logo
Selamat
Logo
twitter
facebook
instagram
youtube
Rabu, 7 September 2022
06 September 2022
18:09 WIB
Penulis: Khairul Kahfi,
Editor: Fin Harini
JAKARTA – Sekjen Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono melaporkan, hingga 2 September 2022, realisasi anggaran Kementan di tahun berjalan baru mencapai 48,51% atau sekitar Rp8,96 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari, realisasi Kementan senilai Rp7 triliun dan outstanding kontrak senilai Rp1,95 triliun. 
“Realisasi anggaran Kementerian Pertanian, per 2 September berdasarkan realisasi adalah 48,51%,” katanya dalam RDP dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Selasa (6/9).
Realisasi plus outstanding tersebut meliputi Sekretariat Jenderal Rp902,51 miliar (56,8%); Inspektorat Jenderal Rp62,56 miliar (64,05%); Ditjen Tanaman Pangan Rp1,56 triliun (58,67%); Ditjen Hortikultura Rp542,63 miliar (50,65%); Ditjen Perkebunan Rp691,96 miliar (59,25%).
Kemudian, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp1,42 triliun (28,31%); Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp1,55 triliun (55,56%); Balitbangtan Rp618,49 miliar (48,16%); BPPSDM Pertanian Rp830,42 miliar (62,59%); Badan Ketahanan Pangan Rp79,91 miliar (24,85%); dan Badan Karantian Pertanian Rp685,09 miliar (61,65%).
Meski begitu, Kasdi melanjutkan, torehan realisasi anggaran di atas dapat sedikit meningkat menjadi 51,63% atau Rp8,88 triliun. Dengan catatan, realisasi tersebut mengesampingkan skema automatic adjustment.
“Kami juga mencoba menskenariokan realisasi berdasarkan beberapa pertimbangan lanjut. Jika tanpa automatic adjustment anggaran BRIN dan anggaran Badan Pangan Nasional realisasi kita mencapai 51,63%,” sebut Kasdi. 
Rinciannya adalah Sekretariat Jenderal Rp902,51 miliar (64,87%); Inspektorat Jenderal Rp62,56 miliar (64,05%); Ditjen Tanaman Pangan Rp1,56 triliun (62,08%); Ditjen Hortikultura Rp542,63 miliar (51,09%); Ditjen Perkebunan Rp691,96 miliar (66,03%).
Kemudian, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp1,42 triliun (28,32%); Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp1,55 triliun (57,79%); Balitbangtan Rp618,49 miliar (60,76%); BPPSDM Pertanian Rp830,42 miliar (65,43%); dan Badan Karantina Pertanian Rp685,09 miliar (64,24%).
Hingga 31 Agustus 2022, dari realisasi anggaran tersebut diperoleh progres capaian produksi komoditas utama Kementan, seperti padi yang sudah mencapai 49,82 juta ton atau sekitar 90,75% dari target; kopi 710 ribu ton (89,11%); jagung 20,92 juta ton (90,53%); tebu 22,11 juta ton (63,18%); karet 2,26 juta ton (66,85%); dan kelapa 1,68 juta ton (60,20%).
Adapun realisasi hingga 31 Juli 2022, bawang merah 1,07 juta ton (65,04%); aneka cabai 1,67 juta ton (58,08%); daging sapi/kerbau 360 ribu ton (81,67%); daging kambing/domba 60 ribu ton (58,33%); daging ayam ras pedaging 2,2 juta ton (62,18%); serta telur 3,75 juta ton (65,65%).
Kasdi Juga menambahkan, pada waktu yang sama Kementan juga telah mencapai sejumlah output pertanian. Seperti sawah untuk padi seluas 498.895 ha atau sekitar 49,09% dari target; lalu lahan untuk jagung seluas 212.424 ha (55,61%); lahan untuk bawang merah seluas 3.065 ha (51,23%); dan lahan untuk aneka cabai seluas 2.288 ha (41,6%).
Kemudian, rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 3.054 unit (79,34%); KUR Tani sebanyak Rp74,6 triliun (82,9%); irigasi perpipaan 78 unit (52%); irigasi perpompaan 147 unit (49%); lalu alat mesin pertanian atau Alsintan 10.471 unit (54,18%).
“Embung pertanian sebanyak 282 unit (70,5%); optimalisasi reproduksi sebanyak 2,56 juta ekor (85,32%); produksi benih ternak unggul sebanyak 3,74 juta ekor (67,45%); serta produksi bibit ternak unggul sebanyak 916.070 ekor (56,85%),” paparnya.
Bagikan ke:
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on LinkedIn
Share on Whatsapp
Silahkan login untuk memberikan komentar

Login atau Daftar
Tentang kami
Redaksi
Pedoman dan Siber
Disclaimer
Privacy Policy
Kontak
©Validnews 2022 All rights reserved.

source