Jakarta – Humas BRIN. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyatakan dukungan sepenuhnya integrasi kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, (litbangjirap) ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Alih Status Penggunaan Barang Milik Negara (BMN) dari Kementerian ESDM kepada BRIN, oleh Sekretaris Jenderal KESDM, Ego Syahrial dan Plt Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas.
“Kami dari Kementerian ESDM tentunya berharap BMN yang diserahterimakan ini dapat memberikan manfaat dan mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi di BRIN secara penuh, serta tetap terjalin kerja sama yang baik antara KESDM dengan BRIN, khususnya dalam pelaksanaan survei dan pengujian di seluruh sektor energi dan sumber daya mineral,” kata Ego Syahrial, dalam sambutannya, di Gedung Sekretariat Jenderal KESDM, Jakarta, Rabu (20/07).
Lebih lanjut Ego Syahrial membeberkan, BMN yang diserahkan kepada BRIN senilai 116 miliar rupiah lebih, yang terdiri dari tanah dan bangunan gedung perkantoran Puslitbang Teknologi KEBTKE di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Kemudian 869 unit peralatan dan mesin dari satuan kerja Puslitbang Teknologi KEBTKE, Puslitbang Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”, Puslitbang Tekmira, dan Puslitbang Geologi Kelautan.
“Dengan dilakukannya penandatanganan berita acara serah terima alih status penggunaan BMN kepada BRIN, maka secara resmi BMN dapat digunakan untuk mendukung tugas dan fungsi BRIN,” tambah Ego Syahrial.
Guna mendukung percepatan integrasi dan pengalihan kegiatan litbangjirap kepada BRIN, terang Ego Syahrial, sebelumnya KESDM juga telah melakukan proses integrasi kepada 99 pejabat fungsional peneliti, perekayasa, dan teknisi litkayasa ke dalam BRIN.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Sekretaris Utama, Nur Tri Aries Suestiningtyas memberikan apresiasi atas kerja sama yang baik dalam proses pengalihan aset dari KESDM kepada BRIN.
“Hari ini menjadi momentum sangat penting karena KESDM adalah kementerian pertama yang proses pengalihan aset secara resmi melalui berita acara,” kata Nur.
Alih status penggunaan BMN dari KESDM kepada BRIN, lanjut Nur, tentunya telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan selaku pengelola barang.
“Kami berharap supaya dari delapan kementrian, salah satunya KESDM, proses alih status bisa kita selesaikan sesuai tenggat waktu sampai akhir Agustus 2022. Jadi setelah ini, semoga kementerian lain seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, KKP juga bisa terselesaikan,” harapnya.
Pengalihan status penggunaan BMN ini, tambah Nur Tri, adalah bagian dari proses dimana kita ingin menyatukan para periset di tanah air, menghindari duplikasi, dengan output dan outcome yang bisa terukur, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
“Semoga amanah ini bisa kita jaga baik dan bisa digunakan oleh para periset, baik periset di BRIN yang sudah terkonsolidasi, maupun untuk di luar BRIN, seperti universitas dan swasta, karena BRIN memiliki konsep open platform,” pungkasnya (tnt).
EPUSTAKA | INFOGRAFIS
Alamat: Gedung B.J. Habibie, Jl. M.H. Thamrin No. 8,
Jakarta Pusat 10340
Whatsapp: +62811-1933-3639
Email: ppid@brin.go.id

source