CIANJUR, RadarBangsa.co.id – Puskesmas Rawat Inap Cidaun gelar lokakarya mini lintas sektoral triwulan 2 tahun 2022 sebagai bentuk peningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggalangan kerja sama tim baik lintas program maupun lintas sektor serta terlaksananya kegiatan Puskesmas
sesuai dengan perencanaan.
Tampak hadir, Plt. Camat Cidaun Syofyan Sauri S. Sos, Fasilitator dari Dinkes Cianjur, Kapolsek Cidaun diwakili Imam, Koramil Cidaun diwakili Asep, Kepala KUA Cidaun, UPTD P5A Cidaun, Kepala Puskesmas Cibuluh, UPTD BPP Cidaun, para Kepala Desa sekecamatan Cidaun, MUI Kecamatan Cidaun, sejumlah awak media, dan peserta lokakarya mini dari tim kesehatan sewilayah kerja puskesmas rawat inap Cidaun di Aula Puskesmas rawat inap Cidaun, Kamis (09/06/2022).
Kepala Puskesmas H. Eman Sulaeman. S.Kep dalam sambutannya menyampaikan; “lokakarya mini Puskesmas rawat inap Cidaun triwulan 2 tahun 2022 diselenggarakan adalah untuk meningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggalangan kerja sama tim baik lintas program maupun lintas sektor serta terlaksananya kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan.
Selanjutnya memaparkan berbagai persoalan yang harus di sepakati bersama secara lintas sektoral yang dimulai dengan memaparkan; “Status Covid-19 di kabupaten Cianjur saat ini belum dicabut dan sedikit melonggar namun, menghimbau dan mengajak seluruh warga masyarakat sekecatan Cidaun untuk tetap waspada dan selalu menerapkan prokes terutama pada ruangan tertutup.
“Bupati Cianjur H. Herman Suherman berpesan, semua lini saat ini harus bahu-membahu untuk mengatasi stunting yang masih ada. Sembari bertanya kepada; Camat, kapus, kepala OPD, Kades, Stunting di Cidaun itu berapa dan dimana saja?
“Dalam penanganan stunting ini mengapa harus multifaktor dan tidak bisa dilaksanakan oleh satu faktor saja. Seperti kesehatan melalui puskesmas hanya bisa pertama mendeteksi, kedua mengatasi jika ada permasalahan kesehatan yang timbul. Sedangkan jika ada jadi penyebabnya, apakah itu kesehatan anak, lingkungan, ekonomi, pola pengasuhan dan lainnya itu tidak bisa dilakukan oleh puskesmas saja.
“Bupati juga menitipkan tentang antisipasi munculnya penyakit “HEPATITIS” yang tidak diketahui penyebabnya. Penyakit ini banyak menyerang pada anak usia 1 sampai dengan usia 16 tahun, atau kebanyakan pada usia muda (anak-anak sekolah).
Sebagai antisipasinya sangat berpengaruh dalam pola “kebersihan”. Bupati dalam hal ini belum melepas sepenuhnya 100% anak-anak belajar tatap muka dikarenaka penyakit “hepatitis” ini dan bukan saja karena covid-19 saja.
Disini kita harus bisa mengedukasi kepada anak-anak agar jangan dulu jajan di sekolah karena mengingat kebersihan ini. Sekaligus menyarankan agar selalu cuci tangan serta menjaga kebersihan.
Selanjutnya, belum maksimalnya pelayanan kesehatan mengenai bersalin di pasilitas kesehatan. Kenapa persalinan ini tetap disorot? Karena berpengaruh kepada angka kematian bayi dan ibuk yang merupakan indikator keberhasilan pembangunan kesehatan. Di Cidaun, kasus seperti ini setiap tahunnya masih ada. Salah satu penyebabnya adalah keterlambanan dalam pelayanan.
Selanjutnya, vaksinasi booster, di Cidaun sampai saat ini baru sampai 24%, minimal untuk booster itu 30%. Vaksin 1 dan vaksin 2 Insyaa Allah Cidaun dapat dibilang “aman”.
Banyaknya kepesertaan BPJS di kecamatan ini yang di non aktifkan oleh pusat. Di Cidaun 23.000 BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) nan aktif, karena efesiensi keakuratan data. Melalui forum ini bagaimana kita mencari cara sehingga BPJS ini aktif kembali.
Terakhir mengenai Gerakan Hidup Sehat Masyarakat (GERMAS )
Cidaun adalah endemis Demam Berdarah (DBD), dengan kasus ini mohon pemberian informasi yang benar kepada masyarakat melalui kepala desa.
Biasanya, desa menelepon atau mengirim surat ke puskesmas agar dapat desanya di “poging”. Poging boleh dilaksanakan tetapi itu bukan tindakan utama dalam mengatasi wabah nyamuk. Namun sebagai tindakan utama itu adalah melakukan 3M. Menaburkan bubuk abate, jangan ada air tergenang, bahkan bak mandipun dalam seminggu sekurang-kurangnya dapat dikuras 2 kali.
Melalui puskesmas poging bukanlah kegiatan rutin, lagipula sudah tidak ada lagi anggarannya. Sekarang dipertegas oleh Bupati, setiap Jum’at melakukan bersih-bersih (Jumsih).
Melalui lokakarya mini yang diselenggarakan oleh puskesmas rawat inap Cidaun dapat ditarik kesepakatan bersama lintas sektoral dengan melakukan penandatanganan sebagai bukti kesepakatan dengan 5 isi kesepakatan; Pertama, Dukungan untuk peningkatan akses pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan (faskes). Kedua, Menggalakkan budaya GERMAS dengan dukungan mengeluarkan peraturan internal tentang GERMAS. Tiga, Melakukan penjadwalan vaksinasi booster covid-19 di setiap desa. Empat, Melakukan koordinasi lintas sektor untuk intervensi permasalahan stunting. Lima, Melakukan penjaringan dan validasi data kepesertaan BPJS PBI yang non aktif dan pengajuan usulan baru dengan memaksimalkan kinerja operator Siks-NG.
Sebelumnya, kegiatan lokakarya mini dimulai, seluruh tamu undangan melakukan pemeriksaan kesehatan, dimulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tensi darah, gula darah, dan pengukuran diameter pinggang.
Kegiatan lokakarya mini puskesmas rawat inap Cidaun triwulan 2 tahun 2022 berlangsung dengan sukses dan dilengkapi prokes.
Dalam Rangka Meningkatkan Peran Aktif, Pengurus PKK Melaksanakan Turba Distiap Dusun Desa Kejapanan
Camat Cidaun Bersama Lintas Sektoral Tandatangani MoU Putusan Lokakarya Mini Puskesmas Rawat Inap Cidaun Triwulan 2 Tahun 2022
Menurunkan Stunting, FKK Muktiharjo Kidul, Mbak Hanik dan Puskesmas Tlogosari Gelar Sosialisasi dan Pelatihan
Menjaga Kualitas Air, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Terus Melakukan Kerjasama dengan Berbagai Pihak
DKPP Kabupaten Sumenep Berikan Penanganan dan Pengobatan Gratis Pada Hewan Ternak Terpapar PMK
DPD NasDem Kab. Kediri Siap ke Jakarta untuk Sukseskan Rakernas
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
Ikuti Kami di Google Berita