jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menandatangani komitmen pemberian imunisasi campak rubella dan imunisasi lain pada 9.435.097 anak di Pulau Jawa dan Bali pada Kamis (21/7) malam.
Penandatanganan tersebut juga diikuti enam pimpinan daerah di Pulau Jawa dan Bali yaitu Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Penjabat (Pj.) Gubernur Banten Al Muktabar, Sekda Jawa Timur Adhy Karyono, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat mewakili Gubernur Jawa Barat Nina Susana Dewi, dan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah mewakili Gubernur Jawa Tengah Yunita Diah Suminar.
Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan wujud dukungan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahap II yang dimulai Agustus 2022 mendatang.
Ngarsa Dalem mengatakan keberhasilan program imunisasi ini sangat bergantung pada kesediaan dan dukungan dari orang tua.
“Kalau anak usia di bawah 5 tahun, tentunya itu ada peran orang tua. Namun, kalau sudah di atas 5 tahun itu kan anak bisa memutuskan sendiri,” jelasnya.
Ia berharap tak ada orang tua yang melarang anaknya untuk mengikuti imunisasi.
“Imunisasi itu untuk meminimalisir penyakit seperti polio, rubella, dan sebagainya agar tidak terjadi karena badan sudah ada imunnya,” kata dia.
Menurutnya, meski terhambat 2 tahun karena pandemi tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu.
“Namun, bukan berarti kalau program selesai terus tidak bisa imunisasi. Tetap bisa imunisasi dari RS atau puskesmas, yang penting anak bayi itu diimunisasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga berharap agar sinergi yang telah tercipta dapat membawa semangat hidup sehat imunisasi dan membawa pesan kolaborasi ke-Indonesiaan. (mcr25/jpnn)

source