BANGKAPOS.COM, BANGKA – Ketua DPRD Bangka Tengah, Me Hoa, menginginkan realisasi pemanfaatan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun ini dapat digunakan untuk menuntaskan soal BPJS Kesehatan.
Dengan niat ingin Universal Health Coverage (UHC) atau disebut juga cakupan kesehatan semesta, dirinya ingin pemanfaatan BPJS Kesehatan di Bangka Tengah dapat berjalan secara maksimal.
Jika sewaktu-waktu ada warga yang ingin berobat ke rumah sakit dan tidak mempunyai BPJS Kesehatan, tinggal menunjukkan KTP dan BPJS Kesehatan, langsung bisa mengaver biaya perobatan.
“Dan hal semacam itu sudah berlaku di kabupaten lain seperti di Bangka Barat, Belitung Timur dan Belitung,” ucap Me Hoa saat diwawancarai Bangkapos.com, Jumat (29/7/2022).
Dia tak ingin jika ke depannya ada warga Bangka Tengah yang kesusahan berobat, karena tidak memiliki biaya dan belum punya BPJS Kesehatan.
Sementara bagi yang saat ini menunggak pembayaran BPJS Kesehatan mandiri, dia menyebut bahwa tunggakan tersebut tidak akan dikaver oleh anggaran pemerintah.
Dia juga meminta masyarakat agar lebih peduli mengurus BPJS Kesehatan dan jangan terus menyalahkan pemerintah.
“Urusan sakit ini salah satu urusan yang sifatnya mendadak, jadi jangan ditunda-tunda untuk mengurus BPSJ Kesehatan ini,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera rapat dengan Banmus untuk menghitung kebutuhan anggaran terkait perihal BPJS Kesehatan tersebut.
Bahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi langsung dengan pihak BPJS Bangka Tengah dan BPJS Pangkalpinang untuk mencari langkah-langkah tepat ke depannya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

source