Monday, 14 Zulqaidah 1443 / 13 June 2022
Monday, 14 Zulqaidah 1443 / 13 June 2022

Kamis 09 Jun 2022 20:49 WIB
Red: Nora Azizah
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) ke warga di Posko Vaksinasi Covid-19 Terminal Cicaheum, Kota Bandung.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kesehatan RI masih memiliki anggaran Rp1,3 triliun yang dialokasikan untuk kebutuhan belanja vaksin COVID-19 produksi dalam negeri pada tahun ini. “Terus terang anggaran yang digunakan untuk pembelian vaksin dalam negeri masih ada untuk 2022 ini. Akan kami serap sebesar Rp1,3 triliun,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dalam konferensi pers Kick Off Uji Klinik Fase 3 Vaksin BUMN secara virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Menurut Dante angka vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah sangat tinggi, mencapai 400 juta lebih suntikan.  “Tapi kita tidak tahu kapan pandemi selesai,” katanya.

Baca Juga

Menurut Dante, situasi pandemi COVID-19 yang saat ini telah terkendali, dibuktikan dengan pengukuran epidemiologi terhadap sejumlah indikator kasus yang sangat rendah, seperti angka kematian, penularan, keterisian rumah sakit maupun vaksinasi. Pelandaian pandemi COVID-19 di Indonesia, kata Dante, juga didukung dengan hasil sero survei untuk mengukur kadar antibodi masyarakat Indonesia terhadap risiko penularan SAR-CoV-2 penyebab COVID-19 yang saat ini tinggi atau berkisar 99,2 persen.

“Kenapa kita bagus angkanya, karena sero survei menunjukkan antibodi masyarakat Indonesia tinggi,” ujarnya.

Meski situasi pandemi mengalami penurunan angka kasus yang signifikan, tapi pemerintah belum mengetahui kapan antibodi masyarakat akan turun. “Penurunan antibodi masyarakat ini akan dibarengi dengan pemberian booster (suntikan vaksin dosis ketiga). Salah satu alternatif booster tersebut adalah vaksin yang diproduksi BUMN,” katanya.

Dante mengatakan Kemenkes akan kembali mengevaluasi kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap vaksin COVID-19. “Selanjutnya akan kita evaluasi. Setelah kecukupan dalam negeri, BUMN akan ekspor (vaksin) ke tempat-tempat yang diperlukan,” katanya.

Menurut Dante angka vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah sangat tinggi, mencapai 400 juta lebih suntikan.  “Tapi kita tidak tahu kapan pandemi selesai,” katanya.

Menurut Dante, situasi pandemi COVID-19 yang saat ini telah terkendali, dibuktikan dengan pengukuran epidemiologi terhadap sejumlah indikator kasus yang sangat rendah, seperti angka kematian, penularan, keterisian rumah sakit maupun vaksinasi. Pelandaian pandemi COVID-19 di Indonesia, kata Dante, juga didukung dengan hasil sero survei untuk mengukur kadar antibodi masyarakat Indonesia terhadap risiko penularan SAR-CoV-2 penyebab COVID-19 yang saat ini tinggi atau berkisar 99,2 persen.

“Kenapa kita bagus angkanya, karena sero survei menunjukkan antibodi masyarakat Indonesia tinggi,” ujarnya.

Meski situasi pandemi mengalami penurunan angka kasus yang signifikan, tapi pemerintah belum mengetahui kapan antibodi masyarakat akan turun. “Penurunan antibodi masyarakat ini akan dibarengi dengan pemberian booster (suntikan vaksin dosis ketiga). Salah satu alternatif booster tersebut adalah vaksin yang diproduksi BUMN,” katanya.

Dante mengatakan Kemenkes akan kembali mengevaluasi kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap vaksin COVID-19. “Selanjutnya akan kita evaluasi. Setelah kecukupan dalam negeri, BUMN akan ekspor (vaksin) ke tempat-tempat yang diperlukan,” katanya.

Dapatkan Update Berita Republika
Masyarakat Diminta Mampu Nilai Risiko Ketika akan Melepas Masker
Penggunaan Narkoba Bisa Rusak Otak Hingga Sebabkan Gangguan Pernapasan
Tak Ada Istilah ‘Terlalu Muda’ untuk Kena Strok, Kenali Pemicunya
Masih Bayi Sudah Disunat, Ini Manfaatnya
Apakah Diet Bebas Minyak Benar-Benar Sehat?
Keuangan

Demi Majukan Industri 4.0, BBIHPMM Kemenperin ciptakan Indie-Services
Sulawesi

Meski banjir surut, BPBD Kabupaten Banggai tetap keluarkan peringatan dini.
Liga Indonesia

Persita maupun PSIS tampil cepat dan menyerang.
Jurnal

Insinyur Peternakan memiliki tanggung jawab dan berwenang memproduksi pangan protein hewani berupa telur, daging, dan susu. PMK bisa menghambat untuk mewujudkan kemandirian pangan dan ketahanan pangan protein hewani.
Nasional Inpicture

Bhabinkamtibmas Polsek Syamtalira Baru bersepeda motor ke desa-desa pedalaman.
3 PHOTO
3 PHOTO
5 PHOTO
7 PHOTO
10 PHOTO
Senin , 13 Jun 2022, 08:40 WIB
Senin , 13 Jun 2022, 17:50 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source