JOMBANG – Dorongan DPRD Jombang agar perbaikan jalan dan sekolah masuk prioritas P-APBD 2022 direspons pemkab. Hingga saat ini masih Pemkab mengaku masih melakukan identifikasi usulan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang Danang Praptoko menuturkan, saat ini usulan dari masing-masing OPD sudah masuk. Akhir bulan ini bakal dilakukan evaluasi. ”Jadi untuk P-APBD ini titik tolaknya sesuai Permendagri 86/2017, sekarang masih kita lakukan identifikasi usulan-usulan OPD,” kata Danang dikonfirmasi, Minggu (12/6) kemarin.
Dikatakan, tim anggaran juga sudah beberapa kali menggelar pertemuan. Sebagai tindak lanjut menentukan mana saja yang menjadi prioritas. ”Kaitannya dengan infrastruktur Pak Sekda (Agus Purnomo, Red) dan tim anggaran menyampaikan menjadi hal yang harus diutamakan,” imbuh dia.
Menurut Danang, ada tiga item yang bakal masuk skala prioritas. Masing-masing penanganan jalan, pendidikan dan kesehatan. ”Untuk alokasi jalan kira-kira mana saja yang harus dilakukan penanganan, walaupun kepastian anggaran belum didok, lalu untuk sekolah dan layanan dasar kesehatan ini berapa,” ujar Danang.
Diharapkan, akhir Juni tahapan identifikasi sudah kelar, dilanjutkan evaluasi. ”Tetap konsultasi dengan DPRD, lalu ada juga review ke Inspektorat, baru kita lakukan verifikasi ke provinsi,” lanjut dia.
Menilik tahapan yang ada, menurut Danang, tahapan itu butuh waktu kisaran empat bulan sebelum nantinya didok. ”Mungkin baru bisa dilaksanakan Oktober, karena tahapan-tahapan ini yang memakan waktu agak lama,” kata Danang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi mendorong perbaikan jalan dan sekolah rusak untuk segera dilakukan perbaikan. Sehingga anggaran akan dimasukkan pada P-APBD 2022 nanti.
”Tentu kami mendorong untuk perbaikan jalan dan sekolah bisa segera dilakukan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang Rabu (1/6) lalu.
Dirinya menyebut, pembahasan P-APBD 2022 dimulai setelah laporan pertanggung jawaban (LPj) bupati terlaksana. ”Dalam rapat Bamus nota penjelasan bupati akan dilakukan besok (hari ini, Red),” bebernya.
Politisi PKB ini menegaskan, setelah LPj bupati rampung, maka akan masuk dalam pembahasan P-APBD. ”Nanti itu Timnggar dan Banggar mulai membahas program kerja apa saja yang akan dimasukkan dalam P-APBD,” tegasnya.
Tak hanya itu, masing-masing komisi juga melakukan rapat kerja dengan OPD (organisasi perangkat) daerah. Kendati demikian, perbaikan jalan dan sekolah tentu harus menjadi prioritas. Mengingat kondisi jalan dan sekolah di Jombang butuh perawatan. ”Kalau dibiarkan terus menerus jalan dan sekolah semakin rusak. Pastinya anggaran untuk perbaikan juga semakin besar,” tegas Mas’ud. (fid/naz/riz)
JOMBANG – Dorongan DPRD Jombang agar perbaikan jalan dan sekolah masuk prioritas P-APBD 2022 direspons pemkab. Hingga saat ini masih Pemkab mengaku masih melakukan identifikasi usulan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang Danang Praptoko menuturkan, saat ini usulan dari masing-masing OPD sudah masuk. Akhir bulan ini bakal dilakukan evaluasi. ”Jadi untuk P-APBD ini titik tolaknya sesuai Permendagri 86/2017, sekarang masih kita lakukan identifikasi usulan-usulan OPD,” kata Danang dikonfirmasi, Minggu (12/6) kemarin.
Dikatakan, tim anggaran juga sudah beberapa kali menggelar pertemuan. Sebagai tindak lanjut menentukan mana saja yang menjadi prioritas. ”Kaitannya dengan infrastruktur Pak Sekda (Agus Purnomo, Red) dan tim anggaran menyampaikan menjadi hal yang harus diutamakan,” imbuh dia.
Menurut Danang, ada tiga item yang bakal masuk skala prioritas. Masing-masing penanganan jalan, pendidikan dan kesehatan. ”Untuk alokasi jalan kira-kira mana saja yang harus dilakukan penanganan, walaupun kepastian anggaran belum didok, lalu untuk sekolah dan layanan dasar kesehatan ini berapa,” ujar Danang.
Diharapkan, akhir Juni tahapan identifikasi sudah kelar, dilanjutkan evaluasi. ”Tetap konsultasi dengan DPRD, lalu ada juga review ke Inspektorat, baru kita lakukan verifikasi ke provinsi,” lanjut dia.
Menilik tahapan yang ada, menurut Danang, tahapan itu butuh waktu kisaran empat bulan sebelum nantinya didok. ”Mungkin baru bisa dilaksanakan Oktober, karena tahapan-tahapan ini yang memakan waktu agak lama,” kata Danang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi mendorong perbaikan jalan dan sekolah rusak untuk segera dilakukan perbaikan. Sehingga anggaran akan dimasukkan pada P-APBD 2022 nanti.
”Tentu kami mendorong untuk perbaikan jalan dan sekolah bisa segera dilakukan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang Rabu (1/6) lalu.
Dirinya menyebut, pembahasan P-APBD 2022 dimulai setelah laporan pertanggung jawaban (LPj) bupati terlaksana. ”Dalam rapat Bamus nota penjelasan bupati akan dilakukan besok (hari ini, Red),” bebernya.
Politisi PKB ini menegaskan, setelah LPj bupati rampung, maka akan masuk dalam pembahasan P-APBD. ”Nanti itu Timnggar dan Banggar mulai membahas program kerja apa saja yang akan dimasukkan dalam P-APBD,” tegasnya.
Tak hanya itu, masing-masing komisi juga melakukan rapat kerja dengan OPD (organisasi perangkat) daerah. Kendati demikian, perbaikan jalan dan sekolah tentu harus menjadi prioritas. Mengingat kondisi jalan dan sekolah di Jombang butuh perawatan. ”Kalau dibiarkan terus menerus jalan dan sekolah semakin rusak. Pastinya anggaran untuk perbaikan juga semakin besar,” tegas Mas’ud. (fid/naz/riz)
PT JOMBANG INTERMEDIA PERS
JALAN AIRLANGGA NOMOR 10,
KEPANJEN, JOMBANG
TELEPON / FAX / WHATSAPP: (0321) 875137/081336610001