KABAR BANTEN – Kuliah Kerja Mahasiswa atau KKM kelompok 77 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau Untirta melakukan sosialisasi stunting, di Kantor Desa Kencana Harapan di Kampung Puyuh Koneng, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Kamis 28 Juli 2022.
Sosialisasi stunting dilakukan karena berdasarkan data hasil Survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), Kabupaten Serang berada pada urutan tertinggi ke tiga dengan persentase 27,2 persen daerah yang mengalami stunting.
Kegiatan yang mengambil tema “Ayo Peduli Partisipasi dan Pahami Cegah Stunting” tersebut bekerjasama dengan Puskesmas Lebakwangi, Kabupaten Serang.
Nutrisionis Puskesmas Lebakwangi Yati Kurniawati mengatakan kekhawatiran stunting adalah menyebabkan kerusakan otak dan menyebabkan balita pendek serta kurang berprestasi di sekolah.
Selain itu, stunting juga dapat menurunkan jumlah penghasilan saat dewasa.
“Berdasarkan hasil studi, stunting dapat menurunkan penghasilan sebanyak 20 persen dan dapat disimpulkan, masalah kurang gizi menyebabkan kemiskinan” ujar Yati dalam pemaparannya.
Yati juga mengatakan kekhawatiran dari masalah Stunting ini selain balita mempunyai postur pendek juga mengakibatkan perkembangan kognitif yang terlambat.
“Perkembangan kognitif yang terlambat akan mempengaruhi prestasi belajar yang menurun, yang nantinya akan sulit bersaing dalam dunia kerja sehingga menyebabkan produktifitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah,” katanya.
Menurut dia kondisi ini akan merugikan dirinya sendiri, keluarga bahkan negara.
Editor: Kasiridho
Jl. Jendral A Yani No.72 Kota Serang
Telp(0254)216123, 216124 (Hunting)
Fax (0254) 216124
Telepon : 085691947385
Email : newsroomkabe@gmail.com / kabarbanten@gmail.com
PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara
Jl. Asia Afrika No. 75
Bandung – Jawa Barat, 40111, Ph. 022-4241600
Email: prmnnewsroom@pikiran-rakyat.com
©2022 Pikiran Rakyat Media Network

source