Tuesday, 15 Zulqaidah 1443 / 14 June 2022
Tuesday, 15 Zulqaidah 1443 / 14 June 2022
Rabu 23 Sep 2020 06:46 WIB
Rep: Binti Sholikah/ Red: Gita Amanda
Petugas medis memperlihatkan botol berisi vaksin campak. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mulai melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAS) tahap pertama pada Senin (21/9) kemarin. Ribuan siswa kelas I dari 260 SD bakal menjadi sasaran vaksinasi campak (Measles) dan Rubella atau vaksin MR.
Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan pelaksanaan BIAS berlokasi di ruang kelas sekolah masing-masing. Petugas puskesmas bersama sekolah mengatur jadwal pemberian vaksin sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.
“Adanya pembelajaran jarak jauh bisa memperlancar pelaksanaan imunisasi karena ruang kelas banyak yang tidak digunakan. Nantinya setelah imunisasi, anak kami minta duduk sebentar untuk observasi selama 30 menit,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (22/9).
Sebelum pelaksanaan imunisasi, petugas melakukan pengecekan lingkungan. Satu ruang dibatasi maksimal 10 anak untuk menghindari kerumunan. Teknisnya, anak diminta masuk ke ruang kelas lalu diimunisasi. Setelah itu anak bergeser ke ruang di sebelahnya untuk mengikuti observasi.
“Kami menargetkan bulan ini selesai. Kalaupun mundur, paling tidak sampai pekan pertama Oktober,” imbuhnya.
Siti menyatakan, mayoritas sekolah sudah siap melaksanakan BIAS. Meski demikian, ada sejumlah SD yang meminta melaksanakan imunisasi mandiri. DKK mengizinkan dengan syarat hasilnya diserahkan sebelum akhir September 2020.
Di sisi lain, DKK tidak mengizinkan orang tua siswa yang meminta mengimunisasi anaknya langsung ke puskesmas sehingga tidak perlu datang ke sekolah. Alasannya, ruang puskesmas sempit sehingga tidak memungkinkan pelaksanaan imunisasi anak. Apalagi, anak harus menjalani observasi sesudah imunisasi. “Selain itu, puskesmas kan isinya orang sakit, nanti malah bisa membahayakan anak,” ucapnya.
Dapatkan Update Berita Republika
Reshuffle Jadi Strategi Jokowi Mengamankan Kebijakannya Hingga 2024
Ketika Eks Napiter Sebut Negara Main-Main Tangani Khilafatul Muslimin
Subvarian BA.4 dan BA.5 Miliki Kemampuan Menyiasati Antibodi
Informasi Kuat Berembus, Reshuffle Dilakukan Besok
Penghapusan Tenaga Honorer yang Dinilai Sulit Dilakukan 2023
Keuangan
PHBS secara keseluruhan telah terbukti efektif mencegah penularan Covid-19
Islam Nusantara
Wapres berharap santri bisa menjadi apapun tak hanya ustadz
Palestina Israel
Penghancuran rumah warga Palestina di Tepi Barat masih kerap terjadi
Teh Anget
Binatang apa saja yang bisa menjadi hewan qurban?
Kampus
Pengukuhan dilakukan dalam tiga tahap.
5 PHOTO
4 PHOTO
6 PHOTO
3 PHOTO
7 PHOTO
Selasa , 14 Jun 2022, 11:09 WIB
Selasa , 14 Jun 2022, 18:53 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved