UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG, FAKULTAS HUKUM, ANGKATAN 2019
Selanjutnya
Tutup

dokpri
dokpri


Jumlah total balita atau anak-anak sekitar 1,7 Juta di Indonesia yang belum mendapatkan pelayanan imunisasi dasar lengkap pada tahun 2019-2022, dengan bertambahnya jumlah balita yang belum mendapatkan imunisasi yang dikhawatirkan natinya akan berdampak pada peningkatan jumlah kasus campak, gizi buruk, rubella, serta difteri pada beberapa wilayah. 

Tahap kedua pelaksanaan mulai dari bulan Agustus tahunb 2022 pada Provinsi di Pulau Jawa dan provinsi bali, maka dari itu pada tanggal 2, 4, 9,11, Bulan Agutus Bidan Desa beserta  Para Kader denan di bantu oleh Mahasiswa KKN  dari Universitas Negeri Semarang di Desa Wiyorowetan. Bulan Imunisasi Anak Nasional yaitu sebuah kegiatan dalam pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubella serta pemberian imunisasi pada anak yang terlambat mendapatkan imunisasi, lengkap yang diakibatkan karena adanya Covid-19. 

Partisipasi yang baik antara warga dengan tenaga kesehatan dan kader-kader dalam pelaksanaan BIAN di Posyandu. Pada Tanggal 4 Agustus 2022 dari data yangtelah diambil terdapat 30 balita yang telah melakukan imunisasi di Posyandu Kenanga, Pada  Tanggal 8 Agustus 2022 terdapa 43 jumlah balita yang telah melaksanakan imunisasi di posyandu mawar , Pada Tanggal 11 Agustus 2022 terdapat 22 jumlah balita yang telah melaksanakan imunisasi pada Posyandu Cempaka. 
Dengan adanya kegiatan Posyandu dalam kegiatan Imunisasi Anak Nasional ini diharapkan dapat menurangi angka kasus campak, gizi buruk, rubelladan dapat membuat imun anak-anak baik dan menjadi sehat.  Dan diharapkan untuk warga-warga untuk segera datang membawa anaknya ke posyandu terdekt untuk mendapatkan imunisasi untuk anaknya. Selama pelaksanaan BIAN demi menyukseskan BIAN 2022 untuk eleminasi campak-rubella pada tahun 2023 yang akan datang.        

dokpri
dokpri

source