Cegah PMK Meluas, Dua Pasar Hewan di Banyuwangi Ditutup Sementara
Hendak Jenguk Saudara, Emak-emak Jadi Korban Tabrak Lari
Buru Orang Tua Bayi yang Dibuang, Polisi Data Ibu Hamil di Muncar
Terbungkus Plastik, Bayi Baru Lahir Dibuang di Sungai
Muhibah Kata-Kata Memukau Penonton Festival Budaya Nusantara
Surga dalam Secangkir Kopi
Gelaran Festival Budaya Nusantara Diawali Gesah Budaya Dua Tradisi
Butuh Kekompakan, Gaungnya Dirancang Lebih Heboh
Om Kosmas Bangkit dari Kematian
Cegah PMK Meluas, Dua Pasar Hewan di Banyuwangi Ditutup Sementara
Hendak Jenguk Saudara, Emak-emak Jadi Korban Tabrak Lari
Buru Orang Tua Bayi yang Dibuang, Polisi Data Ibu Hamil di Muncar
Terbungkus Plastik, Bayi Baru Lahir Dibuang di Sungai
Muhibah Kata-Kata Memukau Penonton Festival Budaya Nusantara
Surga dalam Secangkir Kopi
Gelaran Festival Budaya Nusantara Diawali Gesah Budaya Dua Tradisi
Butuh Kekompakan, Gaungnya Dirancang Lebih Heboh
Om Kosmas Bangkit dari Kematian
MUNCAR, Radar Genteng – Warga yang tinggal di sekitar Kantor PLN Muncar, Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan bayi berkelamin laki-laki yang terapung di sungai dekat jembatan, Selasa siang (7/6).
Bayi yang ditemukan warga sekitar pukul 11.00 dan sudah meninggal itu, diduga baru lahir. Sebab, sebagian tali pusarnya masih menempel diperutnya. Penemuan orok bayi di sungai ini, sempat membuat perhatian warga. Jalan raya di lokasi, sempat macet karena banyak pengendara yang berhenti untuk melihatnya.  “Yang tahu pertama itu orang sedang jalan di sekitar jembatan, tapi warga tidak berani mengangkat bayi itu, menunggu polisi,” cetus Hariyanto, 53, Kepala Dusun Krajan, Desa Kedungrejo.
Menurut Hariyanto, saat ditemukan mengapung di sungai bercampur dengan sampah, mayat bayi itu sudah mengeluarkan bau busuk. “Di samping mayat bayi, ada bangkai kucing,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Polisi yang mendapat laporan dari warga, datang bersama petugas medis dari Puskesmas Kedungrejo, Muncar. Mayat bayi yang kondisinya memprihatinkan dengan tali pusar yang masih tersisa sekitar enam centimeter itu, diangkat dan dibawa ke Puskesmas. “Dibawa ke Puskesmas Kedungrejo untuk dibersihkan dan diperiksa,” katanya.
Kapolsek Muncar, AKP Imron pada Jawa Pos Radar Genteng menyampaikan, dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan mayat bayi yang ditemukan warga itu diperkirakan berusia sekitar 7,5 bulan. Itu berdasarkan organ tubuh yang sudah terbentuk sempurna. “Plasentanya sudah tidak ada, tali pusarnya sudah dipotong, tapi memotongnya terlihat asal-asalan,” ungkapnya.
Untuk mengungkap bayi yang ditemukan sudah meninggal di sungai itu, terang Kapolsek, tim Indonesia Automatic Fingerprint System (Inafis) dari Polresta Banyuwangi langsung diterjunkan untuk mengidentifikasi mayat bayi yang diperkirakan sudah dibuang sekitar dua hari lalu itu. “Teman-teman Inafis sudah datang untuk identifikasi,” katanya.
Untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, terang Kapolsek, mayat bayi itu langsung dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi. “Awalnya akan dimakamkan di sini, tapi untuk proses identifikasi, kami bawa ke RSUD Blambangan dulu,” terangnya. (sas/abi)
MUNCAR, Radar Genteng – Warga yang tinggal di sekitar Kantor PLN Muncar, Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan bayi berkelamin laki-laki yang terapung di sungai dekat jembatan, Selasa siang (7/6).
Bayi yang ditemukan warga sekitar pukul 11.00 dan sudah meninggal itu, diduga baru lahir. Sebab, sebagian tali pusarnya masih menempel diperutnya. Penemuan orok bayi di sungai ini, sempat membuat perhatian warga. Jalan raya di lokasi, sempat macet karena banyak pengendara yang berhenti untuk melihatnya.  “Yang tahu pertama itu orang sedang jalan di sekitar jembatan, tapi warga tidak berani mengangkat bayi itu, menunggu polisi,” cetus Hariyanto, 53, Kepala Dusun Krajan, Desa Kedungrejo.
Menurut Hariyanto, saat ditemukan mengapung di sungai bercampur dengan sampah, mayat bayi itu sudah mengeluarkan bau busuk. “Di samping mayat bayi, ada bangkai kucing,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Polisi yang mendapat laporan dari warga, datang bersama petugas medis dari Puskesmas Kedungrejo, Muncar. Mayat bayi yang kondisinya memprihatinkan dengan tali pusar yang masih tersisa sekitar enam centimeter itu, diangkat dan dibawa ke Puskesmas. “Dibawa ke Puskesmas Kedungrejo untuk dibersihkan dan diperiksa,” katanya.
Kapolsek Muncar, AKP Imron pada Jawa Pos Radar Genteng menyampaikan, dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan mayat bayi yang ditemukan warga itu diperkirakan berusia sekitar 7,5 bulan. Itu berdasarkan organ tubuh yang sudah terbentuk sempurna. “Plasentanya sudah tidak ada, tali pusarnya sudah dipotong, tapi memotongnya terlihat asal-asalan,” ungkapnya.
Untuk mengungkap bayi yang ditemukan sudah meninggal di sungai itu, terang Kapolsek, tim Indonesia Automatic Fingerprint System (Inafis) dari Polresta Banyuwangi langsung diterjunkan untuk mengidentifikasi mayat bayi yang diperkirakan sudah dibuang sekitar dua hari lalu itu. “Teman-teman Inafis sudah datang untuk identifikasi,” katanya.
Untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, terang Kapolsek, mayat bayi itu langsung dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi. “Awalnya akan dimakamkan di sini, tapi untuk proses identifikasi, kami bawa ke RSUD Blambangan dulu,” terangnya. (sas/abi)
Jl. Brawijaya 77 Banyuwangi,
Telp: (0333) 412224-416647
Fax: 0333-416647
Email : radarbwi@gmail.com

source