Anggota Komisi II DPRD Medan, Syaiful Ramadhan.
MEDAN, Waspada.co.id – Tahun 2022 ini Pemko telah menyusun 15 program, 16 kegiatan dan 29 sub kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi yang dilaksanakan 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 30 kelurahan dengan total pagu anggaran Rp198.102.286.201, termasuk dana kelurahan Rp1.905.246.381.
Khusus untuk 550 balita penderita stunting yang saat ini terdapat pada 20 kecamatan, telah ditetapkan anggaran penanganan sebesar Rp14.878.011.827.
Menurut anggota Komisi II DPRD Medan Syaiful Ramadhan, anggaran tersebut cukup besar dan memiliki impact yang bagus apabila dijalankan dengan serius.
“Yang kita herankan, kenapa anggaran yang begitu besar masih ada juga stunting di Kota Medan. Patut kita pertanyakan kinerja Kadis Kesehatan Kota Medan. Makanya pembetukan tim yang digagas Pemko Medan, kita berharap lakukan gerak cepat,” ungkapnya kepada Waspada Online, Rabu (6/7).
Politisi PKS ini menambahkan, Dinas Kesehatan Kota Medan memiliki anggaran sekitar Rp13 miliar untuk menjalankan program pemberian makanan tambahan. Dana sebesar itu jika dikonfersikan ke dalam program penanganan stunting, akan cepat teratasi semua permasalahan terkait hal itu.
“Persoalan stunting ini bukan hanya sekadar gizi. Tapi dari berbagai aspek yang harus didorong, itu lah harapan kita agar program-program penanggulangan kemiskinan itu ditambah anggarannya,” ujarnya.
Syaiful berharap, kedatangan Presiden Jokowi ke Kota Medan bukan hanya sebatas kunjungan biasa. Harus ada buah tangan yang dibawa untuk Kota Medan, khususnya dalam meningkatkan kesejahtetaan masyarakat.(wol/mrz/d1)
Editor: FACHRIL SYAHPUTRA
Waspada Online adalah media online pertama di Sumatera Utara yang resmi berdiri pada 11 Januari 1997 bertepatan dengan HUT Harian Waspada ke-50 dengan tujuan utama melengkapi sistem informasi sebagai referensi utama di Medan, Sumatera Utara, dan Aceh.
Follow Us
Waspada Online © 2020 All right reserved.
Waspada Online © 2020 All right reserved.

source