JOMBANG – Kusen, 74, lansia asal Dusun/Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis (9/6) pagi. Diduga kuat, ia gantung diri lantaran frustasi punya penyakit menahun yang tak kunjung sembuh.
“Kondisi korban diketahui anaknya sendiri sudah menggantung di belakang rumah,” terang AKP Dwi Retno Suharti Kapolsek Perak. Kejadian itu berawal saat istri korban Ruqiyati, 54 , mencari korban yang tiba-tiba saja hilang dari kamar. “Sekitar pukul 04.30, istrinya mencari korban yang tidak ada di kamar, kemudian meminta tolong anaknya membantu mencari,” lanjutnya.
Satu jam mencari, keduanya tak juga menemukan keberadaan korban. Hingga sekitar pukul 05.30, Risal Harmoko, 34, anak korban menemukan ayahnya sudah dalam posisi tak bernyawa. Ia ditemukan sudah menggantung pada seutas kain sarung. “Korban ditemukan menggantung di bekas kandang kambing di belakang rumah,” tambahnya.
Polisi yang datang setelah mendapat laporan, langsung mengevakuasi jasad korban dan melakukan olah kejadian perkara. Visum juga dilakukan petugas kesehatan. “Hasilnya korban dipastikan meninggal karena bunuh diri, tidak ada bekas tanda penganiayaan,” imbuh Retno.
Dari hasil pemeriksaan keluarga korban, ia menyebut dugaan kuat korban nekat mengakhiri hidupnya karena depresi. Selama ini, ia memang mengidap penyakit stroke dan sakit jantung yang sudah bertahun-tahun tak sembuh. Sehingga dugaan itu yang menyebabkan korban bunuh diri. “Keluarga menyatakan ikhlas dan tidak menghendaki otopsi, jenazah langsung dikebumikan,” pungkasnya. (riz/bin)
JOMBANG – Kusen, 74, lansia asal Dusun/Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis (9/6) pagi. Diduga kuat, ia gantung diri lantaran frustasi punya penyakit menahun yang tak kunjung sembuh.
“Kondisi korban diketahui anaknya sendiri sudah menggantung di belakang rumah,” terang AKP Dwi Retno Suharti Kapolsek Perak. Kejadian itu berawal saat istri korban Ruqiyati, 54 , mencari korban yang tiba-tiba saja hilang dari kamar. “Sekitar pukul 04.30, istrinya mencari korban yang tidak ada di kamar, kemudian meminta tolong anaknya membantu mencari,” lanjutnya.
Satu jam mencari, keduanya tak juga menemukan keberadaan korban. Hingga sekitar pukul 05.30, Risal Harmoko, 34, anak korban menemukan ayahnya sudah dalam posisi tak bernyawa. Ia ditemukan sudah menggantung pada seutas kain sarung. “Korban ditemukan menggantung di bekas kandang kambing di belakang rumah,” tambahnya.
Polisi yang datang setelah mendapat laporan, langsung mengevakuasi jasad korban dan melakukan olah kejadian perkara. Visum juga dilakukan petugas kesehatan. “Hasilnya korban dipastikan meninggal karena bunuh diri, tidak ada bekas tanda penganiayaan,” imbuh Retno.
Dari hasil pemeriksaan keluarga korban, ia menyebut dugaan kuat korban nekat mengakhiri hidupnya karena depresi. Selama ini, ia memang mengidap penyakit stroke dan sakit jantung yang sudah bertahun-tahun tak sembuh. Sehingga dugaan itu yang menyebabkan korban bunuh diri. “Keluarga menyatakan ikhlas dan tidak menghendaki otopsi, jenazah langsung dikebumikan,” pungkasnya. (riz/bin)
PT JOMBANG INTERMEDIA PERS
JALAN AIRLANGGA NOMOR 10,
KEPANJEN, JOMBANG
TELEPON / FAX / WHATSAPP: (0321) 875137/081336610001