirmed diperlukan pemeriksaan. Sama dengan pemeriksaan yang lain, yaitu pemeriksaan laboratorium,” ujarnya pada Selasa (14/6).
 
Pertama menyebut, wilayah tersebut juga sempat terdapat warga mengalami keluhan yang sama, tetapi sudah kembali pulih setelah melakukan pengecekan ke dokter ataupun puskesmas terdekat. Yang terkena disana sebelumnya dari usia yang bervariasi. Dari orang dewasa sampai anak-anak. Untuk enam orang yang baru dilaporkan ini, didominasi oleh usia diatas 19 tahun. “Lima diantaranya diatas 19 tahun,” lanjutnya.
 
Pihaknya memaparkan, masyarakat yang diduga terkena virus Chikungunya ini mulai terjadi pada pertengahan Mei lalu. Sejauh ini, sudah ada tiga wilayah yang melaporkan adanya keluhan tersebut. “Di Lingkungan Bangras, Lingkungan Celuk Negara, dan di Banjar Dinas Ujung Pesisi,” terangnya.
 
Dari tiga wilayah tereebut, terdapat 88 warga yang diduga terkena virus Chikungunya tersebut. Tetapi dari jumlah tersebut, banyak yang sudah pulih dari keluhan demam dan nyeri pada persendian. “Yang di Bangras sudah kami ambil sampel nya, dan hasilnya belum keluar,” ucapnya.
 
Karena virus Chikungunya disebabkan oleh nyamuk, kemungkinan yang mengalami gejala seperti terkena virus Chikungunya tersebut akan meningkat setelah adanya hujan. Karena nyamuk akan cepat untuk berkembang biak.
 
Untuk itu, Pertama menghimbau supaya masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menjaga kebersihan lingkungan. “Kita harapkan, yang berpotensi untuk tempat bertelurnya nyamuk, di genangan air itu dilakukan PSN,” harapnya. (dir)
AMLAPURA, BALI EXPRESS – Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem kembali terima laporan bahwa terdapat warga yang diduga terkena virus Chikungunya di Karangasem. Kali ini keluhan demam disertai nyeri pada persendian tersebut merebak di Lingkungan Celuk Negara, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Karangasem.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama mengungkapkan, dari laporan yang ia terima pada Senin (13/6), terdapat enam warga yang mengalami gejala seperti terkena Chikungunya. Menindak lanjuti hal tersebut, pihaknya mengintruksikan petugas untuk melakukan pengecekan pada Selasa (14/6).
 
Terkait keluhan yang dialami warga menyerupai gejala Chikungunya, Pertama tidak berani memvonis bahwa yang bersangkutan terjangkit virus Chikungunya. Karena jika ingin memastikan tersebut, diperlukan pengecekan lebih lanjut. “Ini harus dipstikan sebenarnya, kalau masuk ke confirmed diperlukan pemeriksaan. Sama dengan pemeriksaan yang lain, yaitu pemeriksaan laboratorium,” ujarnya pada Selasa (14/6).
 
Pertama menyebut, wilayah tersebut juga sempat terdapat warga mengalami keluhan yang sama, tetapi sudah kembali pulih setelah melakukan pengecekan ke dokter ataupun puskesmas terdekat. Yang terkena disana sebelumnya dari usia yang bervariasi. Dari orang dewasa sampai anak-anak. Untuk enam orang yang baru dilaporkan ini, didominasi oleh usia diatas 19 tahun. “Lima diantaranya diatas 19 tahun,” lanjutnya.
 
Pihaknya memaparkan, masyarakat yang diduga terkena virus Chikungunya ini mulai terjadi pada pertengahan Mei lalu. Sejauh ini, sudah ada tiga wilayah yang melaporkan adanya keluhan tersebut. “Di Lingkungan Bangras, Lingkungan Celuk Negara, dan di Banjar Dinas Ujung Pesisi,” terangnya.
 
Dari tiga wilayah tereebut, terdapat 88 warga yang diduga terkena virus Chikungunya tersebut. Tetapi dari jumlah tersebut, banyak yang sudah pulih dari keluhan demam dan nyeri pada persendian. “Yang di Bangras sudah kami ambil sampel nya, dan hasilnya belum keluar,” ucapnya.
 
Karena virus Chikungunya disebabkan oleh nyamuk, kemungkinan yang mengalami gejala seperti terkena virus Chikungunya tersebut akan meningkat setelah adanya hujan. Karena nyamuk akan cepat untuk berkembang biak.
 
Untuk itu, Pertama menghimbau supaya masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menjaga kebersihan lingkungan. “Kita harapkan, yang berpotensi untuk tempat bertelurnya nyamuk, di genangan air itu dilakukan PSN,” harapnya. (dir)
Jl. Kapten Cok Agung Tresna No. 63
Renon, Denpasar
Telp : (0361) 4754165.
Email : redaksi.baliexpress@gmail.com
Iklan : iklanbaliexpress@gmail.com

source