TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba masuk Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).
Beberapa anggaran mereka kawal termasuk realisasi anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Persalinan (Jampersal) 2019.
Namun pada kenyataannya, terdapat penyelewengan anggaran baik itu dana BOK dan Jampersal pada tahun anggaran 2019. 
Baca juga: Usai Divonis 3 Tahun Penjara Kasus Korupsi BOK, Ernawati Kembali Ditetapkan Tersangka Jampersal
Baca juga: Pemuda di Bulukumba ini Sengaja Lakukan Hal Tak Senonoh Didepan Rumah Wanita yang Menolak Cintanya
Penyelewengan anggaran tersebut justru baru terungkap kurang lebih dua tahun setelah TP4D bertugas.
Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Andi Thirta Massaguni, membenarkan jika Kejari Bulukumba memang menjadi TP4D.
Itu berdasarkan permintaan dari Dinkes Kabupaten Bulukumba saat itu.
Namun menurutnya, program Jampersal tidak termasuk dalam agenda pengawasan TP4D.
 “Tidak diawasi kalau Jampersal. Revisi saat itu,” kata Thirta,  Sabtu (30/7/2022).
Padahal dalam permohonan pendampingan oleh Dinkes Bulukumba saat itu terdapat beberapa poin program. 
Diantaranya Pembangunan Puskesmas Balang Taroang dengan anggaran Rp3,4 miliar.

source