JURNAL SOREANG – Kabar terbaru datang dari Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443 H/2022 M, yang telah memasuki hari ke-44 pada 17 Juli 2022.
Kesehatan jamaah haji akan dipantau selama 21 hari oleh Dinas Kesehatan masing masing wilayah setelah kepulangan.
“Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan, diharapkan segera melapor ke faskes setempat,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana.
Baca Juga: NAIK HAJI 2022: Jamaah Haji akan Tetap Dipantau Kesehatannya di Tanah Air, Ini Alasannya
Pemantauan ini dimaksudkan sebagai deteksi dini terhadap penyakit menular, diantaranya Covid-19, meningitis meningokokus, MERS-CoV, yellow fever, cacar monyet, polio, dan difteri.
Selain itu, jamaah haji akan dibekali dengan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah haji (K3JH). 
Selama 21 hari masa pemantauan, apabila terdapat demam atau gejala sakit lainnya maka jamaah yang sakit segera ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JH. 
Baca Juga: Harus Dicoba! Baca Berita bisa Dapat Cuan? Berikut Review Aplikasi Penghasil Uang, Begini Penjelasannya
Apabila dalam kurun waktu 21 hari gejala penyakit tidak muncul, maka jamaah tetap diminta menyerahkan K3JH kepada puskesmas terdekat.
Editor: Raden Salma Widyadhana
Sumber: haji.kemenag.go.id
Komplek Sanggar Mas Lestari Blok C85
Desa Tarajusari Kec Banjaran
Kabupaten Bandung
Telepon : 081223371067
Email : jurnalsoreang@gmail.com
PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara
Jl. Asia Afrika No. 75
Bandung – Jawa Barat, 40111, Ph. 022-4241600
Email: prmnnewsroom@pikiran-rakyat.com
©2022 Pikiran Rakyat Media Network

source