RILISID, Mesuji — Penjabat (Pj) Bupati Mesuji, Sulpakar  blusukan ke Kecamatan Rawajitu Utara (RJU) dengan rombongan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa-Rabu (05-06/07/2022).
Di kecamatan paling ujung Mesuji itu, Sulpakar berkunjung ke beberapa tempat dimulai di Puskesmas Panggungjaya, Rawajitu Utara.
Di fasilitas kesehatan masyarakat itu, Sulpakar meminta tenaga kesehatan (nakes) dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Nakes juga harus meningkatkan kompetensi profesi dan disiplin,” katanya.
Terlebih saat ini wabah penyakit semakin banyak variannya di Indonesia. Seperti Covid-19 yang sampai saat ini masih tetap menjadi pandemi. Belum demam berdarah dan lainnya.
Selain itu, Sulpakar meminta agar dalam memberi pelayanan kesehatan, nakes harus ramah dan senyum.
Saat kunjungan ke puskesmas, Sulpakar melihat pasien anak-anak yang dirawat di fasilitas ruang rawat inap anak.
Berikutnya, pada malam hari, Sulpakar berdialog dengan warga di halaman rumah Kepala Desa Sidang Iso Rahayu, Antok.
Dalam ramah tamah tersebut hadir ratusan warga dari berbagai desa yang ada di Kecamatan RJU.
Acara dihadiri Ketua Penggerak PKK Kabupaten Mesuji Pori Karlia Sulpakar dan Camat RJU Samijo. 
Dalam sambutannya, Sulpakar mengatakan sangat terkesan dengan penerimaan masyarakat.
“Saya sudah seperti menjabat lima tahun di Mesuji ini, padahal sampai hari ini baru 43 hari,” ujarnya.
Dari dialog itu, mengerucut persoalan yang ada di RJU yang harus segera terselesaikan, yakni mengenai infrastruktur jalan.
“Akses jalan yang sulit, memang menjadi prioritas untuk dituntaskan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung itu juga mengungkapkan jika pihaknya sudah menyampaikan permasalahan infrastruktur jalan di Mesuji ke Kementerian PPN/Bappenas.
“Titik pembangunan jalan yang paling banyak di RJU. Mari bapak, ibu bersama-sama doakan agar usulan kita dapat diwujudkan,” katanya.
Hal yang juga sangat penting menjadi masukan dari warga adalah abrasi yang bertahun-tahun tidak terselesaikan. Bahkan kondisi saat ini, abrasi menyebabkan jalan utama penghubung desa-desa di RJU nyaris putus.
“Kondisi abrasi ini tidak mudah. Tidak cukup lewat anggaran Pemkab Mesuji. Sama seperti Kali Ciliwung (Jakarta) pun begitu. Butuh proses panjang dan penanganan dari pusat. Bayangkan dari ujung muara sampai ke ujung lainnya, berapa besar biaya yang harus dikeluarkan,” terangnya.
Oleh karena itu, untuk menghadapi kondisi alam dan abrasi yang bisa menyebabkan banjir rob, ia mengajak masyarakat bersama berupaya menghadapi fenomena alam tersebut.
“Masyarakat tetap kompak, bergotongroyong jika banjir rob datang,” pintanya.
Selain puskesmas dan ramah tamah dengan warga, Sulpakar mendatangi kantor Kecamatan RJU, Puskesmas dan Pasar Panggungjaya, Ponpes Mambaul Hikam di Desa Sidang Kurnia Agung dan abrasi di beberapa titik jalan di wilayah tersebut. (*)
RILISID, Mesuji — Penjabat (Pj) Bupati Mesuji, Sulpakar  blusukan ke Kecamatan Rawajitu Utara (RJU) dengan rombongan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa-Rabu (05-06/07/2022).
Di kecamatan paling ujung Mesuji itu, Sulpakar berkunjung ke beberapa tempat dimulai di Puskesmas Panggungjaya, Rawajitu Utara.
Di fasilitas kesehatan masyarakat itu, Sulpakar meminta tenaga kesehatan (nakes) dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Nakes juga harus meningkatkan kompetensi profesi dan disiplin,” katanya.
Terlebih saat ini wabah penyakit semakin banyak variannya di Indonesia. Seperti Covid-19 yang sampai saat ini masih tetap menjadi pandemi. Belum demam berdarah dan lainnya.
Selain itu, Sulpakar meminta agar dalam memberi pelayanan kesehatan, nakes harus ramah dan senyum.
Saat kunjungan ke puskesmas, Sulpakar melihat pasien anak-anak yang dirawat di fasilitas ruang rawat inap anak.
Berikutnya, pada malam hari, Sulpakar berdialog dengan warga di halaman rumah Kepala Desa Sidang Iso Rahayu, Antok.
Dalam ramah tamah tersebut hadir ratusan warga dari berbagai desa yang ada di Kecamatan RJU.
Acara dihadiri Ketua Penggerak PKK Kabupaten Mesuji Pori Karlia Sulpakar dan Camat RJU Samijo. 
Dalam sambutannya, Sulpakar mengatakan sangat terkesan dengan penerimaan masyarakat.
“Saya sudah seperti menjabat lima tahun di Mesuji ini, padahal sampai hari ini baru 43 hari,” ujarnya.
Dari dialog itu, mengerucut persoalan yang ada di RJU yang harus segera terselesaikan, yakni mengenai infrastruktur jalan.
“Akses jalan yang sulit, memang menjadi prioritas untuk dituntaskan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung itu juga mengungkapkan jika pihaknya sudah menyampaikan permasalahan infrastruktur jalan di Mesuji ke Kementerian PPN/Bappenas.
“Titik pembangunan jalan yang paling banyak di RJU. Mari bapak, ibu bersama-sama doakan agar usulan kita dapat diwujudkan,” katanya.
Hal yang juga sangat penting menjadi masukan dari warga adalah abrasi yang bertahun-tahun tidak terselesaikan. Bahkan kondisi saat ini, abrasi menyebabkan jalan utama penghubung desa-desa di RJU nyaris putus.
“Kondisi abrasi ini tidak mudah. Tidak cukup lewat anggaran Pemkab Mesuji. Sama seperti Kali Ciliwung (Jakarta) pun begitu. Butuh proses panjang dan penanganan dari pusat. Bayangkan dari ujung muara sampai ke ujung lainnya, berapa besar biaya yang harus dikeluarkan,” terangnya.
Oleh karena itu, untuk menghadapi kondisi alam dan abrasi yang bisa menyebabkan banjir rob, ia mengajak masyarakat bersama berupaya menghadapi fenomena alam tersebut.
“Masyarakat tetap kompak, bergotongroyong jika banjir rob datang,” pintanya.
Selain puskesmas dan ramah tamah dengan warga, Sulpakar mendatangi kantor Kecamatan RJU, Puskesmas dan Pasar Panggungjaya, Ponpes Mambaul Hikam di Desa Sidang Kurnia Agung dan abrasi di beberapa titik jalan di wilayah tersebut. (*)
Platform • Terverifikasi Dewan Pers • Redaksi Lampung • Kode Etik • Disclaimer • Karir • Pedoman Media Siber • Terverifikasi KOMINFO • Kontak
Jl. Sisingamangaraja Lk.II RT. 003 RW.05 Kel. Kelapa Tiga Permai, Kelapa Tiga, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung City, Lampung 35119
[email protected]
RILISID

source