BIDIK NASIONAL
Berita Investigasi
LABUHANBATU, BIDIK NASIONAL.com – Salah satu masyarakat disekitar puskesmas berinsial MS heran dan bertanya-tanya, ada proyek namun tidak ada plank nya.
“Diduga proyek ini siluman, jangan sampai proyek anggaran besar ini tidak bermanfaat buat masyarakat dan meminta kepada APH atau pun instansi terkait agar menyelidiki proyek tersebut,” cetusnya.
Menindaklanjuti pelaporan tersebut, penting diketahui, Panel Surya (PLTS) adalah alat yang dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi listrik, Oleh sebab itu listrik menjadi kebutuhan utama.
Dengan adanya fungsi dari panel surya dapat mengantisipasi apabila terjadi Gangguan Listrik dari pihak PLN atau disebut Pemadaman (mati lampu).
Senin, 25 Juli 2022, sekira Pkl.11.00 wib, awak media memantau pekerjaan pemasangan panel surya yang berada di Puskesmas Kota Rantau Prapat di Jln. Cut Nyak Dien, Kelurahaan Rantau Prapat, Kabupaten labuhanbatu, Sumut.
Dilokasi, priyono sebagai kepala tukang panel surya asal Jogja menjelaskan dari pemasangan sampai target kerja 10 hari selesai.
” Saya disini hanya utusan dari perusahaan merakit panel surya. Adapun proyek ini di Kabupaten Labuhanbatu ada 3 titik pemasangan PLTS di Puskesmas Labuhanbatu, terdiri dari Puskesmas Kota Rantauprapat, Puskesmas Labuhanbilik dan Puskesmas Sei Berombang, yang mulai dikerjaķan sejak 20 Juli 2022 sampai 10 hari kerja.
Mengenai ukuran lokasi pemasangan untuk panel surya di titik puskesmas kota rantauprapat Priyono mengatakan, 7x4m untuk tapak panel surya dan untuk ukuran ruang batre panel surya 3x3m. Adapun Batrai sebanyak 26 bh ukuran 30 volt (2V 1000) dan Panel surya 5 kotak pack kayu. Sedangkan ruangan baterai panel hanya dinding alumanium saja dgn ukuran 3x3m.
Disinggung perihal papan proyek yang tidak nampak, priyono menjelaskan dirinya tidak mengetahui masalah itu.
“Kalau mau informasi lebih lanjut hubungi saja pak wahyu karna dia sebagai Leader dari perusahaan. Saya hanya merakit aja bang” tutup priyono.
Selanjutnya, dihubungi melalui sambungan telpon, Wahyu menyebutkan harga satu titik paket PLTS dipuskesmas, untuk satu  paket dalam satu titik panel surya di puskesmas sebesar Rp 770 000.000 (tujuh ratus tujuh puluh juta rupiah) dari surat jalan dari perusahaan PT.Aritek Karya Mandiri yang beralamat di kota tangerang BANTEN.
Lebih jauh Wahyu menegaskan, untuk proyek panel surya (PLTS) bekerjasama dengan kemenkes dan dinas kesehatan kabupaten labuhanbatu. Kemudian kemenkes memilih titik lokasi yang akan dipasang panel surya di puskesmas dengan ijin kepala puskesmas sesuai dengan surat kerja, priyono berkoordinasi dengan kepala puskesmas untuk menentukan titik dan melengkapi apa yang dipersiapkan dilokasi tersebut.
Masih dalam pembicaraan dengan wahyu via seluler perihal harga satu titik Rp.770 000.000 dirinya menjelaskan,” Ini panel surya Watt nya besar pak, satu panel surya itu menghasilkan 455 Watt. Untuk panel surya ini kita pabrikan atau buat sendiri dari perusahaan, untuk harga perincian saya kurang paham, itu urusan kantor perusahaan,” jelasnya.
Selanjut Wahyu mengarahkan ke orang dinas kesehatan bernama Lamhot silalahi.
Bergegas ke kantor dinas kesehatan, wartawan  mengorek keterangan Lamhot silalahi.
Lamhot diruang kerjanya menyampaikan, dana tersebut bersumber dari dana DAK. Masalah plank itu tidak dicantumkan, kecuali proyek tersebut ditenderkan, untuk pembelian barang itu semua tercantum di E-katalog. DIsitu sudah tercantum harga nya.

Selanjutnya Lamhot mengatakan,” orang kementrian memberi menu proyek panel surya kita ajukan dana nya, orang kementrian juga menentukan anggaran nya dan juga mengatakan pak kadis kesehatan sebagai PPK nya,” terangnya.
“Disamping itu, harga perbelanjaan anggaran panel surya sudah tertera di E-katalog. Kalau memang ingin mengetahui lebih lanjut jumpai kabag pengadaan barang jasa,” cetusnya.
Setelah itu, saat dikunjungi, kadis kesehatan sebagai PKK di lingkungan kerjanya, ajudan mengatakan kadis tidak ada diruang kerja, ketika wartawan menghubungi via seluler walau pun berdering tidak mau mengangkat telpon walau pun sudah dikirim pesan singkat (SMS) namun kadis kesehatan tidak membalas atau mengangkat telpon.
Setibanya dikantor bagian pengadaan barang/ jasa, kabag hendra efendi hutajulu, mengatakan Pemerintah sedang gencar-gencarnya meningkatkan penggunakan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa yang pembelanjaannya mengutamakan metode e-purchasing melalui E-katalog yang pengaturannya dimana untuk nilai sampai dgn 200jt dilakukan melalui pejabat pengadaan sedangkan diatas 200juta yang melakukan pembelian adalah PPK.
Berkaitan dengan koordinasi ke kami (bagian pengadaan barang/jasa) dapat saja berbentuk bantuan tim teknis jika diperlukan. Sampai saat ini mereka tidak ada meminta bantuan ke kami karena sifatnya jika diperlukan  Namun kita berharap laporan hasil pengadaan nantinya dapat ditembuskan ke bagian pengadaan barang dan jasa,” tutup kabag.
Kamis, 28/07/2022, kepala puskesmas kota rantauprapat, dr Yulydawati mengatakan mengenai panel surya dipuskesmas kota tanyak kan saja kedinas kesehatan, saya tidak tahu menahu, ucapnya.
Untuk dikerahui, Kadis kesehatan kamal ilham, sampai berita ini dipublikasikan terkesan enggan mengangkat hp walau posisi hp dalam keadaan berdering (aktif).
Laporan: Awals
Editor: Budi Santoso
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.







Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

source