TIMESINDONESIA, MAGETAN – Warga masyarakat Dusun Wonomulyo beramai – ramai memadati makam Ki Hajar Wonokoso yang berlokasi di Dusun Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (6/6/2022) malam.
Hal tersebut terjadi lantaran masyarakat setempat sedang menyelenggarakan acara Galungan dalam rangka memperingati Haul Ki Hajar Wonokoso yang merupakan orang pertama kali yang membabat hutan dan tinggal di Dusun Wonomulyo yang dulu dikenal dengan nama "Djeblok".
memotong-tumpeng-dalam-kegiatan-Galungan-dal-memperingati-Haul-Ki-Hajar-Wonokoso.jpgKepala Desa Genilangit, Pardi saat memotong tumpeng dalam kegiatan Galungan dal memperingati Haul Ki Hajar Wonokoso. (FOTO: Aditya Candra/TIMES Indonesia)
"Acara Galungan ini rutin diadakan setiap 6 bulan sekali atau 210 hari sekali. Dan momen kali ini kita kolaborasikan dari warga lokal bersama Dinas Pariwisata dan Kabudayaan Magetan sehingga acara ini dikemas menjadi wisata budaya dengan maksud melestarikan adat tradisi kebudayaan yang berlaku di Dusun Wonomulyo ini," ujar Kepala Desa Genilangit, Pardi.
Dalam kegiatan Galungan dan Haul Ki Hajar Wonokoso tersebut juga ada beberapa Ubo Rampe "pelengkap yang berupa makanan dalam sesaji atau sajen" seperti tumpeng dari nasi jagung, sate tempe, sayur ares, dan botok pelas.
Makam-Ki-Hajar-Wonokoso.jpgMakam Ki Hajar Wonokoso. (FOTO: Aditya Candra/TIMES Indonesia)
"Semua itu makanan tradisional pada jaman dahulu yang menjadi makanan favorit yang saat ini kita lestarikan melalui ubo rampe disetiap kegiatan, lalu ada juga ubo rampe dari pisang dan gula merah. Semua itu hanya salah satu simbol saja bahwa semua itu merupakan suatu kebutuhan dari warga kami, dan pada momen ini bisa saling berbaginya warga Dusun Wonomulyo yang menjadi simbol guyub dan rukun," terangnya.
Sementara itu, Bupati Magetan, Suprawoto yang hadir dalam dalam kegiatan tersebut mengatakan, meski hanya memiliki kurang lebih 1200 penduduk dari 320 KK, yang menarik dari Dusun Wonomulyo ini selain sektor wisatanya adalah masyarakatnya yang memiliki sifat toleransi dari berbagai agama,
"Selain potensi wisatanya di dusun tertinggi di Magetan yang memiliki sebutan dusun di atas awan, masyarakatnya pun memiliki sifat toleransi yang tinggi, itu cukup luar biasa dan patut menjadi contoh untuk kita semua," kata Bupati Suprawoto saat menghadiri kegiatan Galungan dan Haul Ki Hajar Wonokosodi Dusun Wonomulyo, Magetan. (*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
10/11/2021 – 09:39
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 1.3083 seconds. Running in Unknown Platform

source