Anda belum login
Anda belum login
Sign InorSign Up
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Pencarian
INVESTOR.id
Jajaran Direksi PT KSK Insurance.
JAKARTA, investor.id — PT KSK Insurance Indonesia membukukan pendapatan premi mencapai Rp 148,12 miliar pada kuartal I-2022, tumbuh 40,29% secara year on year (yoy). Sementara itu, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan premi lebih dari 50% menjadi sebesar Rp 820 miliar. Inovasi produk, layanan, dan program baru menjadi strategi utama perseroan mencapai target tersebut.
Finance Director KSK Insurance Suharjo Lumbanraja menyampaikan, bisnis perusahaan terus tumbuh dengan baik dalam beberapa tahun belakangan. Pada 2020 premi perseroan mampu tumbuh 17% dan berlanjut tumbuh 38% pada 2021. Lini bisnis asuransi properti, asuransi kendaraan, dan asuransi kesehatan menjadi kontributor terbesar.
Khusus tahun ini, sejumlah strategi bisnis juga telah disiapkan untuk terus memperluas akses dan jangkauan dalam era kebiasaan baru (new normal). "Kami menargetkan premi tahun ini di angka Rp 820 miliar atau tumbuh di atas 50%," ujar Suhardjo dalam media visit KSK Insurance ke BeritaSatu Media Holdings di Jakarta, Rabu (8/6/2022).
Baca juga: Tumbuh Positif, Laba Bersih KSK Insurance Indonesia Naik 44,4%
Dia menyatakan, saat ini pengembangan teknologi menjadi fokus utama. Pengalaman berselancar nasabah pada aplikasi perseroan pun terus ditingkatkan agar lebih cepat dan mudah. Dari sisi internal, perusahaan juga telah melakukan pergantian dari PC menjadi laptop agar karyawan bisa bekerja secara fleksibel, sehingga produktivitas pun dapat meningkat.
"Jadi dalam rencana binsis kami, pengembangan teknologi itu menjadi fokus penting, termasuk pengembangan aplikasi, saat ini terkait pelayanan klaim. Nanti masuk juga di dalam pengembangan produksi dan pemasaran. Setiap sumber bisnis akan bisa memantau perkembangan bisnis dalam satu aplikasi. Kami sudah menjalin kerja sama agar seseorang bisa beli asuransi lewat web atau aplikasi," kata Suhardjo.
Dia menyatakan, memberi pelayanan sesuai dengan kebutuhan nasabah menjadi orientasi bisnis perusahaan. Alhasil, per kuartal I-2022, pendapatan premi KSK Insurance mencapai Rp 148,12 miliar atau tumbuh 40,29% secara year on year (yoy). Dengan pengelolaan yang baik, produksi premi itu membuahkan pertumbuhan hasil underwriting dari Rp 27,75 miliar menjadi Rp 37,68 miliar.
Pada akhirnya, perseroan mampu membukukan laba usaha asuransi sebesar Rp 2,32 miliar dan laba komprehensif menjadi Rp 2,31 miliar pada kuartal I-2022.
Baca juga: Tahun 2022, KSK Insurance Proyeksi Premi Tumbuh 20-25%
Suhardjo menegaskan, perseroan berupaya menjaga kepercayaan konsumen dengan menerapkan tata kelola yang baik. Salah satunya dengan menjaga likuiditas sehingga proses klaim tidak terganggu. Strategi yang diterapkan adalah dengan menempatkan investasi pada instrumen dengan risiko rendah.
"Jika terjadi klaim, kami selalu siap. Investasi kami tidak terdampak penurunan indeks saham ketika pandemi, sehingga dari investasi tidak mengalami loss. Prioritas kami adalah menjaga likuiditas dan tidak untuk mencari return tinggi dari investasi," ungkap dia.
Pendekatan Inovasi
Sementara itu, Marketing Director KSK Insurance Eny Handayani menuturkan, perkembangan perusahaan hingga saat ini tidak terlepas dari berbagai pendekatan inovasi. Perseroan telah menghadirkan e-policy, sebuah layanan yang efisien dan membantu. Lalu ada e-quotation yang membuat sumber bisnis bisa membuat penawaran kepada nasabahnya secara lebih cepat. Perseroan juga tengah menyiapkan program e-claim agar proses klaim dapat lebih cepat dan mudah.
Baca juga: KSK Insurance Proyeksikan Asuransi Umum 2022 Tumbuh 9%-11%
"Jadi strategi kami untuk mendongkrak pertumbuhan pada 2022 melalui inovasi berbasis web dan aplikasi, e-policy, e-claim, dan lainnya yang akan dibangun. Selain itu, kami akan membuka kanal baru yaitu dari perbankan dan leasing. Tahun ini juga, target kami akan membuka 10 sales support di beberapa kota besar di Indonesia," jelas dia.
Di sisi lain, KSK Insurance terus berinovasi dengan menghadirkan beberapa produk terbaru. Tahun ini perseroan berencana memperkenalkan produk asuransi kesehatan untuk individu, menyusul produk asuransi kesehatan untuk karyawan (employee benefit) bernama KSK Prime Care yang telah diluncurkan tahun lalu.
President Director KSK Insurance Dato' Dr Sharifuddin bin Abdul Wahab menerangkan, pilihan meramu produk asuransi kesehatan tidak terlepas dari upaya menangkap kebutuhan masyarakat yang mulai sadar pentingnya proteksi asuransi. Produk ini juga akan menjawab kebutuhan dari segmen milenial, berikut dengan premi yang kompetitif.
Baca juga: Kuartal I, Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 7,53%
Namun demikian, kata dia, tantangannya adalah membuka akses produk kepada masyarakat yang lebih luas, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan. Sehingga pengembangan teknologi memang menjadi keniscayaan, disamping penyediaan kantor pendukung di sejumlah kota besar.
"Luasnya Indonesia menjadi tantangan. Jadi kami fokus lebih dulu di wilayah Pulau Jawa. Setelah kukuh, kami akan keluar Pulau Jawa untuk menawarkan produk asuransi. Memang tantangannya adalah merambah seluruh populasi, butuh waktu yang lama untuk mencapai tujuan itu," kata Dato'.
Selain produk dan layanan, tambah dia, KSK Insurance akan terus menambah program-program menarik bagi nasabah dan masyarakat luas terkait KSK Peduli Series. Tahun lalu perseroan telah memperkenalkan beberapa program seperti KSK Peduli MV, KSK Peduli Rumah, dan KSK Peduli Kesehatan.
Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Sumber : Investor Daily
Berita Terkait
Kuartal I, Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 7,53%
Aktivitas Mudik Dongkrak Permintaan Empat Produk Asuransi Umum
Sasar Segmen Milenial, BRI Insurance Bidik Pertumbuhan Premi 15% di 2022
Terpopuler
01
GOTO Caplok Saham Start-up USS Networks
Rabu, 8 Juni 2022 | 13:39 WIB
02
Soal Akuisisi Unit Syariah BTN oleh BSI (BRIS), Ada Info Barunya nih!
Rabu, 8 Juni 2022 | 12:20 WIB
03
Tim PKPU Garuda (GIAA) Akui Klaim Utang Rp 120,5 Triliun
Rabu, 8 Juni 2022 | 22:58 WIB
04
Mengapa Saham Telkom (TLKM) Dilepas Asing?
Kamis, 9 Juni 2022 | 14:50 WIB
05
Gelar RUPST, Samudera Indonesia (SMDR) Mau Tetapkan Penggunaan Laba, Ada untuk Dividen?
Rabu, 8 Juni 2022 | 12:18 WIB
Terkini
Trakindo Gelar Ajang Kompetisi Inovasi Siswa SD
Jumat, 10 Juni 2022 | 05:20 WIB
Ini Strategi Investasi di Tengah Kondisi Pasar Volatil
Jumat, 10 Juni 2022 | 05:00 WIB
Menjaga Kuota Konsumsi BBM Subsidi Jadi Tantangan Pertamina
Kamis, 9 Juni 2022 | 23:51 WIB
Gobel: Segera Tanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku
Kamis, 9 Juni 2022 | 23:08 WIB
LPEI Gandeng Disperindag Jabar Tingkatkan Ekspor dan Pemberdayaan UMKM
Kamis, 9 Juni 2022 | 23:08 WIB
Copyright ©2022 Investor Daily. All Rights Reserved