NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) meluruskan pernyataan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria terkait 14 kasus konfirmasi hepatitis akut di Jakarta. Ditegaskan Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat dr Siti Nadia Tarmizi, tidak ada satupun kasus konfirmasi hepatitis akut misterius dunia termasuk di Indonesia.
BACA JUGA : Kemenkes Ungkap Gejala Hepatitis Misterius Bisa Memburuk dalam 2-5 Hari
“Belum ada (satupun kasus konfirmasi hepatitis akut misterius di Indonesia),” terang dr Nadia, Sabtu (14/6), dilansir dari detik.com
Untuk diketahui, definisi operasional yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia WHO dan juga diikuti oleh Kemenkes, terkait Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute hepatitis of unknown aetiology), adalah sebagai berikut.
BACA JUGA : Genjot Pemulihan Ekonomi, ASN Surabaya Wajib Belanja Produk UMKM Lewat E-Peken
Untuk saat ini belum diketahui
Seseorang dengan hepatitis akut (virus non-hepatitis A, B, C, D, E) dengan AST (aspartat aminotransferase) atau ALT (alanin aminotransferase) lebih dari 500 IU/L, berusia kurang dari 16 tahun (sejak 1 Januari 2022).
BACA JUGA : Waspadai Luar Jawa-Bali! Kemenkes Sebut Puncak Omicron Tak Lama Lagi
Seseorang dengan hepatitis akut (virus non-hepatitis A, B, C, D, E) dari segala usia yang memiliki hubungan epidemiologis dengan kasus yang dikonfirmasi sejak 1 Januari 2022.
Eugene Meyer penerbit Washington Post pada 5 Maret 1935 meletakkan tujuh prinsip dari korannya. Prinsip pertama adalah memberitakan kebenaran sedekat mungkin sejauh kebenaran itu bisa dipastikan. Prinsip pertama ini amat relevan dalam dunia digital sekarang. Kami bersepakat mengusungnya sebagai visi Nusadaily.com. Sekaligus kami mempersembahkannya dalam empat bahasa, Indonesia, Arab, Inggris dan China.
Nusa Daily Group
member of
Berita Khusus
Berita Pilihan
Berita Terbaru
© Nusadaily.com | Tell The Truth | 2021

source