TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI – Technical Asisstant satgas percepatan penurunan stunting BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Fatris Babara mengatakan pentingnya peran multi sektor terutama mendorong komunikasi, informasi dan edukasi melalui media cetak dan elektronik dalam meningkatkan literasi kesehatan dasar di masyarakat, Jumat 29 Juli 2022
Ia juga mendorong adanya partisipasi dari pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam tim percepatan penurunan stunting yang telah terbentuk di tingkatan pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan Desa.
Fatris, sapaan akrabnya juga mendorong manajemen data terlaksana dengan baik demi mewujudkan satu data stunting. Berhasilnya sebuh intervensi kebijakan, dilihat pada bukti dan data dari tim pendamping keluarga (TPK) yang konkret di lini lapangan.
152 Mahasiswa STKIP Melawi Ikuti Wisuda Program Sarjana Angkatan ke-VI
Tambah Fatris, pemerintah Kabupaten memiliki peran besar dalam membangun komitmen dan visi kepemimpinan. Karena ini yang penting dan utama, dan memberikan motivasi serta menumbuhkan inovasi dalam kerja- kerja tematik.
“Kerja tematik yang di maksud adalah bentuk kegiatan lapangan yang memobilisasi sumber daya untuk terlibat secara bersama dan melakukan pendampingan kepada keluarga beresiko stunting. Kerja tematik tersebut adalah Rembuk stunting, lokakarta mini, audit kasus stunting hingga pemantauan yang TPK dan pengunaan aplikasi elslimil bagi calon pengantin,” terangnya.
Fatris menegaskan bahwa satgas punya akses untuk melalukan koordinasi dan konsultasi hingga fasilitasi dengan para pihak yang tergabung dalam TPPS Kabupaten. Satgas juga mengharapkan publikasi program dan kegiatan perlu  ditingkatkan melalui kanal yang dimiliki Kominfo.
“Masyarakat juga dapat menikmati siaran media agar berdampak pada peningkatan pengetahuan ibu-ibu tentang pengertian stunting dan cara pencegahan pada 1000 Hari pertama kelahiran,” ucapnya
“Kominfo juga dengan dukungan sumber daya, menjadi sumber utama dan terpercaya dalam membantu memberikan informasi stunting dan kesehatan ibu dan anak agar Melawi dapat tumbuh sebagai Kabupaten yang maju, dan terpenuhinya indikator keluarga sejahtera,” tutupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

source