Tim SAR Temukan Bocah Pencari Ikan Tenggelam, Sudah Meninggal
Perahu Terbalik, Kakak Adik Diduga Tenggelam di Bendungan Dempok Pagak
Warga Jodipan Dikejutkan Seorang Wanita Meninggal Didalam Rumah
Kecelakaan di Talangagung Kepanjen, Pemotor Asal Blitar Meninggal
Tiga Orang Pelaku Penggelapan Pakan Ternak Ditangkap Polisi
Bulan Imunisasi Anak Nasional di Kota Malang, Wali Kota: Ini Aman dan Gratis
Partai Perindo Berikan Penghargaan 9 Tokoh di Malang Raya
Cegah Stunting, Wawali Sofyan Edi Butuh Komitmen Bersama
Wujudkan Ekraf Smart, Wali Kota Sutiaji: Evaluasi dan Perkuat Kolaborasi
Paguyupan PKL Pasar Laron Bagikan Santunan Puluhan Anak Yatim
Hari Pertama Masuk Sekolah di SDN Bunulrejo 3 Malang
Gamal Goes To School di SMP Negeri 1 Kota Malang
Hari Lahir Pancasila, Ribuan Pelajar Menyanyikan Indonesia Raya di Alun-Alun Tugu Malang
Hari Buku Nasional, Perpustakaan Kota Malang Tingkatkan Pelayanan
PPDB Online 2022 di Kota Malang
Cuddle Me Indonesia, Berikan Edukasi Cara Menggendong Bayi
Modena Home Center di Kota Malang, Berikut Alamatnya
Madu Lebah Trigona Diekspor ke Inggris
Pemilihan Puteri Heritage, 80 Designer Indonesia Hadir di Dinoyo Mall
Harga Telur Ayam di Malang Tetap Melambung
Jelang HUT RI, Pedagang Umbul-umbul Mulai Ramai di Malang
Jurnalis Polres Malang Gelar Turnamen e-Sport Playstation Piala Bhayangkara
Rino Lande Pengusaha Asal Malang Peduli Pelestarian Budaya di Desa Pujiharjo
Ada Jukir Nakal, Masyarakat Bisa Lapor Melalui Aplikasi Sitokirma
SKPP Wadah Perjuangan Tenaga Kontrak di Polinema Malang
Isoter Pandanwangi Dinonaktifkan, Nihil yang Dirawat
Pamor Keris Polres Malang Masih Temukan Warga Tidak Patuh Prokes
Ngaku Positif Covid-19, Pasutri Ini Malah Wisata Di Malang
Tim Gabungan Kota Malang Bubarkan Lomba Dance Di Matos
Pemkot Malang Terapkan Kebijakan PTM 50 Persen
Paguyupan PKL Pasar Laron Bagikan Santunan Puluhan Anak Yatim
Wali Kota Batu Serahkan Beasiswa BPJamsostek
Gubernur Khofifah dan Wali Kota Dewanti Kawal Vaksinasi PMK di Kota Batu
Hari Anak Nasional, Wali Kota Batu Ajak Orang Tua Penuhi Hak Anak
Bertabur Hadiah, Bapenda Kota Batu Gelar Gebyar Taat Pajak Tahun 2022
Diterbitkan
,
Oleh
 
KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang Sutiaji menghadiri kegiatan Rembuk Ekonomi Kreatif Tahun 2022 di Hotel Ijen Suite Malang, Rabu (27/7/2022).
Wali Kota Sutiaji memberikan arahan agar seluruh komunitas kreatif yang ada di Kota Malang dapat lebih menguatkan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
“Rembuk ekonomi kreatif kali ini di harapkan menjadi awal yang tepat guna membangun kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, pengusaha/pelaku bisnis, komunitas dan/atau masyarakat, media massa dan lembaga keuangan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari proses komunikasi untuk pembangunan hexahelix yang selama ini di jalankan oleh Pemerintah Kota Malang.
“Tentu hal ini di lakukan dalam rangka menciptakan kesejahteraan rakyat di bidang ekonomi kreatif khusus-nya di wilayah Kota Malang,” tutur Sutiaji.
Melalui kegiatan ini pula, lanjut Sutiaji, di harapkan menjadi lokomotif bersama dalam memberikan saran atau solusi untuk membangkitkan dan memulihkan ekonomi kreatif bagi para pelaku ekraf yang terdampak pandemi Covid-19.
“Kristalisasi pikiran dari masing-masing stakeholder sangat di butuhkan guna dapat di jadikan bahan penyusunan Peta Jalan atau Roadmap Ekonomi Kreatif yang akan datang, termasuk juga pemanfaatan MCC,” tandasnya.
Pesan penting yang di sampaikan Sutiaji pada kesempatan di maksud adalah pemantapan Roadmap Ekraf 2023 – 2028 melalui beberapa poin yaitu melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Di mana pengukurannya berbasis data dan melibatkan perwakilan seluruh komponen ekraf, memperkuat kolaborasi dan komunikasi dalam satu visi serta memperkuat peran ekraf sebagai lokomotif pengungkit UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Serta melahirkan roadmap yang Smart (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Timebound).


Serta melahirkan roadmap yang Smart (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Timebound).

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut di gelar dengan maksud sebagai sarana komunikasi antara 6 (enam) sektor yang mempunyai peran dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang.
“Tujuannya tentu untuk mengiventarisir permasalahan yang di hadapi pada sub sektor ekonomi kreatif sekaligus merumuskan program, kegiatan dan upaya lain dalam rangka pengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Malang,” pungkas Dwi Rahayu. (tik/fir)
 
Cegah Stunting, Wawali Sofyan Edi Butuh Komitmen Bersama
Paguyupan PKL Pasar Laron Bagikan Santunan Puluhan Anak Yatim
Bulan Imunisasi Anak Nasional di Kota Malang, Wali Kota: Ini Aman dan Gratis
Tim SAR Temukan Bocah Pencari Ikan Tenggelam, Sudah Meninggal
Perahu Terbalik, Kakak Adik Diduga Tenggelam di Bendungan Dempok Pagak
Warga Jodipan Dikejutkan Seorang Wanita Meninggal Didalam Rumah
Jelang HUT RI, Pedagang Umbul-umbul Mulai Ramai di Malang
Jurnalis Polres Malang Gelar Turnamen e-Sport Playstation Piala Bhayangkara
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.






Diterbitkan
,
Oleh
 
KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, H. Sutiaji mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kota Malang.
Kegiatan tersebut di gelar pada hari Kamis (28/7) di Hotel Santika Malang, yang juga di selingi dengan sosialisasi advokasi pelaksanaan program imunisasi.
BIAN merupakan program Kementerian Kesehatan, bertujuan untuk mengejar cakupan imunisasi rutin yang menurun secara signifikan akibat pandemi COVID-19.
Melalui BIAN anak-anak akan di berikan imunisasi tambahan yaitu Campak-Rubela serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat.
Program ini di wujudkan sebagai upaya menutup kesenjangan imunitas anak dengan melakukan harmonisasi kegiatan imunisasi tambahan (campak-rubela) dan imunisasi kejar (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib).
Wali Kota Malang, H. Sutiaji dalam arahannya berpesan agar seluruh masyarakat di Kota Malang, khususnya para orang tua untuk mengikuti program imunisasi ini bagi anak-anaknya.
“Kemenkes menargetkan bulan Agustus akan menjadi bulan pelaksanaan imunisasi bagi pulau Jawa dan Bali, untuk itu saya berharap 95 persen atau 39.971 anak di Kota Malang bisa mendapatkan imunisasi tersebut,” katanya.
Para orang tua tidak perlu cemas jika anaknya menerima imunisasi, tambah Sutiaji, imunisasi ini aman, berkualitas dan gratis untuk anak-anak kita.
Tujuannya tentu, agar anak kita akan menjadi generasi penerus bangsa yang sehat dan kuat.
Sutiaji juga menekankan agar Dinas Kesehatan Kota Malang dapat segera mempersiapkan stok vaksin, puskesmas, faskes dan nakes untuk dapat mendukung program tersebut.
“Penguatan komunikasi, informasi dan edukasi bagi masyarakat juga penting untuk terus di galakkan, saya harap Dinkes segera berkoordinasi dengan OPD lainnya,” ujarnya.
“Diskominfo, Kecamatan, Kelurahan, dan organisasi masyarakat agar tidak terjadi di sinformasi terkait pelaksanaan BIAN ini, termasuk juga melakukan pemetaan area krusial yang perlu mendapatkan perhatian khusus,” sambung Sutiaji.
Pada akhir acara, Wali Kota Sutiaji beserta Istri berkesempatan untuk ikut mendampingi 16 anak yang akan menerima imunisasi di lokasi kegiatan.
“Anak-anak ini semua pintar dan pemberani mengikuti imunisasi, biar nanti selalu sehat dan ceria,” ujarnya memberi semangat. (tik/fir)
 
Diterbitkan
,
Oleh
 
KABARMALANG.COM – Partai Perindo Kota Malang memberikan penghargaan sembilan tokoh yang telah memberikan sumbangsih kepada masyarakat di Malang Raya.
“Survei ini dari kader kami, mereka selama ini mengamati tokoh di Malang Raya,” ujar Laily Fitriyah Liza Min Nelly, Ketua DPD Partai Perindo Kota Malang, Kamis (28/7/2022).
“Mereka telah memberikan sumbangsih lebih kepada masyarakat. Kemudian, kami kumpulkan datanya,” sambungnya.
 
 
• Heri Cahyono, pengusaha sekaligus pendiri pesantren wirausaha Kalasuba Indonesia
• Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, rektor UIN Malang
• Nicolas Reza Samudra, pengusaha sekaligus pemilik Unggul Sport Center
• Hisa Ayub Sholahuddin atau Gus Hisa, pengasuh PPIQ Darul Hidayah Yatim dan Dhuafa sekaligus tokoh pluralisme
• Prof. Widodo, S.Si, M.Si, Ph.D, Med.Sc, rektor Universitas Brawijaya
• H. Noor Shodiq Askandar, S.E, M.M, wakil rektor 2 Unisma selaku penggagas Rumah Sedekah NU
• drg. Nina Agustin Sp Ort, Ketua Pengusaha Nahdliyin Kota Malang
• Yuning Kartikasari, Ketua Relawan Anak Bangsa
• Ir. Bambang Irianto, Penggagas Kampung 3G dan peraih penghargaan Kalpataru 2018.
 
Awalnya, kata Nelly itu terkumpul 24 nama tokoh. Setelah penilaian internal, menjadi sembilan.
“Sembilan tokoh ini memiliki kontribusi yang luar biasa kepada masyarakat, dan juga sejalan dengan visi Partai Perindo yaitu mewujudkan Indonesia yang berkemajuan, bersatu, adil, makmur, sejahtera, berdaulat, bermartabat, dan berbudaya,” ucapnya.
Nelly akan memberikan piagam tersebut, sebagai bentuk apresiasi Partai Perindo kepada mereka.
“Kami sudah menghubungi empat tokoh, dan memberi tahu terkait apresiasi ini. Kami akan sowan kepada mereka dan menyerahkan piagam tersebut pada pada pekan depan,” jelasnya.
Nelly berharap penghargaan tersebut dapat terjalin komunikasi untuk kebaikan Malang Raya.
“Kami adalah partai politik. Kami ingin belajar dan mencontoh gerakan dan kebaikan yang telah mereka lakukan,” pungkas Nelly. (tik/fir)
 
Diterbitkan
,
Oleh
 
KABARMALANG.COM – Wakil Walikota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko, memaparkan bahwa Pemerintah Kota Malang berkomitmen untuk melakukan upaya percepatan pencegahan stunting.
Sejalan dengan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, kesehatan dan layanan dasar lainnya bagi semua warga.
Menurut Wawali Kota Malang, penanganan dan pencegahan stunting harus di dukung oleh seluruh jajaran perangkat daerah di Pemkot Malang.
“Ini yang harus di tangani, jangan sampai ada anak yang di nyatakan stunting di era sekarang ini. Ini menjadi gerakan nasional untuk di atasi,” ujar Bung Edi sapaan akrabnya Wawali Kota Malang.
Poin utamanya adalah membangun komitmen dengan OPD. Jangan sampai sudah ada rekomendasi, tapi tidak masuk di program masing-masing perangkat.
Bukan tugasnya Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan saja, kata Bung Edi, untuk menurunkan angka stunting.
“Jadi langkah-langkahnya ada yang bersifat preventif maupun intervensi,” ucapnya.
Bung Edi, menyebut upaya preventif penanganan kasus stunting dapat berupa edukasi di tujukan kepada calon pengantin. Sehingga dapat mencegah kelahiran anak stunting.
“Karena mereka ini adalah calon ibu, calon bapak. Ini juga ada edukasi, supaya di persiapkan betul-betul nanti saat membawa kandungan dan merawat bayinya secara baik,” jelasnya.
Di tambahkan oleh Bung Edi, edukasi ini juga tepat di tujukan kepada calon ibu. Guna mencegah terjadinya 3T atau ibu melahirkan terlalu muda, terlalu cepat/rapat jarak kelahiran dan terlalu tua.
Begitu juga edukasi kepada ibu yang masih produktif, bagaimana sebetulnya merawat keluarga sekaligus reproduksi ibu.
“Jarak (melahirkan) terlalu pendek kurang bagus, jadi ada tiga T itu tadi. Ini yang menjadi sasaran,” tambahnya.
Selanjutnya, Bung Edi menyebut perlunya upaya intervensi untuk bayi yang lahir dan di nyatakan beresiko stunting. “Ini mesti ada intervensi-intervensi dari penanganan psikologi, kesehatan, maupun secara sosial kemasyarakatan,” lanjutnya.
“Supaya mereka bisa di selamatkan. Masih ada kesempatan seribu hari pertama untuk menyelamatkan anak-anak yang di katakan resiko stunting,” sambung Bung Edi.
Karenanya, menyukseskan upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi serta partisipasi baik dari pemerintah daerah maupun dari berbagai pihak.
“Untuk itu, harus ada pendampingan dari tenaga medis, relawan, PKK, BKKBN, jajaran perangkat daerah dan berbagai pihak lain, sebagai upaya bersama penanganan bayi beresiko stunting,” pungkas Bung Edi. (tik/fir)
 
Server Ujian Down, Mahasiswa UT Sambat
Server Ujian UT Disoroti DPR RI
Pancasila Sebagai Landasan Dasar Negara
Merampok dan Memperkosa, Pria Donomulyo Didor
Sumber Gentong Buat Ngadem, WSG Pilihan Kuliner
Kereta Tanpa Lokomotif Jalan Sendiri Dari Stasiun Malang Kota Baru
Penundaan Ujian UT, Ini Kata Warek 3
Komisi X Minta UT Perbaiki Kualitas Server
Copyright © 2020 KabarMalang.com

source